Raja Salman dan Bendera Laa Ilaha Illallaah Muhammad Rasulullah - Visi Muslim Media

Artikel Terbaru

 photo Master Mitra Jasa Teknik_zpsc7ntdbto.png

Raja Salman dan Bendera Laa Ilaha Illallaah Muhammad Rasulullah

Kedatangan Raja Salman

47 tahun yang lalu Raja Arab Saudi Raja Faisal Ibn Abdul Aziz As Saud pernah mengunjungi Indonesia. Di awal bulan ini penerusnya Raja Salman bin Abdul Aziz As Saud mengulang sejarah tersebut.

Tidak hanya pihak Istana Bogor yang menjadi tempat pertama yang akan di datangi, tetapi juga pihak DPR bahkan pemerintah daerah Balipun turut mempersiapkan. Karena sesuai rencana selain Bogor dan Jakarta, Bali merupkan salah satu tujuan penting kunjungan Raja Salman pada kesempatan ini. Hampir seluruh komponen kenegaraan menyibukkan diri untuk penyambutannya. Rute perjalanan, fasilitas menginap, makan, kendaraan dan yang lainnya sudah dirancang dengan matang.

Hal yang wajar karena kunjungan orang no 1 Arab Saudi itu yang rencananya hingga tanggal 9 Maret bukan sekedar safari, tapi ada misi politik dan ekonomi di sana. Terbukti ditandatanganinya 11 MoU antara Arab Saudi dan Indonesia dalam berbagai bidang. Serta menggulirkan investasi yang jumlahnya melebihi investasi Negara Cina yang jauh sebelumnya sudah terlaksana. Tidak hanya dari pihak pemerintah Indonesia, dari pihak Arab Saudi sendiri juga penuh persiapan. Terbukti dengan diikutkannya sekitar 1. 500 orang termasuk 10 kementrian dan sekitar 25 orang pangeran. (detiknews.com).

Kunjungan tak biasa ini tentunya menarik perhatian masyarakat. Tidak hanya warga Jakarta, Bogor dan sekitarnya. Tapi seluruh masyarakat Indonesia bahkan dunia. Pesta penyambutan oleh warga Bogorpun ditandai dengan penyambutan sepanjang jalan yang dilakukan oleh berbagai elemen. Khususnya anak-anak sekolah dengan pakaian seragam pramuka dan putih merah.

Ada yang luput dari pemberitaan dalam pesta penyambutan ini. Riuh ramai wraga menyambut tak sekdear membawa diri. Tapi mereka turut melambaikan bendera Negara Indonesia dan Arab Saudi.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa bendera Arab Saudi merupakan bendera dengan dasar warna Hijau dan bertulisakn lafadz Laa ilaha illa llaah Muhammad Rasulullah warna putih disertai dengan sebilah pedang di bawah kalimat tersebut.

Tentu bukan sebuah masalah karena itu adalah bendera Negara yang kini memberikan pengaruh besar bagi negeri ini. Tak hanya itu di beberapa stasiun TV yang menyiarkan langsung bahkan hingga hari ketiga kunjungannya bendera dengan tulisan Laa ilaha illaa llah Muhammad Rasulullah kerap ditampilkan.

Tapi lupakah kita bahwa beberapa bulan yang lalu. Bendera dengan ornament serupa sempat menjadi buah bibir bahkan disorot negative hingga akhirnya ada pihak-pihak yang dijadikan tersangka karena membawa bendera yang bertuliskan kalimat serupa. Tak hanya itu kerap kali tim Densus 88 menjadikan bendera dengan ornament yang serupa sebagai salah satu bukti dari tersangka terorisme yang mereka tangkap. Sehingga masyarakat pun akhirnya di ajak untuk mewaspadai dan mencurigai jika menemukan bendera serupa di sekitarnya.

Menjadi hal yang berbeda ketika kemarin kita menyaksikan gegap gempita penyambuutan Raja Salman. Iring-iringan mobil disuguhi dengan lambaian bendera disamping kiri kanan jalan. Semua orang merasa bangga memegangnya. Masyarakat terlihat begitu bergembira. Guyuran hujan deras seakan tak jadi maslah demi melihat sosok Raja Arab Saudi. Tentunya suasana ini berkebalikan ketika bendera bertuliskan Laa Ilaha Illaah Muhammad Rasulullah justru dijadikan barang bukti dugaan terorisme.

Bendera Laa Ilaha Illaa Llaah Muhammad Rasulullah bendera kaum Muslim
Secara umum masyarakt saat ini kurang memahami tentang kebradaan bendera yang bertuliskan lafadz Laa Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah. Padahal sebenarnya keberadaan bendera tersebut sudah sejak masa Rasulullah Muhammad saw. Tepatnya ketika Beliau mendirikan Daulah Islam di Madina al Munawarrah. Al Liwa dan ar Royah secara bahasa keduanya berarti al ‘alam [u] yaitu bendera. Di dalan Al Qamus al Muhith, pada pasal rawiyah dinyatakan : …ar Rayah adalah al’alamu (bendera), jamaknya raayat…; dan pada pasal lawiya dinyatakan:…al liwa’ adalah al ‘alamu dan jamaknya alwiyah (Struktur Negara Khilafah, HTI Press, bab Bendera dan Panji Negara)

Ar Royah merupakan bendera hitam dengan tulisan Laa ilahaillah Muhammad Rasulullaah berwarna putih dan Al Liwa’ bendera berwana putih dengan tulisan Laa ilahaillallah Muhammad Rasulullaah berwarna hitam.

Al Liwa’ meerupakan bendera Rasulullah yang sring dibawa oleh komandan pasukan saat berperang. Baik saat poeperangan itu disertai oleh Rasulullah maupun tanpa Rasulullah. Bendera ini merupakan penanda posisi pimpinan pasukan.

Adapun Ar Rayah biasanya dipegang oleh komponen ataupun satuan pasukan yang lebih kecil. Saat Rasulullah menjadi panglima pasukan di Khaibar beliau bersabda “ Sungguh, besok aku akan menyerahkan ar rayah ini kepada seorang laki-laki yang mencintai Allah dan RasulNya serta dicintai Allah dan RasulNya” Lalu beliau menyerahkannya kepada Ali bin Abi Thalib (HR. Muttafq ‘Alaih) Dan pada saat itu posisi Ali sebagai komandan batlyon.

Inilah sekilas tentang bendera Rasulullah yang bertuliskan lafdz Laa Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah. bendera kebanggan kaum Msulim.

Maka saat penyambutan Raja Salman bendera serupa dikibar-kibarkan memang terlihat rasa kebanggaan dan kegembiraan tetapi spiritnya yang berbeda. Seharusnya sebagai kaum Muslim kita bangga dengan bendera ini bukan semata karena itu bendera Arab Saudi ,negara yang menjadi destinasi jutaan kaum Muslim ketika bulan haji. Bukan pula kebanggaan itu karena Raja Arab Saudi datang ke negara kita dengan membawa miliaran investasi dan 11 MoU. Akan tetapi kebanggan kita dengan bendera yang bertuliskan laa ilaha illaah Muhammad Rasulullah adalah kebanggan karena bendera itu adalah bendera kaum Muslim. Seharusnya bukan saja Arab Saudi yang menggunakannya tetapi bendera itu menaungi seluruh ummat Muslim di dunia yang menadankan bahwa kaum Muslim itu satu kesatuan.

Allah SWT berfirman dalam Q. S Ali Imran ayat 103 yang artinya “ Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali( agama) Allah dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika dahulu (masa jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara”. Wallahu A’lam. [VM]

Penulis: Aridha Nur Salim SEI – (Muslimah Hizbut Tahrir Makassar)

BACA JUGA :

KOMENTAR ANDA:

Daftarkan Email Anda dan Dapatkan Update Terbaru Kami:

0 Response to "Raja Salman dan Bendera Laa Ilaha Illallaah Muhammad Rasulullah"

close