Penjajahan Harus Segera Diakhiri

Laporkan iklan tak layak ⤴
Laporkan iklan tak layak ⤴

Oleh : A. R. Zakarya
(Syabab HTI Jombang)

Sungguh sedih dan pilu melihat kondisi umat islam hari ini. Kita lihat bagaimana penderitaan yang dirasakan umat semakin menjadi. Kabar terbaru saudara-saudara kita di Aleppo, Suriah dibantai habis-habisan oleh kafir durjana rusia, bisakah Aleppo kita anggap sebagai kota saat ini? Lebih tepat disebut wadah pembantaian dan kuburan massal. Pasukan Suriah dan Rusia terus menerus membombardir kota itu, dan terus membantai rakyatnya, termasuk wanita, anak-anak dan bayi. Mereka juga berusaha untuk menghancurkan infrastruktur dan melenyapkan seluruh rakyatnya.

Darah manusia tak peduli berapapun banyaknya yang tercecer bahkan menggenang seperti genangan air hujan setelah redanya. Anak-anak sembunyi di sana sini sendiri tanpa pengawasan atau pendampingan orang tua mereka, tidaklah mereka itu bermain petak umpet dengan penuh gembira namun sembunyi dari rudal-rudal, bom-bom, peluru-peluru sambil menahan tangis penuh takut dan tubuh gemetar karena dahsyatnya genosida di rumah mereka sendiri, ingin rasanya mereka berlari kepada ayah ibunda dan memeluknya dengan harapan ada tempat berlindung dan menenangkan diri namun justru ayah bunda mereka tak tahu dimana berada, masihkah di dunia ataukah telah binasa mendahului mereka, bisakah kita rasakan betapa takutnya mereka?. Wanita-wanita muslimah dipaksa menuruti nafsu bejat kafir laknatullah alaih merenggut secara paksa kehormatan mereka, namun keberanian mereka memilih mengakhiri hidup lebih mulia daripada dipaksa dijadikan budak-budak nafsu bejat mereka. Tak ada pilihan, jika hidup tak mendapatkan kemuliaan justru kesyahidan yang mereka inginkan. Mayat-mayat berserakan di tiap sudut kota, dibawah reruntuhan gedung-gedung yang hancur, tak ada lagi tempat sembunyi. Bagaimana Anda akan bertanggung jawab di hadapan Allah SWT atas sikap Anda yang berdiam diri dari menolong mereka? Sedang kami menyeru Anda untuk merespon secepat mungkin jeritan minta tolong dari para saudara dan saudari Anda.

Ini hanyalah Aleppo, lalu bagimana nasib umat islam di Rohingya, Palestina, Irak, Afghanistan, Xinjiang, Pattani, Bosnia, dan negeri-negeri muslim lain? Mereka dibakar hidup-hidup, ulama mereka dipotong lidahnya, rumah dihancurkan, blokade makanan dan obat-obatan, mayat anak-anak jadi makanan anjing, muslimah diperkosa, disiksa, dan dibunuh, siang malam dihujani bom kimia, rumah sakit hancur, tenaga medis hampir tak ada, para pejuang dipenjara lalu disiksa dengan cara tak manusiawi, dan penderitaan-penderitaan lain yang tak akan cukup untuk ditulis. Sampai kapan ini berlangsung?

Di sisi lain, umat islam yang tak mengalami pembantaian secara fisik namun kekayaan alam mereka dikeruk sebanyak-banyaknya, kemiskinan merajalela, dibodohkan dan dibodohi, pendidikan mahal itupun sarat sekularistik, pelayanan kesehatan jauh dari standar dengan biaya fantastis, narkoba dan miras bak makanan dan minuman sehari-hari, pergaulan bebas, perzinahan marak, hedonisme jadi budaya, pemaksaan penerapan sistem kufur, penghinaan ulama dan agama, hegemoni politik dan ekonomi asing atas umat, dan masih banyak lagi. Butakah kita dari semua ini? Atau sengaja membutakan diri?

Kafir barat penjajah secara langsung maupun melalui antek-anteknya menawarkan solusi yang sebenarnya adalah racun mematikan bagi umat. Mereka menjanjikan kesejahteraan, kemakmuran, keamanan, perlindungan, dsb tidaklah semua itu mereka ucapkan kecuali hanya untuk mengakali umat untuk menumbuhkan kepercayaan umat kepada mereka. Seharusnya umat sadar bahwa tidak ada solusi kecuali dari wahyu Allah. Cukuplah Allah sebagai pelindung dan penolong bagi kita.

Umat Islam mampu menjadi umat yang mulia dan nomor wahid hanya bila umat kembali kepada wahyu Allah, menerapkan hukum-hukumNya secara total. Karena seluruh penderitaan yang terjadi hakikatnya adalah bukan karena kuat dan cerdasnya musuh-musuh islam namun karena kemaksiatan umat sendiri. Sayyidina Umar bin khattab ra. dalam suratnya yang dikirimkan kepada Sa'ad bin Abi Waqash ra. dalam perang Qadisiyah melawan persia mengatakan, "Allah swt. memberikan kemenangan kepada pasukan Islam disebabkan musuh-musuhnya yang berbuat kemaksiatan. Kalau bukan karena itu,niscaya pasukan Islam tidak akan berdaya menghadapi pasukan musuh. Karena jumlah pasukan Islam tak seberapa dibanding jumlahpasukan musuh; persenjataan pasukan Islam pun tak ada apa-apanya dibandingkan persenjataan musuh. Sehingga seandainya pasukan Islam dan pasukan musuh sama-sama berbuatmaksiat, maka pasukan musuh akan menang karena mereka lebih kuat dari segi jumlah dan senjata. Jika pasukan Islam tidak berbuat maksiat, maka pasukan Islam akan menang, karena keshalihan mereka, bukan karena kekuatan mereka."

Saat ini kondisi umat benar-benar kalah telak, hancur, nista, mengenaskan, menyedihkan, dan menderita, semua ini terjadi akibat kemaksiatan umat islam saat ini adalah kemaksiatan terbesar yang dilakukan oleh umat sepanjang sejarahnya. Belum pernah umat melakukan kemaksiatan sebesar ini. Kemaksiatan itu adalah mengabaikan hukum Allah dan justru menerapkan sistem kufur di negeri mereka. Bagaimana mungkin umat akan terlepas dari seluruh penderitaan jika kemaksiatan ini masih mereka lakukan? Berharap lepas dari jeratan penderitaan akibat ulah kafir barat namun umat justru bertahan memakai sistem mereka, mungkinkah cara ini mampu melepaskan umat dari belenggu penderitaan? Alih-alih membebaskan umat dari kehancuran justru akan semakin menambah kehancuran itu.

Satu-satunya jalan yang harus ditempuh umat menuju bangkitnya adalah dengan menerapkan syariah menegakkan institusi yang mampu melindungi umat dari serangan-serangan musuh, itulah Khilafah Islamiyah, dengan membaiat seorang Khalifah bagi seluruh umat islam di dunia maka umat ini telah memiliki benteng yang kokoh sebagai tempat berlindung, karena seorang imam/khalifah ibarat perisai, Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Imam itu adalah perisai. Umat akan diperangi dari belakangnya dan akan dijaga olehnya" (HR. Muslim). Dalam Sahih Muslim karya Imam Nawawi dikatakan: bahwa yang dimaksud dengan frasa "al imamu junnah (imam itu perisai)" adalah Imam itu laksana pelindung, karena imam akan mencegah musuh dari menyakiti kaum muslim. Imam akan mencegah manusia supaya tidak saling membahayakan. Imam juga akan menjaga kemurnian Islam. Rakyat akan takut olehnya dan takut oleh siksanya.

Sungguh yang dibutuhkan umat ini bukanlah perundingan-perundingan konspirasi barat, bukanlah janji-janji antek-antek kafir penjajah, bukanlah melanjutkan penerapan sistem kufur mereka. Penderitaan umat harus segera diakhiri dengan mencampakkan sistem kufur barat, tidak mempercayai janji-janji manis mereka dan antek-anteknya, melawan setiap kebijakan-kebijakan mereka, dan berupaya sekuat tenaga untuk sesegera mungkin menerapkan syariah dan menegakkan Khilafah, membaiat seorang imam/khalifah yang di belakangnya umat akan bersatu bersama memerangi kekufuran dan di belakangnya pula umat akan dilindungi dari serangan-serangan musuh-musuh islam. Saat itu tak akan ada lagi penderitaan, kesengsaraan, penghinaan, dsb, justru kemuliaan hidup umat akan memancar hingga ke seluruh pelosok dunia. [VM]
Laporkan iklan tak layak ⤴

KOMENTAR ANDA:

DONASIKAN :

BACA JUGA :

Daftarkan Email Anda dan Dapatkan Update Terbaru Kami:

0 Response to "Penjajahan Harus Segera Diakhiri"

close
Banner iklan disini