Kuliah, Kerja, Dakwah (KKD - Visi Muslim Media

Artikel Terbaru

 photo Master Mitra Jasa Teknik_zpsc7ntdbto.png

Kuliah, Kerja, Dakwah (KKD

Pendidikan sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kualitas kehidupan, yakni pekerjaan yang layak dan gaji yang tinggi. Jenjang pendidikan Strata 1 (S1) adalah tolak ukur minimal dalam seleksi penerimaan karyawan dibeberapa perusahaan. Berbeda dengan lulusan tingkat SMA/Sederajat, lulusan S1 dapat memperoleh gaji yang lebih tinggi serta jenjang karir yang menjanjikan. Untuk meraih gelar S1 seseorang tidak bisa dilepaskan dari aktivitas perkuliahan.

Seiring adanya liberalisasi pendidikan lewat UU Perguruan Tinggi (UU PT) dan UU Badan Hukum Pendidikan (UU BHP) , kampus sebagai tempat aktivitas pendidikan (perkuliahan) menjadi sangat mahal. Anggota Lajnah Maslahiyah DPP Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Kusman Sadik menilai paling tidak ada dua pasal yang menjadi inti liberalisasi tersebut, yaitu Pasal 77 dan Pasal 80. Pada Pasal 77 terdapat pengelompokan status pengelolaan perguruan tinggi, yaitu otonom terbatas, semi otonom, dan otonom. Pada Ayat 4 dan 5 dalam pasal tersebut dijelaskan bahwa status otonom merupakan perguruan tinggi yang memiliki otonomi pengelolaan bidang akademik dan non akademik. Berarti doctor ini, mereka diberi kewenangan mengelola perguruan tinggi dengan dana sendiri yang tidak lagi tergantung pada subsidi APBN. Tentu saja, lanjutnya, salah satu sumber utama dana mandiri tersebut adalah pembayaran yang dibebankan kepada mahasiswa (hizbut-tahrir.or.id).

Bagi mereka yang berkecukupan mungkin tidak ada masalah, namun bagi mereka yang kurang mampu itu merupakan sebuah tantangan yang berat. Dibeberapa daerah banyak fenomena mahasiswa yang kuliah sambil bekerja, hal itu disebabkan selain biaya kuliah yang tinggi, juga ditambah dengan biaya hidup sehari-hari yang harus mereka tanggung saat menempuh pendidikan.Mereka harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan pendidikan dan kehidupannya.

Yap… kuliah sambil kerja, itulah yang saat ini ‘ngetrend’ bagi mahasiswa, ada yang berjualan di area kampus, berwirausaha, menjadi guru les privat, jasa penerjemah, dll. Semua itu dilakukan untuk membayar uang kuliah dan memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Aktifitas kuliah-kerja yang dilakoni mahasiswa bukan tanpa dampak. Dampak negatif dari aktifitas tersebut adalah hilangnya ruh dakwah bagi mahasiswa muslim. Mereka lalai dari sebuah aktivitas paling penting bagi seorang muslim. Ya Dakwah!.

Bagi seorang muslim dakwah adalah kewajiban, Allah telah memberikan perintah itu pertama kali kepada Rasul Muhammad saw. Betapa berat perjuangan dakwah yang beliau lakukan, sehingga kita saat ini dapat merasakan nikmatnya iman dan islam. Allah befirman :

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّـهِ …

“Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (QS: Ali Imron 110)

Di dalam ayat ini terkandung dua hal; pertama, mulianya umat Islam adalah dengan dakwah. Kedua, tegak dan eksisnya umat Islam adalah dengan menjalankan konsep amar ma’ruf nahi munkar. (hidayatullah.com)

Dakwah adalah pekerjaan mulia, pekerjaan nabi dan rasul. Imbalan kebaikannya pun tak hanya di dunia namun sampai di akhirat berupa pahala yang tiada putus-putusnya. Maka sudah seharusnya setiap muslim melakukan aktivitas dakwah, tidak terkecuali mahasiswa. Aktivitas kuliah-kerja tidak boleh jadi penghalang untuk berdakwah. Ditengah rusaknya kehidupan akibat sistem politik demokrasi dan sistem ekonomi kapitalisme saat ini, mahasiswa harus jadi garda terdepan untuk berdakwah. Mengubah ide-ide yang menyimpang itu, ke ide-ide islam yang cemerlang. Insyaallah dengan dakwah aktivitas kuliah dan kerja kita akan semakin berkah dan diberikan kemudahan oleh Allah SWT, karena Allah telah berjanji siapa saja yang menolong agama Allah (Dakwah), Allah akan menolong mereka. Semoga kita bisa menjadi mahasiswa yang ‘tripel’ fungsi, kuliah-kerja-dakwah karena dakwah bukan hanya tugas pak kyai tapi kewajiban umum bagi setiap umat Islam. [VM]

Penulis: Yudhi SBS (Aktivis Mahasiswa Nganjuk)

BACA JUGA :

KOMENTAR ANDA:

Daftarkan Email Anda dan Dapatkan Update Terbaru Kami:

0 Response to "Kuliah, Kerja, Dakwah (KKD"

close