Menyoal Buruknya Fasilitas Pendidikan - Visi Muslim Media

Artikel Terbaru

 photo Master Mitra Jasa Teknik_zpsc7ntdbto.png

Menyoal Buruknya Fasilitas Pendidikan

Pendidikan merupakan pondasi pembangunan bangsa. Dimana maju mundurnya suatu bangsa bergantung pada generasi muda yang terdidik. Dan baik buruknya karakter peserta didik adalah cerminan kualitas pendidikan yang ada dalam negara tersebut. Jika pendidikan tidak berjalan dengan semestinya, maka pembangunan peradaban suatu bangsa pun tidak akan terlaksana, atau mengakibatkan krisis multidimensi yang berkepanjangan. Karena pendidikan menempati posisi yang strategis, sebagai media pembangunan massa depan bangsa dan negara, juga masyarakat, hingga tatanan masa depan keluarga, dan individu yang ada di dalamnya.

Maka hal yang wajar jika seluruh elemen negara, mulai dari tingkat pemerintah sampai masyarakat luas mengharapkan dan menginginkan pendidikan berkualitas. Namun ironis, negara sebagai pilar pengurus urusan warga negaranya, tidak mampu memberikan fasilitas dan infrastruktur terbaik. Seperti, maraknya kasus sekolah ambruk. Karena konstruksi dan komposisi bangunan yang tidak sesuai dengan standar. Menjadi hiasan yang memilukan ditengah kegiatan belajar mengajar (KBM).

Tragedi yang terjadi di Ngawi salah satunya, dilansir dari KOMPAS.com, dua guru dan sebelas siswa mengalami luka-luka menyusul bangunan sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) PKK III di Desa Kedung Putri, Kecamatan Paron, Ngawi, roboh, Kamis (2/2/2017). Peristiwa terjadi saat 16 siswa sedang mengikuti proses belajar mengajar di gedung itu. Tembok samping retak dan beberapa saat kemudian ambrol menimpa siswa dan guru yang berada di dalamnya. “Pada saat kejadian, proses belajar mengajar murid TK PKK masih sementara berlangsung. Tiba-tiba bangunan sekolah ambruk dan mengakibatkan belasan korban mengalami luka-luka,” kata Kasubag Humas Polres Ngawi, AKP Eko Setyo Martono, Kamis (2/2/2017).

Selain itu, kendala akses pendidikan anak-anak di daerah yang masih sulit. Juga mewarnai carut-marutnya dunia pendidikan di tanah air. Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) mendata, masih ada sebanyak 4,1 juta anak usia sekolah di Indonesia, namun tidak mengenyam bangku sekolah ( KOMPAS.com).

Sedangkan daya dukung negara dalam memfasilitasi perbaikan sarana dan pra sarana pendidikan sangat minim. Ini tercermin ketika mengandalkan dana sosial. Di mana dana sosial itu bersifat sementara dan tidak menerus, kecuali dalam keadaan tertentu dapat berkelanjutan. Ditambah negara juga belum bisa menyediakan jumlah sekolah dan kampus yang cukup untuk menampung semua siswa. Ketika pemerintah abai terhadap penyediaan sarana dan pra sarana pendidikan, mana mungkin tercapai Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas?

Dalam Islam, negara wajib menyediakan sarana dan pra sarana terbaik. Yang mendukung terlaksananya pendidikan dengan baik dan berkualitas. Jaminan akses pendidikan bagi semua siswa, misalnya laboratorium, perpustakaan, gedung-gedung sekolah, kampus-kampus serta sarana dan prasarana lain yang dibutuhkan dalam pendidikan. Biaya pendidikan wajib menjadi tanggung jawab negara seutuhnya sebagai pemenuhan hak seluruh warga negara, dan tidak ada perbedaan bagi warga negara yang beragama Islam maupun non Islam, baik kaya maupun miskin, semuanya memiliki hak yang sama sebagai warga negara dalam hal pendidikan.

Dan itu semua hanya dapat terwujud, jika Islam diterapkan secara kaaffah dengan institusi negara yang menaunginya yaitu Khilafah Rasyidah ‘ala minhajin nubbuwwah. WalLâh a’lam bi ash-shawâb. [VM]

Penulis: Ummu Havan – Aktivis Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia Wilayah Cikupa

BACA JUGA :

KOMENTAR ANDA:

Daftarkan Email Anda dan Dapatkan Update Terbaru Kami:

0 Response to "Menyoal Buruknya Fasilitas Pendidikan"

close