Ssst, Ada Parade…

0
Oleh : Aufa Ibnu Ahmad Junaidi at Thoyibi
Tensi perpolitikan tanah air sekarang ini benar-benar mendidih. Pasca aksi super damai 212 kini muncul lagi dengan  parade Bhineka Tunggal Ika telah digelar pada Sabtu (19/11/2016) pagi hingga siang hari. Sempat dikabarkan diikuti oleh ratusan ibu orang, hanya ratusan orang yang datang dalam kegiatan itu ternyata sepi peminat, beda klaim dengan fakta.
Isu sebagai perlawanan terhadap aksi bela islam belum selesai hanya sampai disini. Parade “Kami Indonesia” juga terdapat sejumlah partai yang secara jelas, dari awal sampai sekarang, getol mendukung ahok sebagai calon gubernur di DKI Jakarta. Koalisi partai pendukung ahok ini, dapat kita saksikan dalam atribut-atribut yang mereka bawa . Terlebih, sejumlah tokoh viral seperti Surya Paloh ketua umum partai Nasdem, Budiman Sujatmiko tokoh partai PDIP, serta sejumlah pengusaha penting yang meliputi Agung Sedayu Group, Arta Graha Group, dan Agung Padomoro turut juga mensponsori pagelaran hari ini.
Sebelum Parade Bhineka Tunggal Ika digelar, sempat beredar pesan di media sosial bahwa acara itu akan diikuti ratusan ribu orang. Hingga, muncul anggapan bahwa kegiatan itu merupakan tandingan dari Aksi Bela Islam II yang dilaksanakan 4 November lalu.
Sejumlah foto dan informasi seputar acara itu pun segera tersebar di dunia maya. Gambar seputar peserta bayaran hingga taman yang rusak saat acara beredar di tengah-tengah netizen, menyertai berita kegiatan yang digadang-gadang akan berlangsung meriah itu. Tak ketinggalan, bermunculan pula meme-meme terkait Parade Bhineka Tunggal Ika.
Aksi bertajuk ‘Kita Indonesia’ di Jalan Sudirman hingga Bundaran Hotel Indonesia mendapat kritikan. Politikus Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menilai kesan kuat yang muncul dari Aksi 412 merupakan upaya kembali membuat tandingan terhadap Aksi Bela Islam yang terus membesar dan meluas dukungannya. 
Maka itu, aksi 412 itu menurut dia perlu menjadi perhatian dan catatan buat semua pihak terhadap Pemerintah Jokowi dan pendukungnya saat ini. Dia mengatakan, setelah berbagai upaya penggembosan berkali-kali dan dimana-mana dilakukan terhadap Aksi Bela Islam yang gagal, termasuk Parade Bhinneka Tunggal Ika, sekarang pemerintah mencoba lagi dengan Aksi 412. (okezone.com, 4/12/16)
Pengurus Besar Humpunan Mahasiswa Islam (PB-HMI) menyayangkan adanya massa Parade Kita Indonesia, pada Ahad (4/12/2016) di Car Free Day seputar kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) yang menggunakan atribut HMI secara ilegal.
“Sangat disayangkan ketika terdapat pencatutan nama dan atribut-atribut Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) berukuran raksasa berkibar di depan panggung utama parade tersebut,” tulis rilis yang ditandatangani Ketua Umum HMI, Muladi P Tamsir, sesaat setelah aksi usai.
Pengurus HMI mengaku akan menyelidiki pihak yang telah melakukan pencatutan simbol HMI. Jika pihak tersebut adalah internal organisasi, maka HMI akan memberikan sanksi organisasi secara tegas. Namun, jika kemudian ditemukan pihak di luar organisasi, HMI mengaku akan melaporkannya ke pihak yang berwajib.
Sungguh, di mana-mana ada upaya-upaya menyakiti kaum Muslim dengan menimpakan banyak ketidakadilan dan penindasan. Kami memohon kepada Allah SWT untuk membantu para pejuang yang mukhlis dalam rangka menyukseskan agenda penegakan syariah Islam secara kaffah dengan bantuan dari sisi-Nya. Dimana kaum Muslim akan membersihkan kehidupan dari kekejian dan kotoran, juga akan menegakkan bangunan-bangunan keadilan dan kebaikan untuk semua makhluk agar manusia kembali menjadi saudara seagama atau kemanusiaan. [VM]
SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here