Meningkatnya Ketegangan India dan Pakistan

Laporkan iklan tak layak ⤴
Laporkan iklan tak layak ⤴

Oleh : Umar Syarifudin 
Syabab HTI (pengamat politik Internasional)

Ketegangan hubungan antara India dan Pakistan memang tengah meningkat sebulan terakhir ini. Sebelumnya, kelompok perlawanan melancarkan serangan ke pangkalan militer India dan menewaskan 18 tentaranya. Para pejabat India menyatakan pasukan elit negara itu telah menyebrang ke wilayah Kashmir yang dikuasai Pakistan untuk menyerang kelompok mujahidin. Aksi ini meningkatkan ketegangan diantara kedua negara yang berlomba dalam senjata nuklir.

Militer India mengatakan telah menghancurkan empat pos militer Pakistan pada di sepanjang perbatasan yang diperebutkan. Pernyataan ini adalah eskalasi terbaru dari ketegangan antara dua tetangga bersenjata nuklir. Serangan itu terjadi sehari setelah India dan Pakistan saling tuduh bahwa masing-masing telah membunuh warga sipil dalam serangan lintas perbatasan di wilayah Kashmir. Wilayah Kashmir diklaim secara keseluruhan oleh kedua negara namun hanya sebagian yang dikendalikan oleh masing-masing. (international.sindonews.com, 30/10/16)

Serangan dari kedua pihak telah meningkat sejak September lalu, saat 19 tentara India tewas oleh kelompok bersenjata. Dikutip dari Aljazirah, Neelum Valley membentang sepanjang 200 kilometer di daerah Himalaya. Di sana tinggal generasi yang lahir di dalam bunker selama konflik 1990-an. Sejak gencatan senjata 2003, mereka mulai tidak toleran pada aktivitas pemberontakan. Neelum Valley, Kashmir, diserang untuk pertama kalinya dalam 13 tahun, Sabtu (29/10). Neelam Valley adalah daerah perbatasan Kashmir yang merupakan bagian dari Pakistan.

Sebelumnya Perdana Menteri India Narendra Modi memerintahkan pasukan keamanan nasional dan negara bagian setempat untuk meningkatkan pengawasan di perbatasan antara Negara Bagian Jammu dan Kashmir. Sebanyak 10 ribu warga di perbatasan tersebut sudah dievakuasi oleh otoritas setempat.

Kaum Muslim Kashmir, terus menderita hingga kini. Sementara negeri-negeri Muslim lainnya masih berdiam diri. Padahal, sudah lama kaum Muslim di India sejahtera berada di bawah kekuasaan Khilafah. Batasan semu nasionalisme menjadikan kaum Muslim terpecah belah dan hidup dalam derita. 

Para penguasa muslim Pakistan telah mengkhianati warga Kashmir tahun 1989 ketika warga Kashmir melakukan perlawanan terhadap militer pendudukan India dan mengorbankan ratusan ribu syuhada dan mereka sudah berada di ambang pembebasan Kashmir. Akan tetapi, para penguasa Pakistan menarik militer Pakistan dari pegunungan Karghil. Begitulah para penguasa Pakistan menikam dari belakang perjuangan Kashmir. Kaum mujahidin yang mulia yang menantang pasukan India yang pengecut selama beberapa dekade di Kashmir saat ini dianiaya sebagai penjahat. Para penguasa Pakistan itu malah terlibat dengan Amerika dalam melakukan Balkanisasi negeri mereka. Mereka telah menyerahkan Pakistan dan provinsi-provinsinnya kepada Amerika.

Kashmir merupakan daerah yang subur yang berada di tengah-tengah India, China dan Uni Soviet, dengan posisi seperti ini Kashmir menjadi daerah perebutan pengaruh ketiga negara tersebut. Kedua, Kashmir adalah negeri muslim, dengan demikian Pakistan memiliki kepentingan untuk memasukan Kashmir sebagai bagian dari teritori mereka. Sementara India dan Pakistan adalah dua negara yang lama dijajah oleh Inggris, kini kontrol kedua negara tersebut jatuh ke tangan Amerika. Amerika Serikat sangat takut akan kegagalan di Pakistan, yang akan mengancam pengaruh dan posisinya di panggung internasional.

Amerika terus mengeksploitasi kemampuan Pakistan untuk melanjutkan ambisinya imperilismenya di kawasan sekitarnya. dengan pemerintahan di India pimpinan Modi yang pro-Amerika, India menerima manfaat sekunder dari kebijakan ini. Hubungan Amerika dengan Pakistan tidak hanya melemahkan negara itu, tetapi juga telah memperkuat pesaingnya, India. Penderitaan rakyat Kashmir telah terlupakan dan para pemimpin Pakistan sangat ingin menyerang kesepakatan yang mempertahankan dominasi India dari Kashmir. Namun hal yang lebih mendasar adalah bahwa Amerika harus mengontrol penuh Pakistan dilatarbelakangi permusuhan dengan sebab faktor ideologis, yakni bangkitnya Islam politik yang menguat di tengah-tengah rakyat Pakistan. Amerika menjadi begitu ketakutan akan tegaknya negara Islam terbesar di Pakistan. Oleh karena itu, Amerika berusaha secara proaktif untuk mengubur negara ini sebelum kemunculan adidaya baru Khilafah Islamiyah.

Strategi yang benar yang wajib diadopsi oleh kaum muslim di kawasan ini adalah jelas. Yaitu menyatukan Afganistan, Pakistan, Bangladesh dan Kashmir dalam satu negara yang berpusat pada Daulah Khilafah. Daulah Khilafah lah yag akan memiliki kekuatan untuk mengusir Amerika dari kawasan ini dengan mudah. Demikian juga untuk mengembalikan India kembali ke pangkuan pemerintahan Islam seperti dahulu selama beberapa abad. [VM]
Laporkan iklan tak layak ⤴

BACA JUGA :

Daftarkan Email Anda dan Dapatkan Update Terbaru Kami:

0 Response to "Meningkatnya Ketegangan India dan Pakistan "