Kongres Ibu Nusantara Kab. Gowa

0
VisiMuslim, Gowa – Memasuki akhir tahun, Muslimah Hizbut Tahir Indonesia (MHTI) kab. Gowa untuk pertama kalinya menyelenggarakan, Kongres Ibu Nusantara(KIN), Ahad (25/12/2016). KIN merupakan agenda tahunan MHTI dan khusus tahun ini, diselenggarakan secara serantak di 83 kota se-Indonesia. Mengusung tema nasional ‘Negara Soko Guru Ketahanan Keluarga’, KIN di Kab.Gowa ini, dihadiri lebih dari 750 perempuan dari kalangan ibu rumah tangga, aktivis mahasiswa, muballighah, tokoh intelektual, ormas Islam dan insan pers lokal.
Agenda KIN Gowa yang dilaksanakan di Gd.H.Bate jl.Tumanurung Sungguminaaa ini, dimeriahkan dengan berbagai pernak-pernik khas peradaban islam di spot expo menambah antusiasme peserta KIN. Selanjutnya, acara pun dibuka dengan lantunan surah An-Naba oleh hafidzah-hafidzah cilik ini, menambah antusiasme peserta dalam KIN di Kab.Gowa Hadir sebagai pembicara pertama, ustadzah Hafsah Ummu Ubay, mengungkap fakta bagaimana nilai-nilai kebebasan menghancurkan ketahanan keluarga.
Atas dasar pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender, Negara mengarahkan kaum ibu yang seharusnya dirumah, untuk ikut berjibaku membantu perekonomian kelurga. Hingga akhirnya kaum wanita masuk kedalam arus feminisme ini karena didorong himpitan ekonomi. Hal ini jelas bukan solusi karena memicu munculnya berbagai masalah lainya seperti eksploitasi perempuan, pelecehan seksual, dan depresi sosial.
Kemudian, dihadapan ratusan peserta KIN Gowa, dengan penuh semangat, Ustadzah Idawati Arsyad S.Pdi sebagai pembicara kedua dan juga sekaligus Ketua DPD II MHTI Kab.Gowa, membahas seputar sistem pendidikan yang diadopsi oleh negara saat ini, yakni sistem pendidikan yang berasas pada pemisahan agama dari kehidupan/sekulerisme. Bongkar pasang kurikulum, permen full day school , adalah sederetan upaya telah dilakukan di system pendidikan kita untuk menghasilkan output yang berkualitas dan berbudi pekerti luhur namun justru hanya mengahsilkan generasi yang individualis. Hal tersebut dikarenakan lemahnya visi-misi dari system pendidikan sekuler saat ini. Selanjutnya beliau memaparkan bagaimana gambaran sistem pendidikan islam sebagai solusi. Pendidikan Islam begitu kuat dan kokoh karena kurikulumnya lahir dari aqidah islamiyah. Hasil dri cetakannya pun adalah generasi yang memiliki karakter yang khas karena tujuannya adalah mencetak generasi yang berkepribadian Islam yakni berpola piker dan pola sikap islami.
Dalam acara KIN Gowa dibahas juga, sistem ekonomi. Ummu a’lam sebagai pembicara ketiga, memaparkan negara seharusnya sebagai pilar utama dalam mensejahterahkan rakyatnya. Tapi inipun terabaikan pada hari ini sebab negara dalam sistem kapitalisme ibarat pedagang. Negara membisniskan kebutuhan komunal dan menjual fasilitas layanan umum.
Adapun pembicara ke-4 yaitu ustadzah Hariany Ummu Rifqi, memaparkan bagaimana hukum saat ini begitu lemah. Berbagai kasus pemerkosaan yang disertai pembunuhan ditambah orang tua yang membunuh anaknya akibat depresi himpitan ekonomi terus menghiasi berita-berita di TV. Disisi lain, korupsi semakin menggila di negeri ini, menunjukkan hukum dinegeri kita sangat bermasalah.
Beliau lebih lanjut menjelaskan, bahwa system hukum dalam Islam begitu adil dan menenangkan. Fungsi sanksi dalam Islam ialah sebagai Upaya Pencegahan (Zawajir) karena sanksi akan mencegah orang-orang untuk melakukan tindakan dosa dan kriminal. Dan Sebagai Sebagai Penebus Dosa (Jawabir) ,karena sanksi yang dijatuhkan akan menggugurkan sanksinya di akhirat kelak. Misalnya Hukuman cambuk 100 jilid bagi pelaku perzinahan yang belum bersuami dan rajam hingga mati jika telah menikah serta bagi pelaku korupsi ialah potong tangan bahkan sampai hukuman mati. Namun semua keadilan dalam persanksian Islam hanya bisa dirasakan jika aturan Isalam diterapkan secara sempurna dalam bingkai Negara Khilafah.
Meskipun suasana gedung yang terasa semakin panas karena penuh sesak, namun peserta tetap menikmati jalannya KIN GOWA, bahkan dengan penuh semangat ratusan peserta ini, mengucapkan komitmen peserta KIN, yang dipimpin langsung oleh ustadzah Idawati Arsyad, SPdI. Acara KIN Gowa pun semakin meriah dengan penampilan tim nasyid cilik dan musikalisasi puisi dari penampilan panitia acara.
Acara KIN di Kab.Gowa kemudian ditutup dengan pembacaan do’a. Dalam penuh kekhusyukan para peserta meminta pada Dzat Yang Maha Esa agar menganugerahkan kepada mereka anak-anak sholeh dan sholihat dan meminta diberi kemampuan agar mampu menjadi ibu pendidik dan pencetak generasi berkualitas dan dapat berkontribusi agar syariat Islam dapat diterapkan secara sempurna. Aamiin. (Nh11)[VM]
SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here