HTI Sulsel Targetkan Ribuan Umat Islam Hadiri Masirah Panji Rasulullah

0
Massa HTI Sulsel

VisiMuslim, Makassar – Mengambil momentum bulan Rajab, HTI Sulsel akan menyelenggarakan event kolosal yang melibatkan ribuan umat Islam se-Sulawesi Selatan dalam acara Masirah Panji Rasulullah yang dirangkaikan dengan Tabligh Akbar pada tanggal 16 April 2017 mendatang di Lapangan Karebosi Makassar.

Sebagaimana yang diinfokan dalam press release resmi HTI, bahwa Masirah Panji Rasulullah diadakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia di 36 kota besar di seluruh Indonesia di sepanjang bulan April 2017, bertepatan dengan bulan Rajab 1438 H, sebagai medium untuk lebih mengenalkan simbol-simbol Islam, dalam hal ini al Liwa dan ar-Raya atau Panji Rasulullah, bersama dengan ide besar syariah dan khilafah, karena antara al Liwa dan ar Raya dengan syariah dan khilafah tidaklah dapat dipisahkan.

Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia, Muhammad Ismail Yusanto mengatakan, salah satu persoalan besar yang dihadapi oleh umat Islam dewasa ini adalah rendahnya pemahaman atau pengetahuan umat akan Islam. Hal ini membuat terdapat jarak sangat lebar antara Islam di satu sisi dengan umat di sisi lain. Akibatnya, tidak sedikit umat Islam yang tidak mengenal, tidak paham bahkan merasa asing terhadap ajaran agamanya sendiri. Salah satunya terhadap simbol-simbol Islam seperti al Liwa dan ar Raya.

“Rendahnya pemahaman umat akan ajaran Islam tentu berdampak sangat serius. Bagaimana umat akan mengamalkan ajaran agamanya bila ia sendiri tidak paham? Dan bagaimana kerahmatan Islam akan bisa dirasakan bila ajarannya tidak diamalkan? Bagaimana pula umat bisa diharap untuk berjuang bersama bila mereka tak paham apa yang harus diperjuangkan? Alih-alih mau berjuang bersama, yang terjadi sikap umat justru sebaliknya. Terhadap hal yang mestinya dijauhi malah didekati, mestinya ditinggalkan malah dikerjakan. Atau mestinya dibela malah dicerca. Mestinya dicinta, termasuk terhadap panji Rasulullah, malah dihina, dan seterusnya,” ujar Ismail.

Al Liwa dan ar Raya di masa lalu menjadi symbol keberadaan atau eksistensi khilafah dan persatuan umat. Tujuan kegiatan ini tak lain agar simbol-simbol dan ide-ide utama itu semakin dikenal secara luas oleh masyarakat, selanjutnya bisa dipahami, diterima dan diamalkan serta diperjuangkan sebagai jalan kebangkitan umat menuju terwujudnya Islam rahmatan lil alamin. [VM]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here