Syariat Islam, Eratkan Persatuan Umat ! - Visi Muslim Media

Artikel Terbaru

 photo Master Mitra Jasa Teknik_zpsc7ntdbto.png

Syariat Islam, Eratkan Persatuan Umat !

Beberapa minggu yang lalu tentu kita ingat ada spanduk yang terpasang dengan tulisan ‘Masjid ini serta seluruh jamaah masyarakat Muslim yang patuh dan taat kepada Kitab Suci Alquran Surat At Taubah ayat 84 tentang orang munafiq tidak akan menshalatkan, mentahlilkan, dan membantu pengurusan jenazah orang – orang munafiq yang membela dan mendukung penista agama’. Ini merupakan buntut dari kasus penistaan agama yang dilakukan salah satu cagub jakarta.

Menag berharap, semua pihak bisa menahan diri untuk tidak menyampaikan ujaran atau memasang spanduk/selebaran yang justru bisa merusak persatuan umat dan bangsa. “Marilah kita jadikan rumah ibadah sebagai tempat yang paling aman, dan karenanya tidak boleh justru menjadi tempat sumber munculnya keresahan dan pertikaian antarkita,” ujar Lukman, Sabtu (25/2).

Menurut Lukman, dalam suasana dengan tensi politik yang kian meninggi, umat beragama harus dapat menempatkan ajaran agama sebagai faktor perekat ikatan persaudaraan sebangsa. Nilai-nilai kemanusiaan harus menjadi arah pengamalan ajaran agama sehingga persatuan dan kesatuan bangsa tetap terjaga.

Untuk itu, Menag mengajak, seluruh penanggungjawab, pengurus, dan pengelola rumah ibadah, untuk tidak menjadikan rumah ibadah sebagai tempat yang bisa memicu konflik antarsesama umat beragama. “Janganlah perbedaan pilihan politik dan keyakinan paham keagamaan sampai memutus hubungan persaudaraan kita seagama, sebangsa, dan persaudaraan sesama umat manusia,” tandasnya (Kemenag.co.id,02/016)

Permasalah ini hanya satu dari sekian permasalahan di negeri kita tercinta karena kasus yang sama. Akan tetapi, jika kita cermati, sesungguhnya akar masalah sebenarnya adalah karena diterapkannya sistem Demokrasi. Sistem inilah yang membuka peluang siapa saja untuk menistakan agama karena kebebasan berpendapat yang diusungnya. Sistem ini pula yang akhirnya merusak persatuan umat.

Mengapa ?

Peran demokrasi yang mengatasnamakan kebebasan dalam menyuarakan aspirasi masyarakat yang bersemboyan dari rakyat, untuk rakyat, oleh rakyat dan dengan dalil menjaga kebhinekaan merupakan hal yang sangat salah besar. Bahkan mentoleransi adanya Kepemimpinan Kafir menjadi suatu hal yang dianggap biasa saja.

Kita sudah mengetahui, demokrasi merupakan ancaman bagi kita sebagai umat muslim. Karena demokrasi merupakan sistem sekuler yang memisahkan agama dengan kehidupan dunia. Bagaimana bisa sebuah kehidupan dijalankan tanpa syariat islam. Bahkan dari kita membuka mata sampai menutup mata pun harus dijalankan dengan syariat islam. Apa bedanya dengan urusan kehidupan yang lain seperti ekonomi, teknologi, politik, dll.

Apalagi dengan masalah politik, agama tidak harus ikut campur bahkan bagi mereka menganggap agama tidak berpengaruh terhadap jalannya politik. Tidak berpengaruh darimana menurut mereka? Masalah yang telah terjadi, disebabkan karena tidak adanya syariat islam dalam menjalankan urusan negara (politik). Jika negara dibangun dengan syariat islam, tidak akan adanya Kepemimpinan Kafir.

Bahkan Allah SWT dengan jelas melarang umat muslim di pimpin oleh seorang kafir.

QS. 5. Al-Maa-idah : 57.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi PEMIMPINMU, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.”

Jadi sudah jelas, bahwa hanya sistem Allah yang dapat mempersatukan umat. Sistem Syariat Islam Rahmatan lil alamin. Bukan sistem yang dibuat oleh manusia yang dengan jelas-jelas malah menghancurkan umat itu sendiri. [VM]

Penulis: Atina Sofiani (Mahasiswa Akuntansi Jakarta Utara)

BACA JUGA :

KOMENTAR ANDA:

Daftarkan Email Anda dan Dapatkan Update Terbaru Kami:

0 Response to "Syariat Islam, Eratkan Persatuan Umat !"

close