Kaum Muda, Jangan Mau dibohongi Sistem Kapitalis!

Laporkan iklan tak layak ⤴
Laporkan iklan tak layak ⤴

Oleh : Abdul Haq 
(Aktivis Dakwah LDK KMM STKS Bandung)

Berdasarkan Survei BKLDK tahun 2016 mengenai Kontrol Sosial mahasiswa muslim kota Bandung terhadap masalah seks bebas diketahui 59% Mahasiswa tidak pernah menegur secara langsung para mahasiswa yang melakukan seks bebas.

Sebuah fakta, percampuran antara materialisme dan kebebasan individu tanpa batas telah menyebabkan kekerasan yang mewabah, keruntuhan bangunan keluarga, makin tingginya depresi sosial, krisis solidaritas antar generasi (intergenerational solidarity crisis) sehingga kaum muda tidak lagi peduli pada mereka yang lanjut usia dan sebaliknya, kesenjangan antara si kaya dan si miskin, hingga gagalnya proses integrasi sosial akibat kegagalan mengelola perbedaan dalam masyarakatnya.
Ketika Barat terus berupaya menyebarkan nilai-nilai dan ideologi mereka kepada dunia dengan cara yang sangat arogan dan memfit-nah peradaban Islam, maka sebenarnya mereka telah mencoba untuk menyembunyikan kepu-tusasaan yang mereka ciptakan pada masyarakat mereka sendiri dan di seluruh dunia. Sekarang Barat tidak lagi mampu menyembunyikan kemunduran dan kerusakan peradabannya.

Masyarakat Barat bercirikan 3 hal: sekular, pragmatis dan hedonis. Sebagaimana yang  dikemukakan oleh Taqiyuddin an-Nabhani (1953) dalam Nizham al-Islam Kapitalisme Barat: (1) berasaskan sekularisme (pemisahan agama dari kehidupan); (2) Berstandar manfaat (utilitarianisme/pragmatisme) dalam mengukur segala perbuatan manusia; (3) Bersifat hedonis (mementingkan kenimatan fisik) dalam memahami makna kebahagiaan.

Dari sini bisa didiagnosa interaksi sosial masyarakat Barat dengan menggunakan definisi masyarakat yang telah diurai pada awal tulisan. Intinya, sakitnya masyarakat Barat sangat dipengaruhi oleh:

1) Anggota masyarakat yang individualistik dan materialistik.

2) Pemikiran yang rancu dan ‘kosong’ secara spiritual akibat sekularisme yang diadopsi masyarakat Barat sebagai pemikiran dasar.

3) Perasaan kolektif yang kacau akibat pragmatisme dan hedonisme yang membuat standar sikap di masyarakat berbeda-beda dan berubah-ubah

4) Sistem yang zalim dan berpihak akibat penerapan sistem demokrasi- kapitalisme

Dewasa ini kita telah sering kali melihat banyak problematika pemuda yang membuat citra pemuda semakin buruk di mata masyarakat sehingga menimbulkan stigma negatif dari masyarakat. Permasalahan ini erat kaitannya dengan lingkungan, sistematika kehidupan dan tidak terlepas dari peran orang tua yang memberikan bimbingan kepada anaknya, memberikan dasar atau landasan yang kuat agar sang anak dapat memilah dan memilih mana yang haq dan mana yang batil. 

Jebakan untuk anak-anak dan pemuda Muslim dengan budaya liberal pun tengah disiapkan Barat. Tujuannya adalah agar mereka terperosok dalam kubangan ide-ide dan nilai-nilai sekular liberal. Kecanduan narkoba dan seks sudah menjadi cerita sehari-hari media kita. Belum lagi tawaran yang menggiurkan di bisnis hiburan, jalan cepat menjadi kaya dengan menjadi artis atau penyayi, membuat anak-anak dan pemuda muslim rela antri diterpa panas dan dingin mengikuti audisi berbagai ajang adu bakat. Orientasi materi telah menuntun pemuda Muslim ke jalan hidup yang salah.

Itulah sebagian realita yang menggambarkan Barat merampas potensi pemuda Muslim. Mereka adalah aset berharga umat Islam, namun kita tengah melihat bahwa aset itu direbut oleh penjajah yang membenci kebaikan umat ini. Tentu kita tidak rela asset berharga itu direbut mereka. Semestinya kita berupaya merebut kembali dan memalingkan hati, pikiran dan pembelaan generasi muda kita kepada Islam, umat dengan kemuliaannya.

Padahal mereka itu tahu bahwa semua hal tersebut di dilarang dalam islam begitupun dalam hukum negara. Namun karena kurangnya kesadaran masyarakat akan hal itu masyarakat seakan membiarkan hal itu terjadi sehingga para remaja merasa bebas untuk melakukan kenakalan kenakalan tersebut dan jika di biarkan akan semakin parah dan generasi muda akan semakin hancur. Kaum muda dibuai oleh angan-angan hampa kapitalistik, dibungkam aspirasinya, tunduk menjadi pekerja-pekerja penguat sistem yang menjauhkan diri pada Rabbnya. Dibuai oleh pekerjaan dengan gaji Dollar hingga lupa bahwa dakwah adalah poros hidupnya. Ada dua faktor yang menyebabkan kemrosotan generasi yaitu faktor internal  dan faktor eksternal.

Faktor internal adalah faktor dalam yang berpengaruh terhadap kepribadian remaja itu  sendiri. Faktor dalam di bentuk dalam keluarga yang memberikan nilai-nilai dasar kepada individu untuk menjadi benteng dalam menjalani kehidupan maksud disini menjadi batas akan hal yang di bolehkan dan dilarang. Kemudian sikap apatisme yang semakin terarahkan oleh pengaruh 3f (food, fun, and fasion) kaum muda kian terlena akan kehidupan sehingga tidak memperdulikan lingkungannya. Gadget sudah menjadi suatu kebutuhan wajib yang tanpanya galaulah kaum mudanan sering dikata intelektual. Mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat terkadang mendistorsi kehidupan sosial. Jika fungsi kehidupan sosial keluarga tidak berjalan dengan baik maka dasar yang dimiliki seorang individu tidak akan kuat dan akan mudah terpengaruh oleh lingkungan, dimana lingkungan dapat menjadi pisau-pisau tajam yang siap menusuk tuannya. 

Faktor eksternal adalah faktor  luar yang mempengaruhi individu yang berasal bukan dari individu itu sendiri misalkan sekolah,teman sepermainan,dan lingkungan sekitar. Dengan pengaruh pengaruh lingkungan yang besar dan terus menerus akan membuat individu itu berubah menyesuaikan dengan kondisi lingkungannya, jika dia bergaul dengan seorang perokok maka dia lambat laun akan terbiasa dengan orang yang merokok dan membenarkan kegiatan tersebut dan jika ada orang yang menggugat akan hal itu maka ia akan berusaha untuk mencari pembenaran akan hal itu   karena ia merasa bahwa hal itu adalah benar. Ketika ia menerima hal yang sama terus menerus akan menjadi doktrinasi alam bawah sadar hingga akhirnya ia mulai mengikuti kegiatan yang salah itu.

Dengan sistem demokrasi kapitalistik yang berlaku saat ini orang semakin mudah untuk melaksanakan penyimpangan karena kurangnya pengawasan yang di lakukan terutama dalam peraturan yang mengatur hal hal tersebut. Penanganan dari pemerintah yang bertele tele dan tidak sesuai dengan apa yang telah dilakukannya. Demokrasi membebaskan hak asasi manusia untuk melakukan suatu perbuatan tercela sekalipun asalkan tanpa menyalahi dan melukai hak asasi orang lain. Sistem saat ini juga membuka selebar-lebarnya pintu kemaksiatan dan membuka seluas-luasnya gebang kehancuran generasi yang sebagai tonggak peradaban. Demokrasi kapitalis saat ini yang beraqidahkan sekulerisme (memisahkan agama dalam kehidupan) membuat hukum dan aturan atas dasar kesepakatan penguasa dan pengusaha. Maka islam menghadirkan solusi hukum dan aturan atas dasar Rabb semesta alam.  Sistem yang bertentangan dengan hukum Allah tidak akan pernah berhasil menyelesaikan permasalahan apapun karena sistem demokrasi datang dari manusia bukan dari Allah SWT. Sehingga banyak sekali permasalahan yang bertentangan dengan ketentuan Allah SWT yang dari dulu tak kunjung menemui jalan terang bahkan semakin parah.

Namun terlepas dari semua itu islam muncul sebagai dien rahmatan lil’alamiin, hadir dengan lengkap akan aturan meskipun itu hal-hal yang sangat kecil seperti ketika kita menguap, islam memerintahkan kita untuk menutup mulut kita dengan tangan kita atau bahkan untuk hal yang belum terjadi seperti kita tidak boleh untuk berperasangka buruk kepada orang lain meskipun hal itu belum dilaksanakan. Apalagi untuk hal-hal yang mempengaruhi secara besar terhadap kehidupan ini. Dalam Al-Quran Allah telah berfirman dalam surat  Al Isra ayat 32 yang artinya “dan janganlah kamu mendekati zina . sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji . dan suatu jalan yang buruk”. Kemudian dalam surat  Al A’raf ayat 157 yang artinya : “ ...dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk .... maksud dari ayat ini  adalah untuk menentukan sesuatu yang baik atau buruk itu tidak berdasarkan nafsu saja tapi melalui tiga proses  yaitu : Aspek substansi dari perkara itu,Kesesuaian dengan fikrah manusia, dan berkonsekuensi Dosa atau Pahala. Ketika benda atau hal itu lulus akan tiga hal itu maka dikatakan lah benda tau hal itu  baik dan jika benda itu tidak lulus uji dari tiga hal itu maka benda itu menjadi hal yang buruk.

Kemudian islam memberikan solusi untuk mencegah terjadinya kenakalan remaja adalah dengan memperkuat tsaqofah,mengaitkan perbuatan perbuatan kita dengan hisab di akhirat bahwa setiap manusia akan mati dan akan di mintai pertanggung jawaban atas perbuatannya, hidup di lingkungan yang baik dan kuat akan nilai nilai keislamannya dan senantiasa berada dalam jamaah dakwah agar ketika kita futur akan ada orang yang mengingatkan kita, menguatakan keimanan kita agar keimanan kita lebih stabil dan tetap berada di jalan Allah SWT. [VM]
Laporkan iklan tak layak ⤴

BACA JUGA :

Daftarkan Email Anda dan Dapatkan Update Terbaru Kami:

0 Response to "Kaum Muda, Jangan Mau dibohongi Sistem Kapitalis!"