Trump menghapus Irak dari daftar ‘Muslim Ban’ - Visi Muslim Media

Artikel Terbaru

 photo Master Mitra Jasa Teknik_zpsc7ntdbto.png

Trump menghapus Irak dari daftar ‘Muslim Ban’

Kebijakan imigrasi Presiden Donald Trump yang baru akan menghapus Irak dari daftar negara mayoritas muslim yang warga negaranya mendapat larangan perjalanan sementara ke Amerika Serikat.

Trump yang diharapkan menandatangani kebijakan baru seperti kebijakan sebelumnya, yang dikenal sebagai Muslim ban, dihalangi oleh pengadilan federal.

Empat pejabat mengatakan kepada Associated Press bahwa keputusan tersebut mendapat tekanan dari Pentagon dan Departemen Luar Negeri, yang telah mendesak Gedung Putih untuk mempertimbangkan kembali inklusi Irak selaku kunci dalam memerangi kelompok Daesh.

Trump diharapkan menandatangani kebijakan eksekutif dalam beberapa hari mendatang. Namun warga dari enam negara mayoritas Muslim lainnya; Iran, Libya, Somalia, Sudan, Suriah dan Yaman, akan tetap berada dalam daftar larangan perjalanan, terang para pejabat yang tidak ingin disebutkan identitasnya karena belum berwenang untuk membahas kebijakan tersebut hingga penandatanganan selesai.

Terdapat beberapa perubahan dalam kebijakan baru tersebut. Para pejabat mengatakan dokumen sebanyak 12 halaman itu tidak hanya membahas pengungsi Suriah untuk larangan tidak terbatas tapi juga masuk dalam 120-hari penangguhan penerimaan pengungsi baru.
Para pejabat juga mengatakan kebijakan akan memberikan pengecualian larangan terhadap agama minoritas di negara-negara yang ada dalam daftar larangan perjalanan.

Pemerintahan Trumps dituduh mendiskriminasikan agama karena hanya menargetkan umat Muslim sementara membebaskan Kristen dan agama minoritas lainya yang ingin masuk ke Amerika Serikat. [VM]

BACA JUGA :

KOMENTAR ANDA:

Daftarkan Email Anda dan Dapatkan Update Terbaru Kami:

0 Response to "Trump menghapus Irak dari daftar ‘Muslim Ban’"

close