Menghapus Identitas Islam dengan Slogan “Islam Moderat” - Visi Muslim Media

Artikel Terbaru

 photo Master Mitra Jasa Teknik_zpsc7ntdbto.png

Menghapus Identitas Islam dengan Slogan “Islam Moderat”

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan Islam di Indonesia merupakan Islam jalan tengah. Islam moderat yang memiliki ciri-ciri pergaulan hidup yang berbeda dengan Islam di Timur Tengah. “Islam jalan tengah, Islam moderat. Islamnya sama, tapi gaya hidupnya, pergaulannya lebih kepada suatu yang dapat bersama berdampingan secara sesama agama maupun dengan agama yang lain dengan baik” katanya, dalam kuliah umum di IAIN Manado, Minggu (23/4). (merdeka.com)

Begitulah isi dari pidato Yusuf Kalla ketika menghadiri kuliah umum di IAIN Manado. Dari apa yang disampaikan oleh beliau, tersurat bahwa islam di indonesia berbeda dengan Islam di Timur Tengah. Indonesia mengambil jalan tengah sebagai agama yang kompromi dengan agama yang lain. Menjunjung keberagaman agama dan budaya bangsa. Opini ini diluncurkan dengan tujuan membendung ghiroh keislaman yang mulai muncul dalam diri umat. Sebagaimana banyaknya muslimah yang berpakaian syar’i, dikenalkannya panji-panji rasulullah yang bertuliskan syahadat, ataupun seruan-seruan untuk mewujudkan islam kaffah dalam bingkai khilafah serta istilah istilah yang lainnya. Umat islam semakin faham tentang keislaman nya. Mereka menyadari wajibnya berislam secara menyeluruh, berjuang untuk melanjutkan kehidupan islam. Namun kesadaran ini tidak selaras dengan pemerintah. Berbagai macam upaya telah dilakukan, bukan untuk membela islam namun untuk mencitra burukkan islam. Mereka menjadikan panji-panji rasulullah sebagai panji-panji para teroris. Menjadikan pembela islam yang menuntut keadilan penista agama ditunggangi dengan gerakan – gerakan radikalisme. Menegatifkan ide khilafah dan jihad. Serta masih banyak lagi upaya lainnya. Upaya – upaya tersebut terlihat dilakukan secara sistematis oleh pemerintah. Dengan adanya pencitra burukan ini diharapkan mampu menghapus gambaran islam kaffah dalam diri umat.

Dengan kondisi multicultural yang ada di Indonesia. Islam moderat ditawarkan sebagai obat penawar bagi keberagaman. Masalah-masalah kebhinekaan, perdamaian, kemiskinan dan kemajuan bangsa dapat diselesaikan dengan penerapan islam jalan tengah. Bahkan indonesia dijadikan pusat orbit percontohan islam moderat di dunia.

Sungguh disayangkan stetmen stetmen seperti ini keluar dari para penguasa dan pemuka masyarakat. Mereka adalah panutan umat, apa yang mereka sampaikan akan menjadi representasi pemikiran dan pandangan masyarakat pada umumnya. Ditambah lagi peran media, hari-hari ini terlihat jelas bahwa berita – berita yang disiarkan sarat dengan kepentingan dan pesanan. Seakan klop sudah antara pemerintah dan media, semuanya sepakat ingin menjadikan islam moderat sebagai identitas islam indonesia. Upaya ini terlihat begitu sistematis, terarah dan rapi.

Sebagai muslim yang beriman tentunya kita harus bisa membedakan mana kebenaran dan kesalahan. Islam diseluruh dunia disatukan dengan al qur’an dan assunnah. Sehingga cukup dua hal itu yang dijadikan pedoman bagi umat islam. Tidak ada bedanya umat islam di Timur Tengah dan di Indonesia. Sebagaimana sabda rasulullah :

”Janganlah kamu sekalian saling mendengki, saling menipu, saling memarahi dan saling membenci. Muslim yang satu adalah bersaudara dengan muslim yang lain. Oleh karena itu, ia tidak boleh menganiaya, membiarkan, dan menghinanya. Takwa itu ada di sini [Rasul menunjuk dadanya tiga kali]. Seseorang itu cukup dianggap jahat bila ia menghina saudaranya sesama muslim. Setiap muslim yang satu terhadap muslim yang lain itu haram mengganggu darahnya, hartanya, dan kehormatannya.” (HR Muslim).

Sehingga umat islam itu satu. Dan kita tidak perlu membedakan islam di Timur Tengah dengan di Indonesia. Selain itu islam adalah agama yang menyeluruh, tidak bisa diambil sebagian dan dibuang sebagian karena Allah telah memerintahkan didalam Al-Qur’an

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
[البقرة/208]

“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian kepada Islam secara kaffah (menyeluruh), dan janganlah kalian mengikuti jejak-jejak syaithan karena sesungguhnya syaithan adalah musuh besar bagi kalian.” [Al-Baqarah : 208]

Karena ayat diatas, maka sebagai umat yang beriman sudah selayaknya kita menjalankan islam secara total, baik dalam kehidupan pribadi, maupun dengan masyarakat. Tidak ada istilah jalan tengah dalam islam islam, itu hanyalah istilah dari orang orang yang mengambil jalan kompromi (kapitalisme).

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud membedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: “Kami beriman kepada yang sebagian dan kami kafir terhadap sebagian (yang lain)”, serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir), merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan.” (QS. an-Nisa: 150-151)

Sehingga kita tidak mudah terpengaruh dengan istilah islam moderat (islam jalan tengah). Sebagai muslim yang beriman kita tetap berusaha untuk menjalankan islam secara menyeluruh. Tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu negatif tentang islam. Sudah selayaknya umat islam bersatu dan mengalahkan politik perpecahan yang sengaja disembuhkan oleh musuh – musuh islam melalui saudara seiman.

Penulis : Henyk Nur widaryanti S. Si, M. Si (Dekan Fakultas Teknik Universitas Soerjo Ngawi)

The post Menghapus Identitas Islam dengan Slogan “Islam Moderat” appeared first on Visi Muslim Media.

BACA JUGA :

KOMENTAR ANDA:

Daftarkan Email Anda dan Dapatkan Update Terbaru Kami:

0 Response to "Menghapus Identitas Islam dengan Slogan “Islam Moderat”"

close