13 Keluarga Palestina Diungsikan Setelah Terpaksa Menghancurkan Rumahnya

0

13 keluarga Palestina di dearah Bir Ayoub, Silwan diungsikan setelah dipaksa menghancurkan rumah mereka sendiri dalam rangka pendudukan Yerusalem Timur, untuk mendirikan kota Yerusalem Israel.

Hajj Salih Shweik mengatakan pada Ma’an bahwa keluarganya menghancurkan sendiri rumah mereka agar tidak perlu membayar pemerintah kota dalam jumlah besar saat melakukan penghancuran. Pemerintah kota menetapkan bayaran penghancuran sebesar 80.000 shekel (sekitar $21.600 atau Rp. 288.727.000,-), jelas Shweiki.

Para anggota keluarga mulai menghancurkan bangunan rumah menggunakan palu besar dan peralatan kecil lainnya pada Sabtu. Rumah-rumah tersebut dibangun menggunakan batu bata dan seng.

“Saya dihadapkan atas dua pilihan sulit: antara menghancurkan sendiri rumah yang telah menjadi tempat tumbuhnya anak dan cucu-cucu kami sepuluh tahun terakhir ataukah membiarkan buldoser penjajah yang menghancurkan rumah kami beserta seluruh isinya tanpa peringatan dan memaksa kami membayar 80.000 shekel” kata Shweiki. Penggusuran telah ditunda beberapakali selama beberapa tahun dan keputusan akhirnya baru saja dikeluarkan.

“Lonjakan penghancuran yang belum pernah terjadi sebelumnya dari aktivitas penghancuran paksa Israel atas wilayah Palestina yang telah diduduki dan wilayah Israel sendiri menjadikan Silwan sebagai target khusus dengan menutup telinga atas hukum Internasional yang berlaku” Imbuhnya.

“Dibelahan dunia mana ada hukum yang memindahkan penduduk dari rumahnya sendiri? Atau memaksakah mereka untuk menghancurkan rumahnya dengan tangannya sendiri?”

Fakhri Abu Diab, juru bicara komite lokal yang mempertahankan properti Palestina di Silwan, mengatakan kepada Ma’an bahwa “lembaga pendudukan Israel telah melancarkan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Silwan dalam bentuk penyitaan tanah, penghancuran, dan metode lainnya, untuk menekan penduduk asli dan memaksa mereka meninggalkan kota mereka yang berbatasan dengan Masjid Kota tua dan Al-Aqsa, sebagai jalan bagi masyarakat Israel untuk menggantikan mereka. ” [memo/visimuslim]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here