Islam (Tanpa Moderat) Saja - Visi Muslim Media

Artikel Terbaru

 photo Master Mitra Jasa Teknik_zpsc7ntdbto.png

Islam (Tanpa Moderat) Saja

Dua tahun lalu, Jokowi menegaskan bahwa Islam di Indonesia merupakan Islam moderat. “Sebagai negara Islam moderat Indonesia tidak ada kompromi dengan radikalisme dan ekstremisme,” kata Presiden Jokowi dalam wawancara khusus dengan Antara di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/4)(Republika.co.id). Tahun ini Indonesia dengan Islam moderatnya mendapat pujian oleh Mike Pence, Wakil Presiden Amerika Serikat. “Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar, Islam moderat di Indonesia, sejujurnya menurut saya, adalah inspirasi bagi seluruh dunia,” ungkap Pence, seperti dilaporkan Asian Correspondent, Jumat 21 April 2017.

Ada Apa dengan Islam Moderat?

Sejatinya Islam moderat bukanlah suatu prestasi atau label yang harus dimiliki oleh Islam Indonesia. Namun stigma dengan sebutan Islam moderat seolah-olah bermakna positif apalagi adanya sanjungan dari negara barat. Islam moderat senantiasa digambarkan sebagai Islam yang toleran, bisa bekerjasama, dan hidup bersama serta berdampingan dengan sesama maupun antar agama. Islam moderat disebut juga Islam jalan tengah, sebagaimana disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam kuliah umum di IAIN Manado, Ahad (23/4), “Islam jalan tengah, Islam moderat. Islamnya sama, tapi cara gaya hidupnya, pergaulannya lebih kepada suatu yang dapat bersama berdampingan secara sesama agama maupun dengan agama yang lain yang baik. (republika.co.id)

Istilah moderat (jalan tengah) berasal dari trauma barat atas agama – Kristen-. Ide ini, jalan tengah, diambil untuk menyelesaikan sengketa antara pihak gereja dengan pemikir (filosof). Pihak gereja memandang bahwa agama – Kristen – layak untuk mengatur urusan kehidupan, sedangkan para pemikir (filosof) memandang sebaliknya. Hasil akhirnya diambillah kompromi atau jalan tengah atau moderat. Keberadaan agama – Kristen – tetap diakui tapi untuk mengatur urusan interaksi manusia dengan Tuhan saja tanpa turut campur dalam persoalan kehidupan. Sedangkan urusan kehidupan diserahkan kepada akal manusia sepenuhnya.

Inilah dasar pemahaman barat yang dijadikan akidah dari ideologi mereka yaitu sekulerisme, ide pemisahan agama dari kehidupan. Berlandaskan dasar inilah yang menyebabkan barat bangkit dan terus berupaya menyebarkan pemahaman ideologinya termasuk moderat dalam beragama kepada negara-negara lain di dunia dengan jalan penjajahan.

Islam moderat sebagai Alat

Istilah Islam moderat sering dikonfrontasikan dengan Islam radikal. Kelompok yang dicirikan memiliki pandangan politik dan keagamaan Islam yang ekstrim, diantaranya upaya untuk menegakkan khilafah sebagai satu-satunya sistem politik yang absah. John Esposito menyatakan perbedaan signifikan antara radikal dan muslim moderat adalah kelompok radikal merasa bahwa barat mengancam mereka dan berupaya mengontrol pandangan hidup mereka. Sementara kelompok moderat sangat bersemangat membangun hubungan dengan barat melalui pembangunan ekonomi. Bagi barat kelompok Islam radikal membahayakan mereka karena bermaksud memperoleh kejayaan Islam yang telah hilang dan menyingkirkan mereka.

Oleh karena itu barat merasa aman keberadaan dan kepentingannya bersama Islam moderat. Maka berbagai strategi dilancarkan untuk mengubah dunia Islam melalui Islam moderat. Tujuannya satu yaitu menjauhkan umat Islam dari hakikat Islam yang sesungguhnya dengan penerapan syariah dan khilafah.

Islam Satu, Islam Rahmatan Lil Alamin

Islam hanya satu. Islam tidak mengenal dikotomi Islam moderat dan Islam radikal. Demikian pula hukum-hukum Allah datang dalam batas yang tegas tanpa kompromi atau jalan tengah. Dan sebagai muslim yang meyakini Islam sebagai akidahnya diperintahkan untuk masuk Islam secara kaffah tanpa pilihan kompromi dalam menjalankan syariatnya. Sebagimana firman Allah dalam QS Al-Baqarah 208.

Tidak layak sebagai umat Islam berkompromi dengan hal-hal yang tidak sesuai dengan Islam. Islam hanya satu. Dikotomi atau perbedaan hanyalah ulah musuh-musuh Islam yang tidak menginginkan kembalinya kebangkitan Islam dalam Khilafah dan penerapan syariatnya yang sempurna. Wallahu’alam bis showab. [VM]

Penulis : dr. Erwina Mei Astuti, Sp. A (aktivis MHTI Jombang)

The post Islam (Tanpa Moderat) Saja appeared first on Visi Muslim Media.

BACA JUGA :

KOMENTAR ANDA:

Daftarkan Email Anda dan Dapatkan Update Terbaru Kami:

0 Response to "Islam (Tanpa Moderat) Saja"

close