BBM Naik, Penduduk Miskin Tambah 40 Juta Jiwa

0
Sebanyak 40 Juta rakyat Indonesia akan masuk dalam kategori rentan miskin akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Meski hanya naik Rp2.000 namun akan berimbas pada naiknya Inflasi sebesar 3 persen otomatis akan melemahkan daya beli masyarakat.
Ketua Komisi VI DPR RI, Ahmad Hafisz, mengatakan imbas dari kenaikan harga BBM akan mempengaruhi harga-harga bahan pokok. Akibatnya, daya beli masyarakat akan tergerus.
Ilustrasi Penduduk Miskin
“Ada 29 Juta rakyat miskin dan 70 Juta rakyat rentan miskin. Harga BBM bersubsidi naik Rp2.000 maka inflasi akan naik 3 persen. Sehingga 70 Juta rakyat rentan miskin menjadi miskin sekitar 40 Jutaan, dan jumlah rakyat miskin akan menjadi 69 Juta,” jelasnya di Surabaya, Kamis (20/11/2014).
Jumlah tersebut, diklaim lebih banyak daripada suara Jokowi-JK di Pilpres pada Juli 2014 lalu. Artinya, dampaknya sangat luas bagi seluruh rakyat Indonesia.
Oleh karena itu, dia menilai kebijakan untuk menaikkan harga BBM ini, dianggap sebagai langkah menanggulangi kebijakan fiskal oleh pemerintah. Asumsi tersebut, merupakan langkah yang keliru karena beban fiskal itu dibebankan kepada rakyat miskin.
“Dengan menaikkan harga BBM, seolah-olah pemerintah lepas tangan dalam menanggulangi kebijakan fiskal yang seharusnya menjadi tanggung jawabnya penuh, bukan dibebankan kepada rakyat. Ini tidak adil dan tindakan pro kapitalis dan neo-liberal,” tambahnya. [okezone/visimuslim.com]
SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here