“Barangsiapa yang orientasi hidupnya kepada akhirat, maka Allah akan jadikan kesempurnaan untuknya, kekayaan ada dalam hatinya, dan dunia akan datang kepadanya dalam keadaan hina. Dan barangsiapa yang niatan harapan hidupnya untuk dunia, maka Allah akan menjauhkan dunia darinya, menjadikan kefakiran berada di depan matanya dan ia tidak akan mendapatkan dunia kecuali apa yang telah dituliskan untuknya” (HR. Ahmad)
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kesibukanmu mengurus duniamu dan mengurus anak-anakmu melalaikanmu melaksanakan kewajibanmu kepada Allah. Jika sampai kamu melakukan hal ini pasti kamu akan merugi dunia dan akhirat” (Q.S. Al-Munafikun, 63:9)
“Serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik . Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Q.S. An-Nahl : 125)
“Bangkitnya manusia tergantung pada pemikirannya tentang hidup, alam semesta, manusia, serta hubungan ketiganya dengan sesuatu yang ada sebelum kehidupan dunia dan yang ada sesudahnya. Agar manusia mampu bangkit harus ada perubahan mendasar dan menyeluruh terhadap pemikiran manusia dewasa ini untuk diganti dengan pemikiran lain.” (Imam Taqiyuddin An-Nabhani)