Israel Terbakar, Lalu Bersiap Untuk Ekspansi…

Laporkan iklan tak layak ⤴
Laporkan iklan tak layak ⤴

Oleh : Umar Syarifudin – Syabab HTI 
(Pengamat Politik Internasional)

Menteri Pendidikan Israel Naftali Bennet menyalahkan terorisme petasan yang membakar Israel. Bahkan, Israel akan meresponnya dengan memperluas pendudukan di Tepi Barat. "Kami akan membangun lebih dan lebih besar rumah lagi bagi rumah-rumah yang hancur karena terbakar," katanya seperti dilansir Haaretz, Ahad, (27/11). Menteri Pertahanan Avigdor Lieberman mengatakan, jawaban terbaik atas kebakaran ini adalah memperluas pendudukan Israel. Dari 100 kebakaran, sebanyak 17 kebakaran disebabkan oleh pembakaran dengan sengaja. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berjanji kepada penduduk Haifa, jika Pemerintah Israel akan membangun kembali rumah-rumah mereka yang terbakar.

Pihak Palestina menilai kebakaran yang terjadi di sebagian besar wilayah Israel sebagai bayaran yang pantas diterima karena telah merampas tanah mereka. Akibatnya, sekitar 80.000 orang telah diperintahkan untuk mengevakuasi rumah mereka karena kebakaran hutan menyapu ke kota terbesar ketiga Israel Haifa. Kebakaran yang terjadi telah membuat Israel menjadi lautan api, kejadian itu mengikuti kekeringan yang telah terjadi selama dua bulan.

Beginilah Israel, kebakaran menjadi momentum untuk merampas tanah Palestina, mempersempit dan melemahkan umat Islam. Dan semuanya telah gagal untuk menyelesaikan permasalahan dan beratnya penindasan yang dialami oleh kaum Muslim Palestina di bawah entitas Yahudi. Sebaliknya, banyak hal yang memperburuk situasi dan kondisi saudara-saudara kita yang tinggal di tanah yang diberkati ini. Selama 68 tahun pendudukan Yahudi atas Palestina, ribuan nyawa kaum Muslim telah dikorbankan dan tanah kaum Muslim telah digadaikan. Sayangnya, para pemimpin Muslim menutup mulut mereka hingga bisu atas nasib dan kondisi umat Islam di Palestina.

Entitas Zionis melalui langkah damai yang ia tempuh ingin mencapai keamanan bagi tentara dan warga pemukimannya, melakukan penetrasi ekonomi ke pasar-pasar Arab, dan menghapus hambatan emosional masyarakat agar menerima entitas mereka di wilayah Palestina. Entitas Zionis tidak siap untuk sungguh-sungguh melepas setiap kedaulatan meskipun kepada pihak ketiga internasional (sampai kapan pun), terutama pandangan ekspansionis Partai Likud yang terus bermimpi berekspansi, bukan penarikan riil. Oleh karena itu, entitas Zionis tidak akan pernah melangkah di luar batas-batas dua kata kunci, betapapun besarnya “suara perdamaian” diserukan. Sehingga keamanan dan normalisasi merupakan kata kunci bagi pandangan Yahudi.

Jelas, ratusan resolusi yang telah ditandatangani selama bertahun-tahun telah gagal untuk melindungi darah, tanah, harta, dan hak-hak kaum Muslim Palestina. Anehnya, sebagian kaum Muslim masih menganjurkan untuk menyerahkan masalah ini kepada PBB untuk dicarikan solusi. Para pemimpin Muslim khususnya tidak merasa bersalah dengan mengandalkan organisasi dunia itu yang dibentuk oleh kaum kafir untuk mengatasi masalah-masalah yang dihadapi oleh umat Islam. Padahal masalah-masalah tersebut seharusnya diselesaikan oleh kaum Muslim menurut agama mereka.

Ingat, masalah Palestina adalah masalah politik yang berdimensi militer. Oleh karena itu tidak mungkin menemukan solusi yang sebenarnya, melalui forum-forum internasional, atau resolusi-resolusi internasional; dan tidak pula dengan berjalan terengah-engah dalam koridor Perserikatan Bangsa-Bangsa hingga menjadi sekadar serangan-serangan romantis “donquichotisme” yang mereka yang bergelar pemimpin bukan pada tempatnya.

Semua pemimpin Muslim wajib untuk memulai jihad melawan “Israel” lalu membebaskan saudara-saudara kita, kaum Muslim, sehingga membebaskan tanah yang diberkahi dari rezim kafir. Namun, kita paham bahwa para pemimpin Muslim pengkhianat itu akan melakukan apapun dan tetap mengejar kekayaan duniawi, kekuasaan dan posisi. Mereka pun akan tetap mengikuti perintah tuan-tuan Barat mereka, bukannya memobilisasi tentara mereka di jalan Allah. Oleh karena itu, satu-satunya solusi bagi kita sebagai Muslim adalah memotivasi saudara-saudara kita, ayah dan anak-anak tentara Muslim untuk memenuhi tugas mereka dalam membela umat. Selain itu, kita harus berusaha untuk membangun mendirikan kembali Khilafah. [VM]
Laporkan iklan tak layak ⤴

BACA JUGA :

Daftarkan Email Anda dan Dapatkan Update Terbaru Kami:

0 Response to "Israel Terbakar, Lalu Bersiap Untuk Ekspansi…"