Aksi 212, Peta Politik, Makar Asing

Laporkan iklan tak layak ⤴
Laporkan iklan tak layak ⤴

Oleh : Mahfud Abdullah Analis PKDA 
(Pusat kajian Data dan Analisis)

Secara politis aksi 212 adalah etitas kekuatan umat islam baik secara kualitas atau kuantitas,meski terlalu dini jika segera menarik kesimpulan dari aksi tersebut.Tetapi satu hal yang tidak bisa di pungkiri aksi ini adalah kekuatan umat,yang sebagian umat merindukan dan bahkan menjadi sedikit terkesan euforia bagi sebagian yang lain. Satu hal juga yang harus kita sadari bahwa aksi ini adalah progres dari proses dakwah yang di lakukan elemen umat selama ini. Kembali pada fakta politik yang sarat akan kepentingan maka aksi 212 tidak hanya berpeluang akan di manfaatkan untuk tujuan politik tertentu,melainkan sinyal ini sudah terasa meski masih dalam koridor. Maka umat Islam harus menyadari tentang hal ini,umat islam harus belajar dari pengalaman terdahulu yang selalu menjadi obyek kepentingan di luar islam. umat harus mampu menentukan langkahnya sendiri,dengan cara islam,dan untuk kepentingan islam dan umat islam.

Maka waspada terhadap segala bentuk pendekatan,negosiasi,tawar menawar yang membelokkan arah perjuangan menjadi keharusan seluruh elemen umat untuk saling mengingatkan akan konsistensi pada visi perjuangan islam.Yang perlu di waspadai adalah bentuk pendekatan soft power,rayuan,janji janji,win win solution. Pelan tapi pasti masuk pada rule yg di siapkan oleh musuh musuh umat islam.Sehingga menjaga konsistensi dari semua upaya musuh musuh perjuangan mutlak di lakukan apapun resikonya. Satu hal lagi yang juga harus di sadari tidak hanya upaya dari luar untuk melemahkan aksi dan kelanjutan aksi sampai kondisi ideal yang seharusnya,melainkan kondisi internal yang sangat majemuk dalam banyak hal.Belajar dari sejarah umat islam sulit di kalahkan dari luar.tetapi begitu serangan di ubah strateginya untuk serangan dari dalam bangunan umat islam runtuh pelan tapi pasti..maka dari itu semua elemen umat harus waspada,siaga penuh untuk mengawal proses ini sampai cita cita ini di sempurnakan dengan pertolongan Allah swt dalam waktu dekat.

Makar asing? Yang diinginkan Amerika adalah agar para pemimpin gerakan-gerakan Islam yang mau menjadi bagian dari gerakan moderat Amerika. Ingat, sekedar menerima dan menerima program dari Amerika adalah sebuah kerugian. Apalagi jika gerakan Islam untuk berkoordinasi dan berkonsultasi. Sementara Amerika harus ingat bahwa tipu dayanya akan menghancurkan dirinya sendiri. Ketahuilah bahwa Allah SWT adalah pelindung dan penolong bagi umat Islam.

Pada dasarnya, umat Islam Indonesia menuntut agar mengakhiri hegemoni AS di Indonesia, AS merupakan sarang spionase dan konspirasi atas Indonesia dan rakyatnya selama beberapa dekade. Oleh karena itu, menurut syariah Islam tidak boleh bagi AS dan negara-negara imperialis nan rakus lainnya memiliki hubungan diplomatik secara permanen di negeri-negeri Islam. Sehingga tidak cukup hanya mengusir duta besar dan menggantinya dengan duta besar yang lain. Semua Duta Besar AS, apakah yang sekarang ini atau yang sebelum-sebelumnya benar-benar telah melaksanakan kebijakan Amerika dalam konspirasi dan memata-matai rakyat Indonesia. Sedang politik luar negeri dalam Islam mengharuskan penerapan hukum ini, sehingga Indonesia terjaga dan aman dari tipu daya dan konspirasi musuh.

Yang tidak perlu diragukan adalah bahwa Amerika terobsesi dimabuk fobia dengan kembalinya Islam politik melalui negara Khilafah. Amerika bekerja dan menyiapkan semua rencana untuk mencegah kembalinya Islam politik ini. Dan di antara rencananya adalah menekan gerakan-gerakan yang disebut dengan “Islam moderat”. Untuk itu, Amerika membiarkan rezim mempersulit gerakan–gerakan Islam, namun ini bukan untuk semuanya, melainkan untuk menjinakkan agar menerima keputusan apapun, dan tidak peduli apakah itu semua bertentangan dengan Islam. [VM]
Laporkan iklan tak layak ⤴

KOMENTAR ANDA:

DONASIKAN :

BACA JUGA :

Daftarkan Email Anda dan Dapatkan Update Terbaru Kami:

0 Response to "Aksi 212, Peta Politik, Makar Asing"

close
Banner iklan disini