Merapat Satu Barisan, Berdiri Bela Islam - Visi Muslim Media

Artikel Terbaru

 photo Master Mitra Jasa Teknik_zpsc7ntdbto.png

Merapat Satu Barisan, Berdiri Bela Islam

Masih hangat rentetan aksi besar-besaran yang terjadi di Indonesia beberapa waktu lalu dengan opini yang menyedot perhatian dunia, ini merupakan bukti nyata bahwa umat Islam “masih hidup”. Umat Islam masih punya kepedulian terhadap agamanya. Semua yang hadir dalam aksi menanggalkan perbedaan organisasi, madzab, asal daerah, bangsa, dan kewarganegaraan. Semua merasa satu umat, satu pemikiran, satu perasaan, dan satu tujuan yaitu membela Al-Qur’an, Ulama’, dan izzah Islam, serta kehormatan kaum muslimin dari penistaan kaum kafir durjana. Kasus ini semakin jelas menunjukkan kepada kita bahwa negeri kita sedang dijajah oleh dua kekuatan imperialisme, yakni kapitalis barat (asing), dan kapitalis timur (aseng) yang penjajahannya secara apik dimuluskan oleh para komprador (asong).

Amerika tetap mempertahankan cengkeramannya terhadap Indonesia. Hal itu agar bisa menghalangi Indonesia jatuh ke cengkeraman Cina yang telah hadir dan bersaing dengannya. Sampai kapan pertarungan antar geng Negara kapitalis memperebutkan pengaruh di Indonesia? Sampai kapan rakyat di bumi nusantara ini memonitor pertarungan yang berlangsung, seolah negeri ini bukan negeri mereka? Tidakkah mereka bergerak dan melakukan perubahan dengan benar?

Seiring dengan bergulirnya waktu, pelan-pelan semangat bela Islam mulai memudar, digulung hingar-bingar pesta demokrasi dan pernik-perniknya serta suhu politik yang memanas di ibukota negeri ini. Ditambah dengan euforia dengan kehadiran Raja Salman, yang disertai ribuan orang rombongannya, seakan mengikis habis semangat yang membuncah beberapa waktu yang lalu. Untuk itu sudah selayaknya kita sebagai bagian dari umat Islam yang satu tubuh, harus saling mengingatkan satu dengan yang lainnya. Agar semangat umat dalam membela Islam tidak surut, tidak lekang karena panas, dan tidak lapuk karena hujan, maka paling tidak ada empat hal yang harus dilakukan. Ada beberapa catatan yang masih menjadi tugas kita bersama :

Pertama, Umat Islam harus menyadari dan mengingat kembali dua musibah besar yang menimpanya hampir satu abad terakhir, yaitu diterapkannya hukum yang tidak diturunkan oleh Allah swt, hukum jahiliyah, sistem kapitalis-demokrasi di tengah-tengah mereka. Serta dipimpin oleh penguasa yang menjadi kaki-tangan negara-negara penjajah. Itulah dua musibah yang harus diselesaikan dan masih menjadi PR besar bagi seluruh komponen umat Islam. Dan yang harus digarisbawahi, kita umat Islam tidak boleh terkecoh dengan berbagai persoalan cabang yang sedang kita hadapi.

Kedua, Umat Islam harus mewaspadai upaya adu domba di antara umat Islam. Musuh-musuh Islam selalu menggunakan strategi devide et impera sejak dulu hingga sekarang. Tujuannya jelas untuk melemahkan kekuatan kaum muslimin. Untuk itu umat Islam harus menjauhkan sikap saling curiga kepada elemen Islam yang lain. Justru sebaliknya, umat Islam harus mengedepankan sikap kuatnya ukhuwah Islamiyah dan komunikasi yang baik dengan elemen Islam yang lain. Sehingga upaya adu domba terhadap umat Islam akan gagal total.

Ketiga, umat Islam harus senantiasa merancang agenda sendiri. Agenda utama kita adalah mewujudkan kembali masyarakat Islam, yaitu masyarakat yang didalamnya diterapkan hukum-hukum Islam secara kaffah. Agenda tersebut tidak boleh dimanfaatkan bahkan dibajak oleh pihak-pihak lain, yang hanya mengedepankan kepentingan sesaat. Umat Islam harus selalu waspada makar musuh-musuh Islam dengan berbagai tipu daya yang terkadang menyilaukan mata kita. Kita harus jeli mana kawan dan mana lawan. Sehingga kita tidak terjebak intrik-intrik jahat mereka yang berprinsip menghalalkan segala cara dalam mencapai tujuan.

Keempat, Semua komponen umat Islam harus menyamakan visi perjuangan. Bahwa penistaan terhadap Al-Qur’an, Ulama’, dan kemulyaan Islam oleh musuh-musuh Islam bukan kali ini saja. Kasus serupa sudah tidak terhitung banyaknya. Dan tidak ada satupun pihak yang membuat jera pelakunya. Umat Islam harus memahami bahwa saat ini yang diperlukan dan dibutuhkan oleh kita semua adalah “payung”, yang berguna untuk membela kepentingan seluruh kaum muslimin. Dan satu-satunya “payung” yang bisa menjaga kemulyaan Islam dan kaum muslimin yaitu institusi Khilafah Islamiyah. Dengan Khilafah Islamiyah itulah energi besar umat Islam akan tersalurkan secara cepat dan tepat. Yaitu mewujudkan Islam rahmatan lil-‘alamin & mencegah penguasa-penguasa antek di tengah-tengah kaum muslimin. Oleh karena itu, seluruh elemen umat Islam harus menyamakan visi, gerak, dan langkah perjuangan untuk mewujudkan kembali institusi Khilafah Islamiyah tersebut. Yang pada akhirnya negeri yang kita dambakan bersama yaitu negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur akan terwujud secara nyata. Wallahu a’lam. [VM]

Penulis: Achmad Fathoni (jombang)

BACA JUGA :

KOMENTAR ANDA:

Daftarkan Email Anda dan Dapatkan Update Terbaru Kami:

0 Response to "Merapat Satu Barisan, Berdiri Bela Islam"

close