Tindak Kekerasan dalam Dunia Pendidikan - Visi Muslim Media

Artikel Terbaru

 photo Master Mitra Jasa Teknik_zpsc7ntdbto.png

Tindak Kekerasan dalam Dunia Pendidikan

Pendidikan merupakan kebutuhan setiap manusia sebagai jembatan untuk mendapatkan ilmu tertentu. Dan diharapkan setiap ilmu yang diperoleh bisa dilaksanakan sehingga berbuah manfaat untuk diri sendiri maupun orang lain. Masyarakat juga semakin sadar akan kebutuhan ilmu untuk keperluan sehari-hari. Maka tidak heran, muncul banyak sekolah-sekolah baik formal maupun non formal.

Namun sayangnya, bertambahnya sekolah-sekolah belum dibarengi dengan kualitas suasana pembelajaran, salah satunya dalam hal kenyamanan. Kita masih sering menemukan kasus bullying, kekerasan, tawuran baik di sekolah tingkat dasar, menengah maupun perguruan tinggi. Biasanya dalam kasus seperti ini pelakunya adalah teman sendiri, senior atau bahkan guru yang kehilangan kendali terhadap naluri baqo (naluri memepertahankan diri). Sehingga siswa merasa terancam dan mengganggu jalanya pembelajaran, lebih parahnya lagi jika sampai menelan korban jiwa.

Hal ini disebabkan juga oleh kurikulum yang digunakan adalah kurikulum sekuler yang memisahkan peran agama dari kehidupan. Tidak adanya dasar akidah yang kuat dalam setiap individu menyebabkan individu itu mempunyai akhlak yang buruk. Apalagi tidak diterapaknya hukum Syara mengakibatkan individu itu melakukan hal seenaknya tanpa merasa ada syariat yang dilanggar. Akibatnya siswa gampang terpengaruh oleh arus liberalisme, hedonisme, dan budaya kekerasan. Jika tidak segera ditangani, maka akan sangat sulit melahirkan generasi yang unggul dalam iptek yang berdasar pada iman dan takwa.

Adapun solusi Islam adalah dengan menumbuhkan lingkungan yang kondusif untuk suasana pembelajaran, sehingga aspek moral dan kepribadian siswa menjadi prioritas utama dalam proses pendidikan. Proses ini harus didukung oleh 3 pilar. Pilar pertama adalah keluaraga yang mendidik dan memupuk akidah anak sehingga menjadi individu yang beriman. Kedua adalah pilar lingkungan, baik sekolah maupun masyarakat. Dalam hal ini haruslah terbentuk individu-individu yang berinteraksi dengan pemikiran, peraturan, dan perasaan yang sama. Pilar ketiga adalah negara yang bertugas untuk mencegah peneyebarluasan media yang menayangkan aksi kekarasan dan menindak tegas pelaku kekerasan dengan tidak pandang bulu. [VM]

Penulis : Lavia Sri Dayanti, Pelajar Cilacap

BACA JUGA :

KOMENTAR ANDA:

Daftarkan Email Anda dan Dapatkan Update Terbaru Kami:

0 Response to "Tindak Kekerasan dalam Dunia Pendidikan"

close