Pemimpin Itu Perisai : SIAPA YANG KAU LINDUNGI?

Laporkan iklan tak layak ⤴
Laporkan iklan tak layak ⤴

Oleh : Widy Tsabitah
(MHTI Sidoarjo)

Sebuah hadist masyhur mengatakan “Seorang Imam adalah Perisai”. Imam dalam hal ini adalah Pemimpin/Penguasa di sebuah negri.  Sementara Perisai adalah sesuatu yang digunakan untuk berlindung. Dikatakan demikian karena seorang pemimpin berperan untuk mencegah serangan musuh dan menghalangi kedzoliman yang mengganggu kaum muslimin. Melindungi rakyat menjadi kunci penting bagi seorang pemimpin. Tentunya tak akan menjadi perisai jika pemimpin tak mampu menjaga amanah dan bertanggungjawab.   Namun, hal yang kerap terjadi adalah semakin banyak pemimpin yang justru menjadikan rakyatnya sebagai perisai bagi dirinya.  

Masih segar dalam ingatan kita, bagaimana sikap Presiden Jokowi ketika menghadapi rakyatnya yang mayoritas muslim datang dalam Aksi Damai 411 lalu demi menuntut keadilan hukum atas kasus penistaan Agama. Sungguh di luar harapan dan dugaan, umat yang merasa telah terlukai hatinya oleh ulah si penista Ahok justru makin dikecewakan dengan ketidak hadirannya saat disambangi di kediamannya, istana negara. Umat yang berbondong-bondong bak gelombang lautan manusia dinilai tidak lebih dari sekelompok musuh yang tidak layak ditemui. Apa yang dilakukan umat hanya semata-mata meminta keadilan hukum, bukan yang lainnya. Bukan pula anarkis untuk menggulingkan tahtanya sebagai Presiden seperti halnya yang terjadi saat Reformasi 1998. Inti persoalnnya hanya satu, Umat menuntut keadilan hukum, dan itupun belum bisa umat rasakan. Mengenai Pemimpin yang tidak mau menemui rakyatnya, Rasulullahpun bersabda “Barang siapa memimpin urusan manusia kemudian ia menutup pintunya bagi orang miskin atau bagi orang yang didzolimi atau bagi orang yang mempunyai keperluan, maka Allah akan menutup pintu kasih sayangNya bagi orang tersebut” (HR Ahmad).

Yang terjadi selanjutnya adalah berkembangnya isu kudeta untuk menggulingkan kepemimpinan Jokowi sebagai Presiden. Alih-alih untuk menepis isu tersebut, Jokowi  melakukan Safari Militer ke markas Kopassus dan Korps Brimob Polri. Kunjungan yang dilakukannya 10-11 November lalu seolah ingin menunjukkan betapa hebatnya kekuatan militer yang bisa ia andalkan kelak jika posisinya sebagai Pemimpin terancam. Padahal keadaan negara tidaklah segenting yang ia bayangkan. Sekali lagi, umat hanya menuntut si Penista Agama “Ahok” ditangkap dan diadili. Di tanggal berikutnya hingga 13 November Jokowi juga adakan kunjungn Politik ke berbagai Organisasi Islam termasuk NU dan Muhammadiyah.  Masih dengan tujuan yang tidak jauh beda, memastikan kondisi pasca Aksi Damai 411 aman terkendali. Memastikan bahwa organisasi-organisasi itu tetap mendukung dan memihak kepada dirinya. Dan mengenai sikapnya terhadap si penista agama, hanya mendudukkan Ahok sebagai “tersangka” penistaan Agama. Tanpa penangkapan  sebagaimana proses hukum yang harusnya diberlakukan terhadap pelaku penistaan Agama. 

Dari deretan kejadian yang bak drama seri ini, umat makin mempertanyakan dan mempersoalkan, siapa sebenarnya yang ia lindungi? Umatkah yang tengah berjuang membela Agamanya? atau diri dan posisinya? atau Ahok si penista dengan berbagai kepentingan politis yang menari di belakangnya? Sungguh, manuver politik apapun yang tengah dilakukannya saat ini, tidaklah menyelesaikan masalah. Apa yang terjadi saat ini makin menggambarkan bahwa Sang Pemimpin tidak mampu menjadi Perisai Umat, namun justru mencari “pelindung” bagi dirinya beserta kaki tangannya termasuk si Ahok. Na’udzubillah.. 

Amat disayangkan jika potensi kekuatan Islam pasca Aksi Damai 411 dipelintir dan difitnah macam-macam. Karena semua mau bergerak, murni dari dorongan Iman dan kecintaan umat pada Al qur’an dan Dinullah. Berharap besar bahwa moment besar ini menjadi gerbang kesadaran umat akan pentingnya berpolitik dalam Islam. Tentang pentingnya Islam diterapkan dalam segala lini kehidupan manusia. Baik soal pemerintahan, ekonomi, kesehatan, pendidikan, perbankkan dan hukum sekalipun. Karena Islam datang bukan hanya sebagai agama ritual belaka. Namun merupakan mab’da/Ideologi yang mampu menaungi segala persoalan hidup manusia. Karena untuk menjalankan itu butuh Pemimpin yang berkomitmen tinggi untuk mau dan mampu menjalankan aturan Islam secara paripurna. [VM]
Laporkan iklan tak layak ⤴

BACA JUGA :

Daftarkan Email Anda dan Dapatkan Update Terbaru Kami:

0 Response to "Pemimpin Itu Perisai : SIAPA YANG KAU LINDUNGI?"