Modul Pembelajaran Islam Damai: Upaya Sistematis Sekulerisasi Pendidikan - Visi Muslim Media

Artikel Terbaru

 photo Master Mitra Jasa Teknik_zpsc7ntdbto.png

Modul Pembelajaran Islam Damai: Upaya Sistematis Sekulerisasi Pendidikan

Islam adalah agama yang diturunkan oleh Allah SWT. kepada Nabi Muhammad SAW. untuk mengatur hubungan manusia dengan penciptanya (aqidah dan ibadah), hubungan manusia dengan dirinya sendiri (akhlak, pakaian, dan makanan/minuman) dan hubungan manusia dengan manusia lainnya (mu’amalah dan uqubat). Ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang sempurna, yang mengatur seluruh aspek kehidupan. Kesempurnaan Islam telah terbukti sejak Rasulullah SAW. menerapkan Islam di Madinah tahun 623 M dan mampu bertahan hingga tahun 1924 M dengan segala keluarbiasaannya.

Namun, sejak runtuhnya Daulah Islam pada tahun 1924, umat Islam tak lagi merasakan kemuliaan agamanya. Bahkan tidak sedikit umat Islam yang tidak bangga dengan keislamannya. Hal ini terjadi karena derasnya upaya yang dilakukan–pihak-pihak yang tidak senang dengan Islam–untuk menghalangi kebangkitan umat Islam. Sebagaimana pernah diungkapkan oleh Lord Curzon—Menteri Luar Negeri Inggris (1919-1924) “Kita harus mengakhiri apapun yang mendatangkan persatuan Islam di antara putra-putri kaum muslimin. Sebagaimana kita telah berhasil mengakhiri Khilafah…sehingga kita harus memastikan persatuan Muslim tidak pernah bangkit lagi baik secara intelektual maupun kebudayaan”. Dengan segala daya dan upaya, mereka terus berusaha mencegah kebangkitan Islam.

Salah satu upaya yang mereka lakukan adalah sekularisasi pendidikan. Di Indonesia, sekulerisasi pendidikan ini salah satunya diwujudkan dengan menerapkan kurikulum Islam Damai. Modul pembelajaran Islam Damai ini telah resmi dikeluarkan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sejak Agustus 2015. Saat peluncuran modul tersebut, Lukman mengatakan “Pembuatan modul ini merupakan cara untuk merespon kebutuhan akan keluaran pendidikan yang bersifat Islam damai. Modul juga dapat menjadi cara pemerintah untuk menanggulangi potensi ajaran kekerasan atau radikalisme di lingkungan institusi pendidikan, seperti di sekolah umum” (antaranews.com). Bahkan untuk menunjang upaya penerapan kurikulum Islam damai ini Kementrian Agama telah mengirimkan guru-guru agama pilihan dari berbagai kota untuk mendapatkan pelatihan metode pengajaran agama yang menarik dari Oxford University.

Modul ini sesugguhnya adalah upaya pengaburan bahkan penyesatan ajaran Islam melalui program deradikalisasi. Anak-anak kita akan dijauhkan dari pemahaman Islam yang sesungguhnya. Sebaliknya, mereka akan terus dijejali pemahaman-pemahaman tentang toleransi yang kebablasan, jihad dan khilafah yang disalah artikan, dan sebagainya. Bahkan menjadi lebih berbahaya lagi ketika guru-guru agamanya telah berkiblat ke Barat. Karena, yang dipelajari di sana pasti bukan hanya metode pembelajaran yang menariknya saja, tapi juga nilai-nilai yang menjadi dasar kurikulum negeri-negeri Barat yang liberal. Pada akhirnya, putra-putri kita pun akan dijejali nilai-nilai liberal oleh-oleh sang guru dari Barat. Jadilah mereka generasi-generasi pembebek peradaban Barat yang akan mengokohkan cengkeraman penjajahan politik dan ekonomi negeri-negeri Barat atas negeri ini.

Seharusnya, Pendidikan Agama Islam itu mampu menumbuhkan kecintaan kepada Allah SWT dan RasulNya, kebanggaan terhadap Islam sebagai agama yang sempurna. Pendidikan Agama Islam juga seharusnya menumbuhkan semangat untuk memperjuangkan Syari’at-Nya agar bisa diterapkan kembali dalam bingkai Daulah Khilafah Islamiyah. [VM]

Penulis: Carwiti, S.Pd (Pemerhati Masalah Pendidikan dan Generasi Muslim)

BACA JUGA :

KOMENTAR ANDA:

Daftarkan Email Anda dan Dapatkan Update Terbaru Kami:

0 Response to "Modul Pembelajaran Islam Damai: Upaya Sistematis Sekulerisasi Pendidikan"

close