Untuk Bangsa yang Sedang jatuh dalam Ilusi Demokrasi - Visi Muslim Media

Artikel Terbaru

 photo Master Mitra Jasa Teknik_zpsc7ntdbto.png

Untuk Bangsa yang Sedang jatuh dalam Ilusi Demokrasi

Bangsa ini sedang mencari solusi, semua telah dicoba. Sejak kemerdekaan secara fisik diperoleh dari tangan Belanda. Sosialisme pernah diterapkan di negeri ini, dengan pelaksanaan nasakom – nasionalisme, agama dan komunisme- sebagai kritik atas demokrasi perlementer pada waktu itu. Sehingga Soekarno mengendalikan parlemen dengan demorasi terpimpinnya. Sehingga meski dalam nasakom yang memadukan ketiga entitas besar, akan tetapi justru komunis yang lebih dominan diterapkan di Indonesia. Bahkan Indonesia pun kemudian melakukan kerjasama ekonomi dalam bentuk poros Jakarta – peking. Dominasi komunisme pun kemudian berakhir kudeta terhadap TNI sebagai penjaga nasionalisme pada tahun 1965. Untuk memuluskan langkahnya komunis melakukan intimidasi dan pembunuhan kepada sejumlah ulama dan santri. Karena entitas agama dalam hal ini Islam yang paling menolak komunisme di Indonesia. Ujung dari komunisme di negeri ini berujung hingga inflasi dan kekacauan nasional.

Setelah rezim berganti, maka kapitalisme menjadi pilhan. Dimulai dari kontrak karya Freeport pada tahun 1967. Atau dua tahun pasca rezim orde baru berkuasa. Pemberian asset asset sumber daya alam yang menguasai hajat hidup rakyat kepada swasta atau asing menjadi ikon penerapan ekonomi kapitalisme di negeri ini. Desain ekonomi Indonesia ditangani oleh mafia Barkeley yang justru menjadikan Indonesia kehilangan sebagian besar potensi kekayaan alam ke luar negeri akibat privatisasi dan swastanisasi. Kapitalisme juga menyebabkan banyak konflik social akibat pemiskinan secara sistematis kepada rakyat. Peristiwa Malari tahun 1975 dan reformasi 1998 adalah cerminan dari pemberontakan rakyat atas hal itu. Kapitalisme yang berelindan dengan sekularisme membuat seluruh sendi-sendi Negara jadi rapuh. Bagaimana negeri ini telah dari sisi ekonomi terus menumpuk hutang LN hingga Rp. 4,215,6 T (Kurs 13.051 per dolar)( http://bit.ly/2mYPU3d). Hingga membuat bangsa ini tidak bisa mandiri dalam menentukan kebijakan-kebijakan strategis. Ekonomi Indonesia menjadi sangat liberal akibat penerapan kapitalisme. Dari sisi social masyarakat bangsa ini menjadi bangsa yang tidak lagi memperhatikan agama dalam interaksinya. Maraknya seks bebas, aborsi, narkoba, tawuran palajar, premanisme, begal dan setumpuk masalah lainnya adalah bukti gagalnya kapitalisme sebagai sebuah solusi.

Di sisi kerukunan umat beragama juga tidak bagus. Ini semua akibat nilai kebebasan dalam sekularisme yang memberikan andil yang besar dalam kerawanan beragama. Kasus pemabakaran masjid di Tolikara, Papua. Kasus kerusuhan Kristen-Islam di Singkil Aceh Selatan, penghinaan adzan di Sumatera Utara hingga kasus penistaaan agama Islam oleh Ahok. Hingga semua memantik kerusuhan dan gesekan dalam umat beragama. Potongan-potongan peristiwa itu seolah menegaskan bahwa kapitalisme demokrasi memang bukanlah solusi. Karena kapitalisme dan demokrasi sendiri adalah system yang cacat sejak kelahirannya di Eropa.

Jika semua solusi yang diterapkan di Indonesia secara empiris telah gagal, maka tinggal satu solsi yang belum pernah dicoba sejak negeri ini merdeka. Yakni Syariat Islam. Islam bukanlah sekedar agama, akan tetapi ideology yang mengatur masalah-masalah ekonomi, politik, social, budayam pemerintahan dan hubungan luar negeri. Akan tetapi sayang nya, ditengah upaya kita mencari sosusi atas negeri ini. Syariat Islam digambarkan sebagai ancaman dan bahaya bagi negeri ini. Memecah belah persatuan dan sebagainya. Justru itu semua dihasilkan dari system yang selama ini diterapkan yakni kapitalisme. Syariat Islam dimonsterisasi dengan gambaran buruk, didefinisikan sebagai Negara teroris penebar kebencian. Sehingga tidak sedikit orang islam yang menolak syariat Islam. Bahkan tidak jarang Al Quran pun jadi sasaran kebencian terhadap islam.

Syariat Islam yang diterapkan oleh Negara sejatinya adalah rahmat bagi seluruh alam jika diterapkan secara sempurna. Islam pun akan menjamin keamanan dan kesejahteraan non muslim sebagaimana islam menjamin keselamatan dan kesejahteraan muslim. Karena islam adalah sebuah system bukan sekedar sebuah agama. Sebagaimana hari ini kapitalisme juga diterapkan kepada semua agama termasuk kepada Islam. Meski kapitalisme lahir bukan dari peradaban islam.

Dan Islam adalah solusi. Dalam ekonomi akan menerapkan system ekonomi yang menjamin kebutuhan asasi rakyat hingga pada individu rakyat. Bukan secara rasio sebagaimanan dalam kapitalisme. Islam juga akan menerapkan system ekonomi yang bersandar pada ekonomi riil. Yang itu semua akan berefek pada pengurangan pengangguran dan kemiskinan. Akan menghentikan investasi asing dan mengelola sumber daya alam secara mandiri. Karena faktanya investasi asing lebih sering merugikan Indonesia.

Dalam social masyarakat, Islam akan menerapkan system social Islam. Yang akan mengkondisikan masyarakat selalu dalam kondisi taqwa kepada Allah. Menggratiskan pendidikan yang berkualitas untuk selurh rakyat. Melarang iklan dan film baik di TV maupu di internet yang memuat dan menampilkan pronografi dan pornoaksi, memudahkan bagi remaja yang sudah balligh untuk menikah, memaksimalkan peran masjid untuk pencerdasan rakyat dengan ilmu dan tsaqafah Islam, melarang pertunjukan dan konser yang penuh dengan ikhtilat dan khalwat, mewajibkan pria dan wanita untuk menutup aurat ketika keluar rumah. Kondisi ini akan menciptakan masyarakat yang sehat dan religious.

Di dalam bidang politik, islam juga akan mewajibkan muhasabah atau amar makruf nahi munkar kepada setiap rakyat kepada penguasa jika dilihat terdapat pelanggaran terhadap Syariat Islam. Selain itu dalam system pemerintahan niscaya akan melahrikan pemerintahan bersih, karena dalam islam menjadi pemimpin tidak dimulai dengan biaya poltik yang mahal, dengan kampanye dan pencitraan. Pengerahan massa pencetakan baliho dan spanduk yang memerlukan biaya besar. Dalam Islam pemilihan pemimpin dilakukan di majelis syura dan dan hanya dilakukan kepada orang yang memenuhi syarat syarat in’iqad sebagai pemimpin. Apatah lagi dalam pemilihan pemimpin daerah, semua diangkat oleh khalifah. Dan semuanya bertanggung jawab kepada khalifah.

Dalam bidang luar negeri. Syariat Islam akan merapkan hubungan bertumpu pada dakwah ke luar negeri. Menjelaskan keagungan syariat Islam kepada Negara Negara sekitar. Hal inilah yang dilakukan oleh para khalifah khalifah sejak meninggalnya Rasulullah. Hingga islam tersebar ke Nusantara.

Dalam budaya islam juga tidak memberangus kebhinekaan, justru islam menjamin keragaman itu. Selain itu Islam Memberikan batasan yang jelas mana yang boleh dan mana yang tidak. Jika budaya yang ada adalah budaya bebas dan porno yang muncul akibat pengaruh liberalism barat maka islam akan melarangnya, jika tidak maka tidak masalah untuk dikembangkan. [VM]

Penulis : Muhammad Ayyubi (DPD HTI Bima )

BACA JUGA :

KOMENTAR ANDA:

Daftarkan Email Anda dan Dapatkan Update Terbaru Kami:

0 Response to "Untuk Bangsa yang Sedang jatuh dalam Ilusi Demokrasi"

close