Saat Anda Dijajah, Apakah Waktu Untuk Melawan Penjajah Itu Selesai?

0

Tentara Israel

“Waktu untuk memusuhi Israel sudah berlalu. Saya memakai sepatu hak tinggi bukan untuk fashion tapi untuk melempari mereka yang memusuhi Israel,” kata Nikki Haley delegasi AS untuk PBB dalam forum organisasi The Lobby Israel,.

Peringatan

“Mereka (muslim) mendiami wilayah yang luas dan sumber daya alam yang kaya. Mereka mendominasi lalu lintas perjalanan dunia. Tanah mereka adalah pusat peradaban dan agama. Mereka memiliki satu keyakinan, satu bahasa, satu sejarah dan satu aspirasi. Tidak ada batas alam yang mampu memisahkan mereka, satu dari lainnya..kalau saja, bangsa mereka bisa tersatukan dalam satu negara, ia akan menggenggam nasib dunia dan memisahkan Eropa dari belahan dunia lainnya. Mengingat betapa pentingnya masalah ini, entitas asing perlu ditancapkan di jantung mereka agar mereka tidak akan pernah bisa bersatu dan menghabiskan energi mereka dalam peperangan yang tidak berkesudahan. Entitas itu juga bisa menjadi alat bagi Barat untuk mendapatkan apa yang sangat dia idam-idamkan.” (Perdana Menteri Henry Bannerman dalam Laporan Campbell-Bannerman terbit di tahun 1907).

Kami tidak heran dengan ujaran Nikki Haley merupakan ekspresi kaum penjajah yang menggertak bahwa sikap anti Israel harus sudah selesai, tetapi kenyataannya mereka merawat penyakit islamophobia. Ketika Anda membaca sejarah genosida jutaan orang Yahudi, adalah di tangan orang Eropa, bukanlah muslim. Sikap pragmatis yang diambil dari pemikiran dangkal kaum kapitalis sekular liberal ini menunjukkan bahwa dirinya merupakan alat kebohongan, melindungi kerusakan. Faktanya Israel menunjukkan bahwa ia tidak menghargai kehidupan muslim ketika ia membantai muslim termasuk memblokadenya dan membuatnya kelaparan.

Publik sudah mafhum terhadap tabiat negara penjajah Israel yang sudah terbiasa bertindak agresif dan brutal menumpahkan darah kaum muslimin tanpa ada pihak yang mencegahnya maupun menghukumnya, dengan dukungan Amerika menganggap dirinya bisa kebal hukum. Israel tetap menjadi anak favorit bagi Barat. Amerika tetaplah dengan sangat kuat memegang kendali atas kekuatan dan kehidupan Yahudi, baik melalui suplay senjata atau dukungan finansial. Maka negara Yahudi Israel melegalkan pembunuhan dan peperangan untuk mendapatkan kekuasaan yang hina ini. Tanggapan penguasa muslim, yang selama ini tidak peduli terhadap jatuhnya korban muslim pun tidak bicara banyak.

Tidak dibolehkan Perdamaian dengan penjajah Israel. Berdirinya Israel secara syar’i adalah batil. Perdamaian dengan Israel adalah haram dan merupakan kejahatan di dalam Islam. Akan tetapi, kondisi peperangan secara riil dengan Israel harus tetap berlangsung, baik di sana ada gencatan senjata yang ditandatangani oleh para penguasa ilegal di negeri kaum Muslim ataupun tidak.

Jadi, ini bukan saatnya lagi untuk konferensi, perjanjian, menyerukan sanksi, pertemuan, rapat, dan gencatan senjata. Israel sekali lagi telah menumpahkan darah Muslim dan Allah telah menentukan Jihad sebagai solusi, bukan dengan tindakan pengecut mendukung eksistensi penjajahan. Hanya dengan terwujudnya khilafah, pasukan muslim akan bebas berderap kembali dan berjihad di Palestina, dimana kalimatullah akan kembali menjadi tinggi.

Barat harus menyadari bahwa mereka tidak dapat terus melakukan usaha untuk melindungi Israel dan menghalang-halangi dunia Islam untuk memilih ketentuan politiknya dan terus memperlakukan wilayah-wilayah kaum muslimin itu seperti harta rampasan, kemudian bersaing dengan Eropa, Inggris dan lainnya untuk mengkontrol bagian besar wilayah umat Islam. Kebrutalan dan kejahatan dalam memperlakukan Islam dan pemeluknya akan terus berlangsung dan bertambah sampai Allah memberi kekuasaan kepada umat ini sehingga mereka mendirikan khilafah dan menjadikannya perisai yang kuat.

Permasalahan penjajahan Palestina oleh Israel ini berkaitan erat dengan akidah islamiyah, sudah saatnya bagi umat untuk memahami bahwa solusi masalah Palestina tidak akan terjadi kecuali dengan mendelegasikan misi pembebasan itu kepada satu-satunya pihak yang mampu menunaikannnya yaitu pasukan kaum muslim, yang mengembalikan kesatuan dan kehebatan umat serta memantapkan urusan umat sehingga umat bisa mengambil kembali kekuasaan umat dari mereka yang merampoknya. [VM]

Penulis : Umar Syarifudin (pengamat politik internasional)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here