Membaca, Mengerti dan Memahami Al Qur’an (Renungan bagi yang Buta Huruf Faham Al Quran)

0

Membaca artinya melafalkan ayat ayat al Quran sesuai dengan hukum-hukum tajwid. Benar dalam makharijul huruf (tempat keluarnya huruf) dan fasih atas sifat sifat huruf. Firman allah SWT. (أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا) “atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan.” (Al Muzammil 4). Ini adalah tahap awal.

Dahulu kita hanya mengenal metode “al Baghdad” yang diawali dengan mengenal huruf a, ba, ta, tsa, jim, dan seterunya. Setelah ditemukannya metode “iqra” bisa dikatakan terjadi revolusi metode membaca al Quran. Alhamdulilah. Begitu mudah dan banyak berkembang metode berikutnya yang berperang penting dalam memberantas juta huruf membaca al Quran. Tinggal mufashahat dalam langkah ini yang harus disempurnakan.

Peran ustadz atau guru mengaji memang sangat penting. Karena metode ini sejatinya harus disampaikan dengan “talaqqiy”. Langsung berhadapan antara guru dan murid. Jika ada kesalahan makharij atau shifat huruf langsung dibenarkan.

Tahap yang kedua adalah mengerti makna al Qur’an. Ini terasa langkah yang masih jarang. Termasuk bisa menulis huruf huruf dari al Quran. Jujur saja, kebanyakan kaum muslimin masih minim bisa mengerti — dan menulis– Al Quran. Kaum muslimin masih banyak yang “buta huruf” dalam mengerti dan menulis al Quran.

Jujur saja juga bahwa kebanyakan kaum muslimin sudah “berpuas diri” setelah bisa membaca Al Quran. Seolah mengerti makna Al qur’an adalah kewajiban mereka yang di pesantren. Hatta dia seorang yang memiliki kedudukan yang baik secara akademik. Pangkat dan gelar  boleh saja guru besar atau Profesor, namun tetap buta huruf mengerti dan menulis Al Quran. Menyedihkan memang. Namun inilah realitas yang ada. Sehingga langkah kedua ini sejatinya harus menjadi perhatian semua pihak.

Mainset Al Quran sekedar bacaan harus benar benar dikubur. Al quran adalah petunjuk hidup yang mesti dimengerti dan dipahami. Firman Allah SWT.

(ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ)

“Kita ini, yakni al Quran tidak ada keraguan padanya, sebagai petunjuk bagi orang orang yang bertakwa” [Surat Al-Baqarah 2]

Bagaimana mungkin menjadikan Al Quran sebagai petunjuk hidup, namun tidak bisa mengerti dan memahami makna dari petunjuk tersebut. Termasuk dalam ibadah, sejatinya seorang muslim mengerti dan memahami benar makna dari kata kata yang diucapkan dalam shalat. Jangan sampai kualitas shalat kita bagaikan shalat orang yang mabuk dikarenakan kita tidak faham makna yang kita baca. Firman Allah:

(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقْرَبُوا الصَّلَاةَ وَأَنْتُمْ سُكَارَىٰ حَتَّىٰ تَعْلَمُوا مَا تَقُولُونَ)

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mendekati shalat sementara kalian dalam keadaan mabok, sehingga kalian mengerti apa yang kalian katakan”. [Surat An-Nisa’ 43]

Semoga tahap ini juga ada revolusi metode mengerti dan memahami Al Quran. Mempelajari Bahasa Arab, yang notabene nya bahasa al Quran dan bahasa umat Islam. Metode yang aplikatif bagi kebanyakan kaum muslimin yang “buta huruf” tadi. Bukan cara klasik yang selama ini dirasa sangat sulit, memerlukan waktu khusus, dan sangat terkesan teoritik.

Jika dalam belajar Bahasa inggris kita telah dikenalkan dengan fokus apa yang akan kita pelajari. Apakah untuk keterampilan berbicara, untuk keperluan studi, dan lain sebagainya. Bahasa Arab yang sangat mendesak adalah bahasa arab yang praktis untuk mengerti dan memahami Al Quran dan untuk kesempurnaan ibadah kita. Bukan bahasa arab untuk jadi tenaga kerja ke Arab Saudi. Untuk kesempurnaan mengerti dan memahami al quran adalah dengan tafsir. Ini adalah langkah yang ketiga.

Lafaz lafaz Al Quran  ada yan secara sederhana bisa dimengerti dan dipahami, namun ada yang memerlukan pengetahuan yang mendalam yang meniscayakan kita membuka berbagai kitab tafsir. Sehingga Al Quran bisa dipahami dengan baik dan benar. Demikianlah seharusnya sikap kita terhadap al Quran. Membaca dengan baik, mengerti dan memahaminya, sehingga bisa dengan baik kita mengamalkan Islam. [VM]

Penulis: H. Luthfi H

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here