Masih Pengen Jadi Artis Sob?

0
UUS

Kasus penistaan agama yang nggak kelar-kelar sampe sekarang, bener-bener membuat umat geregetan. Bukan cukma anak muda, bapak-bapak, ibu-ibu, bahkan sampe aki ninipun udah pada geregetan pengen jintes tu tersangka yang ngehina Islam dan para Ulama. Semua orang pada pengen ngehukum tuh tersangka. Dan seiring berjalannya waktu dan sidang Eh, ada saja artis yang malah nge-bully Habib Rizieq. Sapa sih, yang nggak kenal ama habib rizieq? Dan gimana perannya dalam amar ma’ruf nahi mungkar di jalanan ibu kota. Kemudian juga, peran sentral beliau dalam pengusutan kasus penistaan agama oleh Ahok. Semua orang pada ngedukung beliau dan para ulama dibelakangnya. Eh, tiba-tiba aja si mas nongol di sosmed sambil ngetweet, nge-hina habib. Pantes aja kawan-kawan para netizen marah. Siapa sich kamu, berani-beraninya nge-hina Habib Rizieq.

Yups, bener banget kawan. Beberapa timing kemarin jagad sosmed di kejutkan sama cuitan artis stang up komedi, alias komika Risky Firdaus Wijaksana alias Uus. Tweetnya ituloh bener-bener nyesekin dada gue. Gimana nggak marah, ulama sekelas habib rizieq dia hina. Untungnya aja ada kawan-kawan para netizen yang baik hati ngingetin dia. Sampe akhirnya dia tobat dan minta maaf atas kelakuan khilafnya kemaren itu. Coba dipikir, andai si doi nggak tobat dan minta maaf bisa kualat tuch orang… Masa, ulama pewarisnya Nabi di hina. Mikir!

Meski begitu gaes. Gue juga salut loh sama sikap gantle bang Uus, dia berani ngakuin kesalahannya dan minta maaf ke pengurus MUI. Moga aja ini bisa buat pelajaran dia dan sobat semua agar bisa menjaga jari, perkataan serta tingkah laku. Dan gue ngelihat bahwa pada diri bang Uus, ada tanda-tanda bener-bener mau tobat. Moga aja kesampean bang.. Aamiin. Biar abang bisa ngikutin jejak para senior artis sebelumnya semacam: Ust. Hari Moekti, kemudian ada Alm. Ust. Gito Rollies ato yang generasi di atas abang sedikit. Semacam bang Sakti SO7, bang Lukman peterpan, bang Ray Nineball, bang Derry, trus ada juga bang Sunu Matta band. Semua orang-orang hebat tadi bisa jadi bahan sumber inspirasi kita-kita. Bahwa ternyata hidup ini nggak cuma itu-itu aja. Makanya saat beberapa hari kemarin gue baca berita bahwa bang Uus udah buat stateman “Saya muak jadi artis”. Mungkin itu bisa buat pintu untuk nemuin jawaban atas 3 pertanyaan yang selalu aja nongol di diri bang Uus dan sobat muda. Dari mana berasal, untuk apa hidup dan kemana setelah mati nanti.

Sobat muda rahimakumullah, nggak cuma bang Uus aja yang udah pada bosen jadi artis. Kemana-mana di ikuti paparazzi. Pergi kesana diikuti, kesini dicari. Dimana-mana diliput kamera, every where, every time’s seolah nggak ada ruang privasi. Semuanya diliput dan diliatin, dari makan sampe tidur dikejar-kejar paparazzi. Ini artis yang mau di syuting terus ato masyarakat yang pengen tau kehidupan artis? Ih, pada sakit nih orang-orang. Jadi males liat infotainment. Hehehehe…

Sobat muda perlu tau bahwa yang kayak ginini bagi kaum kapitalis, akan dibiarin aja. Mungkin, mereka nggak gitu-gitu amat peduli sama moral sobat muda dan generasi selanjutnya. Mereka nggak pernah berpikiran serius untuk membuat tontonan agar menjadi sobat muda semua bisa menjadi generasi yang beriman dan bertaqwa. Buktinya, di tipi tontonan ngumbar aurat, campur baur dan nge-gosip ada dimana-mana. Bagi mereka yang penting rating tipi naik, iklan lancar, duit ngacir dan terus mengalir tanpa henti. Bagi masyarakat, terimalah guru terbaru yang dipunya si anak yaitu televisi. Giliran kayak gini niru tipi, giliran nakal nyalain guru sekolah. Bener nggak sih…. Trus, emang nggak ada ya berita yang lebih penting dari kehidupan artis? Apa masyarakat pada nggak pengen tau berita gimana kebijakan pak Jokowi? Orang-orang nggak pada pengen tau berita kekayaan gunung emas Indonesia yang di papua, yang ampe sekarang dikuasai perusahaan asing???. Trus kemudian, kalo bagi artis. Emang enak di kejar-kejar paparazzi kemana-mana?. Truz, apa ma uterus-terusan kayak gini? Dan apa yang seperti ini yang harus dikejar-kejar sobat muda? Cita-cita jadi artis, nggak bangeets kan….

Makanya, banyak dikalangan para artis yang pada bareng-bareng tobat. Dan ninggalin dunia keartisan. Sebab menurut mereka, hidup bukan sekedar nyari yang namanya duit dan popularitas. Tapi, ada sesuatu yang mesti didapatin dalam hidup ini. Yups, itulah namanya ridho Illahi. Para artis yang pada berjalan ke pintu tobat udah pada cerita. Bahwa kebahagiaan bukan coba soal duit, wanita ato popularitas. Tapi kebahagiaan adalah pada saat setiap tingkah laku kita ada di jalur yang di ridhoi Allah SWT. Saat, kita bisa taat kepada Allah itulah nikmat. Saat kita bisa mendekat kepada Ilahi Rabbi semua menyejukkan qolbu dan membuat hati tenang serta bahagia. Tak ada satu kenikmatanpun di dunia ini kecuali pada kelezatan saat taat kepada Allah SWT di manapun kita berada. Itulah taqwa! Sesuatu yang mudah di omongin tapi sulit di jalanin. Namun, semua manusia mesti bertaqwa, jika ggak mau ntar akan nimasukin ke Neraka ketemu sama malaikat Malik. Ih, serem bangetsss…

Sobat muda rahimakumullah. Ternyata bukan cuma di jaman millenium aja para selebritas muda bertobat. Jaman nabipun juga ada, nggak percaya coba aja cek buku-buku sejarah islam. Ntar, kita akan nemuin sosok bernama Mus’ab bin umair r.a. Dialah pemuda paling ganteng di mekkah jaman itu. Lahir dari keluarga kaya raya, yang membuat kehidupannya serba glamour. Sampe-sampe nggak ada pemuda seorangpun yang bisa nandingin baju ama parfumnya waktu itu. Jarak beberapa meter baunya udah pada semerbak. Saat ia berjalan pasti membuat mata gadis-gadis muda arab klepek-klepek. Ckckckc…

Dan satu lagi kelebihan lainnya yang dimiliki Mus’ab bin umair r.a adalah otaknya yang cemerlang. Udah kaya, ganteng, cerdas, mempesona lagi. Makanya, beliau selalu jadi sosok pemuda idaman para jomblowati Mekkah jaman itu. Kalo jaman sekarang sich, sobatwati sekalian bisa ngebayangin boyband korea. Mungkin bisa lebih dari boyband. Hehehe. Tapi, tahukah sobat bahwa semua yang beliau miliki tadi. Beliau tinggalkan saat sesudah beliau r.a bertemu Rasulullah SAW. Yups, Islam benar-benar telah membukakan hati dan pikiran Mus’ab, bagaimana arti dan hakikat kehidupan. Bahwa hidup ini untuk taat, sebagai bekal untuk persiapan di akherat kelak. Makanya, suara tangisan ibunya yang merengek agar Mus’ab kembali ke pelukannya dan meninggalkan islam. Tidak Mus’ab dengar sama sekali. Nggak ada cerita dunia lebih dicintai dari akherat. Nggak ada cerita akherat jadi nomor ke-sekian dan me-nomor satu-kan dunia. Semuanya, Mus’ab tinggalkan demi islam, demi ketaan dan demi mendapatkan surgaNya. Dan satu hal lagi yang fenomenal dari keIslaman Mus’ab bin umair r.a adalah beliau menjadi sosok terpenting dalam perjalanan dakwah Islam di Madinah. Yang mana di kemudian hari Madinah menjadi tempat tujuan hijrah Nabi beserta para sahabatnya. Semoga allah merahmati beliau r.a

Trus, pertanyaan selanjutnya bagi sobat semua. Masihkah kita pengen jadi artis, bercita-cita jadi artis? Tidak inginkah sobat sekalian bercita-cita menjadi seseorang seperti Sayyidina Mus’ab bin umair r.a. Sejak kecil kita sudah beragama Islam. Lantas apa yang menghalangi kita untuk meneladani Rasul dan para sahabatnya? Mereka semua meninggalkan hidup glamour dan kemewahan untuk memenuhi tuntutan Iman. Maka, yang pantas kita jadikan suri tauladan adalah beliau SAW beserta para sahabatnya, bukan artis-artis yang nongol di infotainment tivi. Dan seharusnya kita bercita-cita untuk menjadi insan-insan seperti Mus’ab dan para sahabat Nabi SAW. Yang senantiasa mencurahkan semua pikiran, tenaga dan menghabiskan seluruh hidupnya untuk Islam dan kaum muslimin. Disamping itu, kita musti juga menghormati para alim ulama. Sebab mereka adalah para pewaris nabi. Kalo, berani nge-hina ulama bisa-bisa kuwalat kita dunia akherat. Naudzubillahi mindzalik…[VM]

Penulis : Aziz Rohman (Kru Soeara Pemoeda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here