Kapitalisme Musuh Bersama ! - Visi Muslim Media

Artikel Terbaru

 photo Master Mitra Jasa Teknik_zpsc7ntdbto.png

Kapitalisme Musuh Bersama !

Hari – hari terakhir ini sedang ramai diperbincangkan bangkitnya Neo Komunisme, sehingga muncul istilah “Ganyang PKI”. Karena pada dasarnya secara historis komunisme PKI memang bercokol, dan pernah menorehkan sejarah berdarah – darah di negeri ini. Akan tetapi, kita juga menolak lupa tentang kiprah ideologi yang tak kalah sadisnya dalam mencengkeram bangsa indonesia. Tidak lain adalah Kapitalisme. Sampai detik ini kapitalisme telah nyata, terus aktif menjajah, dan melahirkan berbagai petaka dan kerusakan di Negeri ini.

Cengkraman Nyata Kapitalisme
Kerakusan kapitalisme telah nyata di rasakan oleh segenap bangsa di dunia, termasuk Indonesia. Pasca terjadinya revolusi industri Negara pemuja kapitalisme menyebar ke seluruh wilayah nusantara dan mengeruk hasil kekayaan alam bangsa ini. Pada awalnya mereka hanya memboyong rempah – rempah untuk mencukupi kebutuhan bahan mentah dalam proses industry mereka. Akan tetapi setelah itu segala lini sumber kekayaan alam bangsa ini tak luput dikuasainya. Memang pada faktanya begitulah kerakusan kapitalisme, tidak akan pernah puas dan terus ingin mengeruk sampai habis.

Negara pemuja kapitalisme menggunakan penjajahan gaya baru dengan jebakan utang. Jebakan utang dan aliran dana berkedok investasi dari Negara asing menjadi pintu masuk Negara kapitalisme menguasai perekonomian bangsa. Seirama dengan undang – undang yang dibuat untuk mengokohkan penjajahan mereka yaitu UU No. 1 tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing. Salah satu perusahaan awal yang menginvestasikan usaha di Indonesia adalah PT. Freeport Indonesia. Pemerintah memberi ijin menambang, memproses dan eksplorasi emas, perak dan tembaga di dataran tinggi mimika, Papua. cadangan tambangan yang sedang digarap Freeport Indonesia di Papua mencapai 2,27 miliar ton bijih, yang terdiri dari 1,02 persen tembaga, 0,83 gram per ton emas dan 4,32 gram per ton perak. Berdasarkan data kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), dari cadangan tersebut, produksinya mencapai 109, 5 juta ton bijih per tahun, dengan umur tambang 23,5 tahun. Bahkan di tahun 2001 eksploitasi tembaga dan emas di Tambang Grasberg mencapai 238 ribu ton per hari. dilansir oleh bisnis.liputan6.com (15/12/2016). Sementara Indonesia hanya menguasai saham sebesar 9,36 persen saham. Bahkan Terhitung selama 2011-2015 PT. Freeport menunggak pajak sebesar Rp 3,4 Triliun. Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan, Freeport menunggak pajak penggunaan air permukaan selama kurun waktu empat tahun. Pengenaan pajak ini karena Freeport memakai air di Sungai Ajkwa di Papua untuk menahan endapan tailing (residu tambang), dilansir katada.co.id (27/1). Belum lagi perusahaan yang lain Chevron, Exxon mobil, Newmont, dll. Negeri ini dijarah, dirampok secara membabi buta oleh Negara kapitalisme eropa dan amerika.

Kapitalisme menguasai system pemerintahan Negara ini. Anggota DPR Eva Kusuma tahun 2010 lalu mengatakan bahwa ada 76 undang – undang yang draft nya di buat berdasarkan intervensi oleh pihak asing. Menurutnya inti dari intervensi ini adalah upaya meliberalisasi sector – sector vital di Indonesia, seperti Migas, Listrik, PerBankan dan Keuangan, Pertanian, dan Sumber Daya Air (Tempo.co, 20/8/10). Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Migas Indonesia (KSPMI) Faisal Yusra menyebut 75 persen kuasa pertambangan telah dikuasai asing. Besarnya dominasi asing disebabkan oleh kebijakan Pemerintah yang membuka lebar pintu investasi bagi investor asing di sektor strategis (Okezone, 20/2/13). Senjata demokrasi menjadi andalan kapitalisme mengeksploitasi sebuah Negara jajahannya, berdalih dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat pada faktanya dari para kapital oleh para kapital dan untuk para kapital. Sungguh mengerikan kebijakan – kebijakan yang dibuat hanya berpihak dan menguntungkan asing.

Imperialisme budaya dan cengkeraman tata nilai sosial oleh kapitalisme. Statistika kejahatan periode tahun 2011–2013 juga menunjukkan jumlah kejadian kejahatan (crime total) pada tahun 2011 sebanyak 347.605 kasus, tahun 2012 sebanyak 341.159 kasus dan pada tahun 2013 tercatat 342.084 kasus. Adapun jumlah orang yang berisiko terkena tindak kejahatan (crime rate) setiap 100.000 penduduk diperkirakan sebanyak 149 orang pada tahun 2011, 134 orang pada tahun 2012 dan 140 pada tahun 2013 (Bappenas.go.id, “Statistik Kriminal 2014,” Badan Pusat Statistik). Data tersebut menunjukan tingginya jumlah tindak kejahatan yang ada di negeri ini , tidak lain dan tidak bukan, karena efek penjajahan kapitalisme. Kapitalisme mendidik masyarakat berfikir kapitalistik, segala sesuatu ukurannya adalah uang. Maka ada selogan yang tertanam dalam benak kita semua “time is money”. Ditambah ldengan tingginya kebutuhan hidup akibat sector – sector yang dikuasai kapitalisme maka masyarakat menjadi Kriminal. Akibatnya segala daya dan upaya akan dilakukan untuk mendapatkan uang. Hilanglah budaya sopan santun, unggah ungguh, muncullah kejahatan pencurian, perampokan, pembunuhan, bisnis narkoba, perjudian dll. Ditambah lagi racun sekulerisme yang dikembangkan oleh penjajah barat, yang mengajarkan manusia memisahkan aturan hidup dengan aturan tuhan. Maysrakat diracuni hingga menjadi generasi yang abai terhadap aturan tuhan. Tidak mengenl lagi batasan haram, halal baik dan burukpun berdasarkan sudut pandang pribadi. Maka hancurlah budaya dan tata nilai sosial yang ada.

Saatnya Songsong Perubahan
Janji kesejahteraan di system Kapitalisme hanya menjadi ilusi semata dan terbukti nyata membawa kerusakan. Maka sudah saatnya masyarakat bangkit dari keterpurukan yang ada. Kita singsingkan lengan baju, kita Ganyang Kapitalisme sampai akar – akarnya. Kita ganti dengan system Islam, Khilafah Rosyidah Ala Minhajin Nubuwwah sebuah system yang telah terbukti berabad – abad membawa kesejahteraan bagi sepertiga dunia dengan istilah yang dikenal duni masa keemasan. [VM]

Penulis: Miptakhul Hudha – (Syabab HTI Jombang)

BACA JUGA :

KOMENTAR ANDA:

Daftarkan Email Anda dan Dapatkan Update Terbaru Kami:

0 Response to "Kapitalisme Musuh Bersama !"

close