AS Masukkan HTS ke Daftar Teroris

0
Logo HTS

Utusan Khusus Amerika Serikat ke Suriah, Michael Ratney, baru-baru ini merilis pernyataan terkait kondisi terkini pejuang Suriah. Hai’at Tahrir Al-Syam (HTS), persatuan kekuatan dari sejumlah faksi oposisi Suriah, secara resmi dimasukkan dalam daftar “teroris” menurut AS.

Dalam pernyataan berbahasa Arab tertanggal 10 Maret 2017, Ratney mengatakan bahwa alasan negaranya memasukkan HTS ke daftar teroris karena pemeran utama dalam persatuan berbagai faksi itu Jabhah Nusrah. Seperti diketahui, Jabhah Nusrah yang juga pernah berevolusi menjadi Jabhah Fath Al-Syam merupakan cabang Al-Qaidah.

“Hai’ah Tahri Al-Syam adalah kekuatan marger. Setiap yang melebur dengannya menjadi bagian dari jaringan Al-Qaidah di Suriah,” kata Ratney.

Dia menuduh, pemilik kekuasan sebenarnya dalam HTS adalah Abu Muhammad Al-Jaulani. Dia yang mengendalikan operasi. Tujuannya, tuding Ratney, ‘menculik’ revolusi. Adapun pejabat lainnya di HTS hanyalah hiasan, seperti Abu Jabir Al-Syaikh selaku pemimpin HTS.

Ratney yang militernya tidak pernah menargetkan rezim Assad ini juga menuding Jaulani dan anggotnya bersembunyi seperti anak-anak di dalam tubuh revolusi kemudian menelannya dari dalam. Menurutnya, Jaluani dan anggotnya penyebab utama rakyat Suriah tidak menang.

Lebih lanjut, pernyataan yang nampaknya ditujukan untuk memperingatkan faksi-faksi oposisi terhadap HTS tersebut menuduh para komandan Jabhah Nusrah yang menjabat di tubuh HTS masih memegang jalan Al-Qaidah dan tujuannya. Mereka masih membai’at Aiman Adz-Dzawahiri namun terus berupaya membantah dengan kebohongan.

Pernyataan itu menekankan bahwa AS akan menindak Al-Qaidah di Suriah seperti menindak ISIS. Di akhir, Ratney menegaskan bahwa anggota Al-Qaidah adalah musuh AS, “bukan warga Sunni dan umat Islam”.

Seperti diketahui, AS telah memasukkan Jabhah Nusrah ke daftar teroris pada awal 2012. Hal itu dikuatkan dengan putusan PBB pada 30 Mei 2013.

Jabhah Nusrah sendiri menyatakan memisahkan diri dari Al-Qaidah dan mengubah nama menjadi Jabhah Fath Al-Syam. Jaulani mengambil putusan ini setelah banyak desakan dari warga Suriah dan demi mengambil maslahat lebih besar.

Hai’ah Tahrir Al-Syam sendiri merupakan peleburan dari sejumlah faksi besar Suriah. Tak hanya Islamis, faksi yang sebelumnya pernah bekerja sama dengan AS juga masuk dalam persatuan ini.

Perlu dicatat, AS berulang gagal menggulirkan strategi menggalang faksi bersenjata oposisi Suriah. Sejumlah faksi yang pernah ikut program pelatihan militer AS selalu berhasil dilemahkan oleh para jihadis beberapa saat setelah masuk kembali ke Suriah. Selain itu, oposisi pro AS mayoritas berada di berbatasan Turki, jauh dari front pertempuran dengan rezim. [Aranews.org/Kiblat]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here