Jangan Pernah Tenggelam dalam Euforia, Totalitas-lah dalam Berjuang

0

Bukan rahasia lagi bahwa rezim Barat menggunakan anteknya telah menjadikan “perang melawan terorisme” sebagai dalih untuk memukul semua penentangnya, juga sebagai dalih untuk mencegah gerakan rakyat terhadap kebijakan-kebijakannya. Semua ini mengikuti kebijakan yang dilakukan tuannya (Amerika) untuk wilayah negeri manapun yang dijajah.

Seperti kebiasaan para penguasa Muslim lainnya yang menggambarkan ketundukan pada tuannya. Tuan-tuan kapitalis itu memetik kemenangan, serta leluasa memaksakan politik penjarahan dan pemiskinan dengan “proyek-proyek besar”, dimana rezim boneka akan selalu berpidato tentang situasi ekonomi yang akan membaik dan hasil dari kebijakan-kebijakannya “yang bijaksana” akan dirasakan rakyatnya kemudian.

Kita sadar, sesadar-sadarnya, rakyat telah kehilangan rasa kepercayaan dan dihantui oleh perasaan kecewa, sebagai akibat dari kebijakan represif yang dijalankan rezim kapitalis, meningkatkan defisit anggaran, memburuknya ekonomi, dan meningkatnya angka pengangguran, sementara elit-elit politik hidup bergelimpangan kemewahan, meningkatkan keberanian untuk menentang agama Allah dari para boneka dan corongnya, dan menambah ketundukan terhadap kebijakan AS. Namun dengan semua itu, kemudian rezim-rezim diktator berbicara dengan sombongnya tentang sejumlah prestasi.

Memang benar, khilafah adalah solusi atas penjajahan dan kerusakan yang disebabkan penerapan system kapitalisme. Memang benar, negara Khilafah Islam pada saat kembalinya nanti—dengan mengambil kontrol penuh atas alam dan ekonomi sumberdayanya, diikuti dengan kebijakan pertahanan yang berbasis industri berat, ketersediaan tenaga kerja murah, dan memiliki bagian global yang sangat besar dari pasar domestik—pasti akan menjadi pembangkit ekonomi yang besar. Selain itu, negara ini akan memiliki kemauan untuk mempengaruhi negara-negara lain seperti Jepang, Cina, Jerman dll karena ketergantungan mereka pada sumberdaya energi dari Negara Khilafah Islam.

Memang benar, negara Khilafah Islam saat kembalinya akan berhenti memberikan pasokan energi untuk negara-negara kolonial seperti Amerika Serikat, Inggris dan Prancis; yang akan membahayakan secara serius output ekonomi mereka. Jika negara-negara itu gagal memenuhi tuntutan Negara Khilafah Islam di tingkat internasional, suplai embargo selama beberapa minggu benar-benar akan membuktikan bahwa GDP mereka, yang dibangun di atas model ekonomi fiktif dan menyesatkan, akan runtuh seperti gunung es.

Memang benar, kemenangan akan tiba, kita yakin dengan pertolongan Allah SWT:

“Pada hari itu, orang-orang Mukmin pun berbahagia, karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa saja yang Dia kehendaki. Dia Maha Perkasa lagi Maha Kasih.” [Q.s. ar-Rum: 4-5]

Namun, yang harus dilakukan umat Islam adalah bergegas mewujudkannya! Pengemban dakwah harus disiplin dan bergerak dengan totalitas dalam mensukseskan cita-cita besar umat tersebut dan memiliki stamina prima dalam mensosialisasikan konsep Islam yang sempurna tersebut, sehingga umat mencintainya, mengambilnya, dan sadar siapa lawan siapa kawan. Serta bergegas untuk mewujudkan konsep Islami sebagai solusi yang haq.

Terhadap makar kaum kuffar, kaum muslimin harus memandang, negara-negara penjajah yang tampaknya besar itu sesungguhnya nyalinya ciut. Mereka mempunyai senjata banyak, tetapi tidak memiliki para kesatria hebat. Senjata tanpa kesatria pasti pengaruhnya lemah, ketika harus menghapi kelompok orang beriman yang dipersenjatai dengan senjata yang kadarnya di bawah senjata musuhnya. Namun, kelompok ini mempunyai kekuatan yang luar biasa.. Inilah fakta yang dibuktikan oleh peperangan Khilafah menghadapi musuhnya, kaum Kafir. Canggihnya persenjataan secara fisik saja tidak bisa mengalahkan peperangan melawan kaum Muslim, meski senjata fisik mereka minim. Karena mereka mempunyai akidah yang dinamis dan benar, yang mampu membekali mereka potensi peperangan yang tidak bisa dijangkau oleh para Taghut, khususnya Amerika, hari ini.. Namun, dengan izin Allah, mereka akan menyaksikannya dengan mata kepala mereka, ketika fajar Khilafah bersinar.

Saudara-saudariku, jadikanlah sisa umur Anda sebagai penolong agama Allah swt. Lihat, bahtera ini hampir saja akan berjalan, maka bersegeralah ikut perjalanan dengan kaum pejuang yang mukhlis:

“Mereka mengatakan, “Kapankah itu? Katanlah [Muhammad], boleh jadi itu sudah dekat.” [Q.s. al-Isra’: 51] [VM]

Penulis : Ainun Dawaun Nufus (pengamat sospol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here