Waspadalah…Waspadalah! - Visi Muslim Media

Artikel Terbaru

 photo Master Mitra Jasa Teknik_zpsc7ntdbto.png

Waspadalah…Waspadalah!

Kita umat Islam patut waspada, terhadap segala upaya politik adu domba terus eksis sepanjang periode penjajahan dan bermetamorfosis dalam berbagai variasi dan bentuk. Kita juga mengecam kriminalisasi terhadap ulama dan ormas Islam. Segala usaha sistematis mecari-cari kesalahan dengan tujuan untuk bisa mempidanakan para ulama dan pembubaran ormas Islam. Tindakan kriminalisasi itu jelas merupakan sebuah kedzaliman. Ini harus segera dihentikan, tidak boleh diteruskan karena mendzalimi ulama dan ormas Islam sama saja menghalangi dakwah Islam. Jelas ini sebuah tindakan yang melanggar hak warga negara yang dilindungi oleh undang-undang. Secara syar’iy, setiap tindakan dzalim.

Amerika mendukung kaum tradisionalis dalam menentang kaum fundamentalis dengan menerbitkan kritik-kritik kaum tradisionalis terhadap ekstremisme kaum fundamental serta mendorong perbedaan antara tradisionalis dengan fundamentalis, mencegah aliansi tradisionalis dengan fundamentalis, memasukan profil modernis ke dalam kelompok tradisionalis dan melakukan diskriminasi antara sektor-sektor tradisionalis yang berbeda dengan fundamentalis.

Cara berikutnya adalah dengan mengkonfrontir dan menentang kaum fundamentalis, secara selektif mendukung kaum sekular dan mendorong pengakuan terhadap fundamentalisme sebagai musuh bersama, dengan mematahkan kekuatan anti-Amerikanisme sekaligus mendorong nasionalisme; mendorong ide bahwa agama dan negara juga dapat dipisahkan dalam Islam dan bahwa hal ini tidak membahayakan keimanan tetapi malah akan memperkuatnya; serta mencemari dan mengancam kelompok yang memperjuangkan hal tersebut (Rand Corporation, Civil Democratic Islam: Partners, Resources and Strategies).

Saat ini umat Islam harus menyadari bahwa musuh-musuh Islam tidak akan tenang dan senang bila umat Islam bersatu dalam satu barisan yang kokoh melawan makar para pendengki Islam. Karena mereka sangat paham bahwa kunci kekuatan umat Islam adalah persatuan. Mereka para pendengki Islam telah bersusah payah siang-malam selama berabad-abad demi melenyapkan persatuan hakiki umat Islam yakni institusi negara khilafah Islamiyah di masa silam. Yang puncaknya pada tanggal 3 Maret 1924, institusi khilafah itu dilenyapkan sang pengkhianat, Musthafa Kamal At-Taturk, keturunan yahudi yang disusupkan ke dalam tubuh khilafah oleh Inggris. Sejak saat itulah umat Islam terpecah belah dalam segala aspek kehidupan. Negerinya tercabik-cabik lebih dari 55 negara kecil, semangatnya diliputi paham ashabiyah, nasionalisme, sikap hidupnya terpoles fanatisme golongan dan madzhab, cita-cita tertingginya cinta dunia namun takut mati. Itulah potret buram kaum muslimin hampir satu abad ini.

Sejarah memang mencatat, sebagai respon terhadap keruntuhan Khilafah pada 1924, sebuah komite untuk menyongsong Kongres Khilafah di Kairo dibentuk di Surabaya pada 4 Oktober 1924 yang diketuai oleh Wondosoedirdjo (kemudian dikenal sebagai Wondoamiseno) dari Sarekat Islam dan wakil ketua KH Wahab Hasbullah (salah satu pendiri NU). Pertemuan ini ditindaklanjuti dengan Kongres Al-Islam Hindia III di Surabaya pada 24-27 Desember 1924. Kongres memutuskan untuk mengirim utusan yang harus dianggap sebagai wakil umat Islam Indonesia ke kongres Dunia Islam di Kairo yang terdiri dari Suryopranoto (SI), Haji Fakhruddin (Muhammadiyah) dan KHA. Wahab Hasbullah dari kalangan tradisi. Namun, karena ada perbedaan, maka kalangan pesantren kemudian membentuk Komite Hijaz yang diketuai oleh KH Wahab Hasbullah. Komite inilah yang menjadi pangkal pendirian Nahdlatul Ulama (Kebangkitan Ulama) pada 31 Januari 1926 dengan KH Hasyim Asy’ari sebagai ketua pertamanya.

Agitasi, propaganda, desas-desus, bahkan fitnah sengaja diciptakan Barat untuk menyemai permusuhan di antara kelompok tersebut. Ukhuwah tak lagi terjalin. Yang ada salah satu kelompok –tentunya yang sudah terhasut oleh Barat- semakin getol menyerang kelompok yang memperjuangkan syariat Islam guna memprovokasi mereka agar tak lagi memperjuangkan penegakkan syariah Islam. Cheril Benard mengemukakan bahwa salah satu cara untuk membendung persatuan kaum Muslim adalah dengan membuat perbedaan yang sangat jauh antara kelompok tradisional dengan kelompok fundamentalis. Langkah-langkah ini sengaja dicipatakan sebagai bagian dari langkah Barat, khususnya Amerika dalam perangnya yang sifatnya ideologis.

Kaum Muslim seharusnya menyadari bahwa politik adu domba ini merupakan salah satu strategi Barat untuk melumpuhkan mereka agar meraka tidak bersatu menjadi sebuah kekuatan global yang akan menandingi Barat. Ukhuwah seharusnya dibina. Sudah saatnya kaum Muslim menayamakan paradigma berpikir bahwa musuh yang sebenarnya bukanlah saudara Muslimnya sendiri, melainkan Barat dengan Kapitalismenya.

Untuk itu sudah saatnya seluruh komponen umat Islam harus bersikap jernih, arif, dan bijaksana dalam menyikapi persoalan-persoalan yang sedang dihadapi bersama. Jangan sampai salah sikap dan langkah yang berujung merugikan umat Islam sendiri, ibarat menendang bola ke gawang sendiri, yang justru menguntungkan pihak lawan.

Hendaknya kita tidak mudah terprovokasi dan diadu-domba oleh kafir penjajah yang memang sangat ingin memecah-belah kesatuan umat Islam. Kita pun jangan sampai terdorong untuk memprovokasi dan mengadu-domba sesama Muslim karena Rasulullah saw. bersabda:

Tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu-domba (Mutaffaq ‘alaih).

Rasulullah saw. teladan kita pun telah mengingatkan, bahwa umat Islam tidak akan pernah hancur oleh kekuatan luar yang berasal dari musuh-musuh Islam, kecuali ketika kita sudah saling menghancurkan satu sama lain:

Sungguh, aku telah memohon kepada Tuhanku bagi umatku agar mereka tidak binasa karena wabah kelaparan dan agar musuh dari kalangan selain mereka sendiri tidak dapat menguasai mereka hingga masyarakat mereka terjaga. Sungguh, Tuhanku kemudian berfirman, “Wahai Muhammad, sesungguhnya jika Aku telah menetapkan suatu putusan maka putusan itu tidak dapat ditolak. Sungguh, Aku telah memberimu bagi umatmu bahwa mereka tidak dibinasakan oleh wabah kelaparan dan musuh selain dari kalangan mereka tidak dapat menguasai mereka sehingga masyarakat mereka terjaga sekalipun dikepung dari berbagai penjuru, hingga mereka saling menghancurkan satu sama lain dan saling menawan satu sama lain.” (HR Muslim). [VM]

Penulis : Achmad Fathoni – Jombang (analis politik)

BACA JUGA :

KOMENTAR ANDA:

Daftarkan Email Anda dan Dapatkan Update Terbaru Kami:

0 Response to "Waspadalah…Waspadalah!"

close