Petisi BAC Meminta Pemerintah Inggris Minta Maaf Pada Palestina Atas Deklarasi Balfour

0

Balfour Apology Kampanye (BAC) telah mengeluarkan sebuah petisi yang meminta pemerintah Inggris untuk meminta maaf atas Deklarasi Balfour yang telah menyebabkan penjajahan atas tanah Palestina yang masih berlangsung hingga hari ini. BAC juga meminta pemerintah Inggris untuk memimpin upaya perdamaian di Palestina.

Kampanye ini digagas oleh Palestina Return Centre (PRC) yang berbasis di Inggris, sebuah organisasi yang mendukung kembalinya pengungsi Palestina ke tanah air mereka. Dalam kampanye, Westminster didesak untuk bertanggung jawab atas kejahatan kolonial di Palestina setelah deklarasi kejinya. Deklarasi Balfour yang dikeluarkan tahun 1917 oleh Lord Arthur Balfour, Menteri Luar Negeri Inggris, telah mengakibatkan pengungsian massal dan abad penderitaan bagi rakyat Palestina.

Menurut para ahli, Deklarasi Balfour tidak memiliki wewenang hukum. Hal tersebut dijelaskan oleh ahli hukum Henry Cattan sebagai hukum yang tidak berlaku, kejahatan moral dan kebijakan politik yang merugikan.

Kampanye BAC mengundang warga Inggris untuk menandatangani petisi yang menekan pemerintah Inggris untuk segera mengambil sikap dan mengaku bertanggung jawab atas pengungsian massal rakyat Palestina, setelah berperan penting dalam pengungsian tersebut.

Dalam pernyataan yang dirilis pada hari Kamis, perwakilan BAC menyatakan: “Kami meminta Pemerintah Ratu Inggris untuk secara terbuka meminta maaf kepada rakyat Palestina karena telah mengeluarkan Deklarasi Balfour. Sebuah kebijakan kolonial Inggris antara tahun 1917-1948 yang menyebabkan pengungsian massal bangsa Palestina. “

Perwakilan BAC menambahkan bahwa “HMG harus mengakui perannya selama Mandat [Liga Bangsa-Bangsa] dan sekarang harus memimpin usaha untuk mencapai solusi yang menjamin keadilan bagi rakyat Palestina.”

Berdasarkan penyataan tersebut, kampanye ini bertujuan untuk mempengaruhi semua lini masyarakat dengan bekerja sama dengan para politisi, anggota parlemen, media massa, LSM, Badan Amal, mahasiswa dan masyarakat demi meningkatkan kesadaran kolonial Inggris di masa lalu dan perannya dalam menciptakan konflik terpanjang selama zaman modern.

“Tidak ada perjanjian dalam sejarah Timur Tengah yang memiliki pengaruh sebesar Deklarasi Balfour pada penderitaan rakyat Palestina saat ini,” jelas perwakilan BAC. “Deklarasi Balfour adalah 67 kata pernyataan yang terkandung dalam surat pendek Menteri Luar Inggris, Lord Arthur Balfour kepada Lord Rothschild, pimpinan Yahudi Inggris, pada tanggal 2 November 1917.”

Deklarasi Balfour berisi dukungan pembentukan tanah air bagi kaum Yahudi di Palestina, tanpa persetujuan dari penduduk negara setempat, yang tak lain mayoritas orang-orang Arab Palestina. Pada saat deklarasi di tahun 1917, 90 persen dari total penduduk adalah orang Palestina. [memo/visimuslim]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here