Guru Cabul, Bukti Pendidikan Mandul - Visi Muslim Media

Artikel Terbaru

 photo Master Mitra Jasa Teknik_zpsc7ntdbto.png

Guru Cabul, Bukti Pendidikan Mandul

Menjadi guru adalah profesi yang mulia. Tugasnya tidak hanya menyampaikan ilmu,tetapi juga mendidik generasi menjadi manusia seutuhnya. Generasi yang memahami hakekat hidupnya di dunia. Generasi yang mampu menjawab tiga pertanyaan mendasar: Dari mana manusia berasal, untuk apa manusia hidup, serta kemana manusia setelah mati?.

Jawaban yang shohih (sesuai dengan Islam), akan menjadikan generasi unggul. Namun,jika jawaban salah, justru akan menjerumuskan generasi menuju kerusakan. Lalu,apa jadinya ketika guru tidak mampu menjadi teladan kebaikan bagi generasi. Bahkan menjadi predator kejahatan seksual bagi anak didiknya sendiri. Seperti yang terjadi di Kota Santri. Guru cabul, Kasman (46) ditahan Polres Jombang setelah mengakui tindakan bejatnya terhadap 21 siswinya sendiri di salah satu SMP di Bareng. Sebanyak 21 korban tersebut mayoritas dicubit dan diremas payudaranya.(Bangsaonline.com,16/07/2016)

Adalagi ulah oknum guru SDN berinisial SYN (54) warga kec Ngoro Jombang dilaporkan orang tua Sekar (nama samaran). Sungguh bejat perbuatan SYN yang memaksa Sekar bersebadan. Bahkan, ulah itu dilakukan berulang kali. (Tribunnews.com, 15/11/2016). Bukan memberi teladan, justru menjerumuskan. Itulah kata yang tepat untuk guru swasta CW, warga kec Ngoro yang mencabuli DA (16) hingga hamil. Akibat perbuatannya, oknum guru salah satu SD Negeri di Kec. Mojowarno tersebut mendekam di penjara. (bangsaonline.com, 22/11/2016)

Fakta di atas, sungguh miris. Bukti mandulnya sistem pendidikan saat ini melahirkan guru teladan generasi. Guru yang amanah,memiliki keahlian dibidangnya (kafa’ah), memiliki etos kerja yang baik (himmah), dan guru yang berkepribadian Islam.

Pendidikan di Indonesia mengalami sekulerisasi di ranah pendidikan formal. Sekulerisasi terjadi sejak negeri ini memisahkan jalur pendidikan Islam dengan jalur pendidikan umum dibawah dua kementerian yang berbeda. Pendidikan Islam di bawah Kementrian Agama dan pendidikan umum dibawah Kementerian Pendidikan Nasional. Pemisahan ini berlaku mulai dari pendidikan dasar hingga tinggi. Lihatlah bagaimana pelajaran biologi yang terpisah dari pemahaman agama. Disebutkan bahwa asal usul manusia dari evolusi materi.  Teori evolusi Darwin yang saat ini masih digunakan, padahal Darwin sendiri adalah seorang atheis.

Di sekolah yang dinaungi Depag, mulai tahun 2016 menggunakan kurikulum baru. Diberi nama pendidikan Islam rahmatan lil’alamiin, yang menekankan pada pemahaman Islam yang damai, toleran, dan moderat. Yang pada implementasinya, sekolah tidak diperkenankan mengajarkan Sirah Nabi yang berbau kekerasan (perang). Padahal, penting sirah peperangan Rasulullah disampaikan, karena akan menjadikan generasi bangga dengan Rasulullah sang pemberani, meneladani Rasulullah untuk berjihad meninggikan kalimat Allah.

Memisahkan ilmu dari agama, akan mencabut keberkahan ilmu. Seseorang yang berilmu, akan mempengaruhi pola pikir (aqliyah) dan pola sikap (nafsiyah). Jika ilmu jauh dari bimbingan wahyu Illahi, bisa dipastikan pola pikir dan pola sikap generasi akan kacau. Dalam buku Menggagas Pendidikan Islami karya Ismail Yusanto (2011) disebutkan tujuan pendidikan dalam Islam adalah untuk membentuk manusia yang berkarakter, yakni (1) berkepribadian Islam, (2) menguasai tsaqofah Islam, (3) menguasai ilmu kehidupan (sains teknologi dan keahlian) yang memadai.

Apakah pendidikan saat ini yang berasaskan sekulerisme mampu melahirkan manusia-manusia beradab? generasi yang berkepribadian Islam? Siapa yang tidak kenal sosok Imam as-Syafi’i, Imam Ahmad, Imam Malik, Imam Hanafi, Al Ghazali, Ibnu Sina dsb. Mereka adalah sosok manusia berilmu dan memiliki ketaqwaan yang tinggi. Mereka dididik dalam sistem pendidikan berasaskan Islam. Bukan pendidikan sekuler yang memusnahkan wahyu sebagai ilmu tertinggi. Dan menjauhkan generasi muslim dari memahami Islam yang bersumber dari Al Quran dan As Sunnah. Hasilnya, sistem pendidikan sekuler tidak mampu melahirkan guru berkepribadian Islam. [VM]

Penulis: Priani, S.Pd (Guru Homeschooling Mandiri, tinggal di Jombang)

BACA JUGA :

KOMENTAR ANDA:

Daftarkan Email Anda dan Dapatkan Update Terbaru Kami:

0 Response to "Guru Cabul, Bukti Pendidikan Mandul"

close