Membangun Kecerdasan Literasi; Kecerdasan Ideologis - Visi Muslim Media

Artikel Terbaru

 photo Master Mitra Jasa Teknik_zpsc7ntdbto.png

Membangun Kecerdasan Literasi; Kecerdasan Ideologis

Membaca adalah cendela dunia, membaca merupakan wahyu pertama yang diperintahkan Alloh kepada Rasulullah Muhammad SAW, membaca adalah hal yang penting dalam hidup kita, karena semua ilmu pengetahuan dalam hidup kita berawal dari kemampuan membaca. Oleh karenanya kemampuan membaca pada diri seseorang menjadi tolak ukur pengetahuanya, dan sebagai penentu kualitas sumber daya manusia yang sangat berpengaruh terhadap kemajuan dan peradaban bangsa. Seorang sastrawan besar bangsa ini, Taufik Ismail, pernah melakukan sebuah survei di 13 negara. Hasil survei di 13 negara tersebut rata-rata anak setingkat SMA membaca buku sebanyak 5 sampai 6 buku dalam sehari. Bagaimana di Indonesia? NOL buku. Sungguh sangat ironis sekali kondisi bangsa kita ini.

Berangkat dari realitas di atas, maka negarapun merancang strategi untuk mengembangkan minat membaca. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan telah menerbitkan Permendikbud Nomer 23 tahun 2015 tentang budi pekerti, dimana salah satunya adalah pembiasaan membaca 15 menit sebelum proses belajar mengajar di sekolah dilaksanakan. Atau dikenal dengan istilah gagasan gerakan literasi sekolah (Gls). Apa Gls itu? Menurut kamus online Merriam-Webster, Literasi berasal dari istilah latin ‘literature’ dan bahasa inggris ‘letter’. Literasi merupakan kualitas atau kemampuan melek huruf/aksara yang di dalamnya meliputi kemampuan membaca dan menulis. Education Development Center (EDC) menyatakan bahwa Literasi lebih dari sekedar kemampuan baca tulis. Namun lebih dari itu, Literasi adalah kemampuan individu untuk menggunakan segenap potensi dan skill yang dimiliki dalam hidupnya. Dengan pemahaman bahwa literasi mencakup kemampuan membaca kata dan membaca dunia.

Oleh karena itulah dibeberapa sekolah digalangkan gerakan literasi sekolah, dimana para siswa diharuskan membaca buku tambahan untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih. Dengan harapan dapat meperbaiki dan meningkatkan kualitas generasi muda sebagai penerus kemajuan dan peradaban bangsa di masa depan. Membangun budaya baca, bukan sekadar menyediakan buku atau ruang baca, tetapi juga membangun pemikiran dan perilaku.

Dengan kemajuan teknologi saat ini kita mudah mendapat akses untuk membaca, saat ini masyarakat tengah menikmati kebebasan dalam berbagai level kehidupan, termasuk dalam memilih bahan bacaan. Apalagi didukung oleh keberadaan buku yang terbit seperti jamur di musim hujan dan fakta yang kita dapatkan banyak konten-konten yang tidak mendidik terdapat pada buku bacaan anak-anak di sekolah. Kasus mengenai beredarnya buku-buku pelajaran dengan konten berbau porno tampaknya masih terjadi. Berbagai buku lain seperti lembar kerja siswa (LKS), kamus, sampai novel pun juga tidak luput dari berbagai isi yang kurang layak itu. seperti Buku berjudul ‘Aku Berani Tidur Sendiri’ seri ‘Aku Belajar Mengendalikan Diri’ karangan Fita Chakr PT Tiga Serangkai Solo. Salah satu bintang porno asal Jepang, Miyabi, terpampang di LKS di SMP Islam Brawijaya Kota Mojokerto yang sempat membuat heboh dunia pendidikan (http://bit.ly/2mYR79T). Jika demikian apakah upaya meningkatkan kualitas bangsa dengan membangun kecerdasan litersai bisa terwujud? Ini justru semakin merusak pemikiran, karena pikiran mereka akan dipenuhi sampah pemahaman yang mereka dapatkan melalui buku-buku yang dibaca tersebut. Maka tak heran hasil bacaan juga sebagai penyumbang persoalan ditengah generasi muda, seperti konten pornografi yang merangsang mereka sehingga terjerumus pada semakin meningkatnya pergaulan bebas dll.

Program literasi di sekolah harusnya menjadi peluang bagus untuk meningkatkan daya berpikir generasi muda melalui bacaan buku-buku yang akan mewujudkan pemahaman yang benar sehingga berpengaruh pada tingkah laku mereka. Untuk itu harus berpikir cerdas untuk mendapatkan pemahaman yang benar. Orang yang cerdas adalah orang yang mengetahui persis arah dan tujuan hidupnya, kemudian ia pandai mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya untuk tujuan hidupnya tersebut, demikian halnya dengan sumber informasi yang mereka dapatkan.

Kita sadari bersama bahwa kemajuan suatu bangsa itu terkait dengan pandangan hidup (falsafah) yang mempengaruhi pola pikir, pola sikap dan perilaku. Pola pikir terbentuk dari aktivitas berfikir yang terbentuk dari keterkaitan antara panca indera, otak, fakta dan sumber informasi. Program literasi sekolah menjadi sumber informasi yang akan mempengaruhi tingkah laku para pelajar. Untuk menjadikan para pelajar cerdas melalui program literasi maka haruslah dibangun literasi yang cerdas yang bertumpu pada pandangan hidup yakni kecerdasan ideologis.

Di dunia ini kita mengenal ada tiga ideologi besar. Ideologi sekulerisme, yang memisahkan agama dari perannya dalam kehidupan publik. Selanjutnya pandangan ini memberikan kebebasan maximal dalam berbagai hal (liberalisme). Dari pemahaman inilah banyak diagung-agungkan hak kebebasan manusia, kebebasan berekspresi, kebebasan berpendapat dan kebebasan berkepemilikan. Media yang banyak beredar saat ini, diantaranya buku bacaan di sekolah banyak memuat konten kebebasan berekpresi, berbau pornografi karena saat ini kehidupan manusia tengah dilingkupi oleh ideologi sekulerisme ini. Maka tidak heran jika negara mayoritas muslim ini pelaku kriminalitas juga banyak dari kalangan remaja muslim. Ideologi komunis juga tengah mengepung generasi muda, banyaknya anak muda dengan bangga menggunakan atribut Partai Komunis Indonesia (PKI), Mulai dari pin-pin berlambang PKI, kaos PKI, gantungan kunci, dan lain-lain. Dimana ideologi ini menafikkan adanya Allah.

Berpikir islami sebenarnya menempatkan Islam sebagai ideologi. Karena syahadat seorang muslim adalah falsafah yang akan berpengaruh pada pandangan hidup, pola pikir, sikap, dan perilaku. Dan lebih dari itu, dia tidak cuma berpikir dunia di masa sekarang, tetapi juga di masa yang akan datang. Bahkan dia bisa melihat apa yang tidak terdeteksi oleh pancaindera, yaitu dunia akherat. Dia tidak hanya berpikir tentang dirinya, tetapi juga tentang rahmat bagi alam semesta.  [VM]

Penulis: Eni Mu’tamaroh I (Pendidik PP. Tebuireng Jombang)

BACA JUGA :

KOMENTAR ANDA:

Daftarkan Email Anda dan Dapatkan Update Terbaru Kami:

0 Response to "Membangun Kecerdasan Literasi; Kecerdasan Ideologis"

close