7 Langkah Mendidik Anak Cinta Panji Rasulullah - Visi Muslim Media

Artikel Terbaru

 photo Master Mitra Jasa Teknik_zpsc7ntdbto.png

7 Langkah Mendidik Anak Cinta Panji Rasulullah

Mendidik anak usia dini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Orang tua membutuhkan ilmu dan kreatifitas tinggi untuk menjadikan mereka generasi khoiru ummah. Masa keemasan (golden age) anak usia dini, otak mereka mengalami perkembangan yang pesat dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Maka tidak mengherankan jika mereka aktif bertanya ini itu dan akan mengejar jawaban hingga memuaskan rasa keingintahuannya.

Selain itu anak usia dini merupakan pembelajar sejati. Ia akan menggunakan semua inderanya untuk mengenal dirinya, alam semesta dan kehidupan. Pendidikan diarahkan untuk menstimulus akal, naluri dan kebutuhan jasmaninya. Pendidikan keimanan dengan menstimulus akal anak untuk mencintai Allah dan Rasulullah. Mencintai Allah dengan menaati perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Mencintai Rasulullah dengan meneladani Beliau dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu dari sekian yang patut diteladani yaitu mensyiarkan panji Rasulullah. Lalu bagaimana cara menumbuhkan kecintaan anak usia dini pada panji Rasulullah. Berikut ada 7 tahap yang bisa ditempuh pendidik.

Pertama, pahamkan bahwa manusia hidup di dunia ini untuk beribadah kepada Allah. Siapa Allah? Dia adalah pencipta dan pengatur alam semesta, manusia dan kehidupan.

Kedua, Pahamkan bahwa Allah mengutus Muhammad sebagai nabi dan rasul untuk mengajak manusia beribadah kepada Allah. Rasulullah dijadikan teladan bagi muslim. Ajak anak menghafalkan surat Al-Ahzab ayat 21 :

لقد كان لكم في رسول الله اسوة حسنة

Artinya:“Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu..”

Ketiga, pahamkan bahwa Rasulullah memiliki panji berupa al-Liwa’ dan ar-rayah. Apa itu? ajak anak menghafalkan hadis riwayat ath-Thabrani

«كَانَتْ رَايَةُ رَسُولِ اللَّهِ سَوْدَاءَ وَلِوَاؤُهُ أَبْيَضُ، مَكْتُوبٌ عَلَيْهِ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ»

Artinya:“Panji (rayah) Rasulullah berwarna hitam dan bendera (liwa)nya berwarna putih, tertulis padanya Laa ilaaha illa Allah Muhammad Rasulullah.”

Pendidik sambil membawa al-liwa menjelaskan ini al-liwa panji yang berwarna putih bertuliskan Laa illaaha illa Allah Muhammad Rasuluah. Bendera ini lah yang dibawa Rasulullah saat fathul makkah (membebaskan kota Makkah).

Dilanjutkan pendidik membawa Ar-rayah sambil menjelaskan ini panji Rasulullah berwarna hitam, bertuliskan Laa illaha illaa Allah Muhammad Rasulullah. Panji ini yang diserahkan Rasulullah kepada Ali bin Abi Thalib saat perang Khaibar.

Keempat, pahamkan bahwa para sahabat sangat mencintai panji Rasulullah. Sebutlah contohnya Mush’ab bin Umair. Berceritallah tentang kepahlawanan Mush’ab bin Umair saat perang Uhud. Mush’ab diberi Rayah oleh Rasulullah. Kemudian Mush’ab memegang Rayah di tangan kanannya dan pedang di tangan kirinya. Saat perang berkecamuk dengan dahsyatnya. Ia mengacungkan Rayah setinggi-tingginya dan bertakbir. Ia maju menuji musuh. Lalu datanglah musuh berkuda bernama Ibnu Qumaiah yang memotong tangan kanannya hingga putus. Dengan cepat tangan kiri Mush’ab mengambil Rayah dan berkata “Muhammad itu tiada lain hanyalah seorang Rasul, yang sebelumnya telah didahului oleh beberapa Rasul.”

Kemudian musuh menebas tangan kirinya hingga putus. Mush’ab membungkuk ke arah Rayah, lalu dengan pangkal lengan meraihnya ke dada sambil mengucapkan : “Muhammad itu tiada lain hanyalah seorang Rasul dan sebelumnya telah didahului oleh beberapa Rasul.” Kemudian orang berkuda itu menyerang Mush’ab lagi dengan tombak dan menusukkannya hingga tombak itu patah. Mush’ab gugur dan Rayah jatuh. Kemudian Rayah dipegang oleh Abu ar-Rum bin Harmalah hingga tiba di Madinah.

Pahamkan bahwa Mush’ab gugur sebagai syuhada. Ia akan masuk surga yang dijanjikan Allah. Apakah anak-anak ingin masuk Surga?

Kelima, pahamkan bahwa tulisan yang ada al-liwa’ dan ar-rayah adalah kalimat tauhid. Sebagai pembeda antara muslim dan kafir. Orang Islam yang taat kepada Allah akan masuk surga dan orang kafir yang tidak beriman kepada Allah akan masuk neraka. Jadi seorang muslim cinta kepada panji Rasulullah. Taat kepada Allah dan meneladani Rasulullah.

Keenam, Libatkan anak pada aktivitas dakwah mengenalkan panji Rasulullah. Anak akan semakin cinta dan bersemangat untuk mendakwahkan panji Rasulullah kepada orang lain.

Ketujuh, Tempel al-liwa’ dan ar-rayah di dinding kamar tidurnya. Hiasi disekitar panji dengan bentuk-bentuk yang ia sukai. Misalnya bentuk bunga, bintang dan lain-lain. Ajak anak ikut menghias kamarnya. In syaa Allah akan menjadikan anak ingat dan cinta dengan panji Rasulullah.

Itu beberapa langkah yang bisa ditempuh pendidik menanamkan cinta panji Rasulullah kepada anak-anak usia dini. Selamat mencoba. [VM]

Penulis : Priani, S.Pd

The post 7 Langkah Mendidik Anak Cinta Panji Rasulullah appeared first on Visi Muslim Media.

BACA JUGA :

KOMENTAR ANDA:

Daftarkan Email Anda dan Dapatkan Update Terbaru Kami:

0 Response to "7 Langkah Mendidik Anak Cinta Panji Rasulullah"

close