Politik Perempuan: Membangun Negara Sokoguru Ketahanan Keluarga - Visi Muslim Media

Artikel Terbaru

 photo Master Mitra Jasa Teknik_zpsc7ntdbto.png

Politik Perempuan: Membangun Negara Sokoguru Ketahanan Keluarga

Laporkan iklan tak layak ⤴
Laporkan iklan tak layak ⤴

Oleh : Fadhilah Hanifah 
(Politisi Non Parlemen di Lamongan)

Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf dalam suatu pertemuan (Ahad, 11/12/2016) menyampaikan untuk mendorong perempuan berpolitik. Bahkan perempuan didorong terjun di dunia politik. Tak hanya itu, perempuan didorong terampil dalam segala bidang. Mengingat dalam setiap lelaki hebar di belakangnya pasti ada perempuan yang hebat. Untuk mewujudkan itu, kat Gus Ipul, kuncinya adalah ilmu. Sebab dengan memiliki ilmu maka kualitas sumber daya manusia akan meningkat. Sehingga bisa menjadi manusia yang unggul dan memiliki daya saing.

Memaknai Pesan

Politik perempuan saat ini memang bias dalam kehidupan. Hal ini dikarenakan ide-ide kesetaraan gender yang berbasis pada liberalisme telah menjadikan perempuan sebagai obyek. Jika pun subyek, lebih pada pelengkap dari aturan yang ada sebagai keterwakilan dalam parlemen. Di sisi lain, politik perempuan senantiasa diidentikan dengan terjun menjadi anggota dewan dan duduk di jajaran eksekutif maupun yudikatif.

Jika ditilik secara benar, sesungguhnya peran politik perempuan lebih dititik-beratkan pada proses edukasi dan advokasi masyarakat. Politik pun harus dimaknai sebagai bentuk mengurusi urusan umat. Tujuannya umat diatur oleh syariah Islam dan memberikan solusi bagi kehidupan. Begitu pula pos-pos dan bidang yang bisa dikerjakan perempuan harus sesuai dengan fitrahnya. Pengabaian fitrah perempuan sebagai ibu dan pengatur rumah tangga akan mengakibatkan ekploitasi perempuan.

Ilmu menjadi kunci dari politik perempuan. Kaum perempuan harus pula dididik dalam pembinaan dan mentoring khusus. Akses untuk mendapatkan pendidikan pun harus dibuka selebar-lebarnya. Negara sebagai penyedia fasilitas pendidikan harus mampu mewujudkannya. Tanggung jawab itu merupakan kewajiban negara beagi rakyatnya. Ilmu yang diajarkan kepada perempuan haruslah sejalan untuk menguatkan aqidahnya dan membekali ketrampilan dalam kehidupan.

Berkaitan dengan politik, perempuan dididik terkait kenegaraan, kekeluargaan, dan solusi islam dalam menyelesaikan persoalan kehidupan. Perempuan pun mampu berdakwah dan menyebarkannya ke masyarakat. Inilah bentuk penting dari edukasi politik bagi perempuan. Selain itu, perempuan juga mampu mengoreksi penguasa dengan memberikan solusinya. Keterlibatan perempuan dalam politik ini seharusnya ditopang dengan pemahaman yang holistik dan menyeluruh dalam memahami persoalan umat dan solusinya.

Karenanya, dorongan perempuan untuk menjadi anggota dewan semata merupakan pengkerdilan peran perempuan. Seharusnya lebih dari itu perempuan terlibat dalam beragam aktifitas tanpa meninggalkan fitrahnya sebagai ibu dan pengatur rumah tangga. Lagi-lagi ini harus ditopang oleh negara yang mampu mewujudkan ketahanan keluarga.

Membangun Negara

Bentuk negara saat ini belum mampu menjadikan negara sebagai sokoguru ketahanan keluarga. Hal ini dikarenakan negara belum mampu mengurusi rakyatnya dengan baik. Karenanya, harus ada upaya sungguh-sungguh untuk mewujudkan negara yang berkeadilan dan memakmurkan rakyatnya. Hal yang seharusnya dilakukan negara untuk mewujudkan itu di antaranya:
  1. Negara melindungi perempuan dengan menerapkan sistem pergaulan yang Islami.
  2. Negara menerapkan sistem ekonomi berbasis syariah sehingga kepala rumah tangga mampu bekerja dan memenuhi nafkah keluarga.
  3. Negara memberikan pendidikan berbasis aqidah Islam yang bertujuan membentuk kepribadian matang sebagai manusia. Serta memberikan ketrampilan agar mampu bertahan hidup.
  4. Negara memberikan aturan yang sesuai fitrah perempuan jika harus bekerja di dalam ruang publik.
  5. Negara memberikan ruang aspirasi untuk perempuan dalam memberikan koreksi agar negara tetap pada jalurnya dalam menerapkan syariah. 
  6. Negara mendorong keluarga untuk menjadikan taqwa sebagai landasan hidup, mendorong masyarkat untuk amar ma’ruf nahi munkar, dan negara menerapkan syariah Islam dalam kehidupan.

Beberapa hal itulah yang mampu mewujudkan negara sokoguru ketahanan keluarga. Dari keluarga lahirlah generasi dambaan umat mulia. Keluarga pun menjadi garda pertama dalam perjuangan membangun negera. Umat manusia pun merindukan syariah diterapkan secara kaffah demi terwujudnya Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam. [VM]
Laporkan iklan tak layak ⤴

BACA JUGA :

KOMENTAR ANDA:

Daftarkan Email Anda dan Dapatkan Update Terbaru Kami:

0 Response to "Politik Perempuan: Membangun Negara Sokoguru Ketahanan Keluarga"