Bersatu Menjebol Tanggul Penyesatan Opini yang Dirancang Musuh!

Laporkan iklan tak layak ⤴
Laporkan iklan tak layak ⤴

Oleh : Umar Syarifudin – Syabab HTI
 (pengamat politik Internasional)

Trump menang, publik Amerika Serikat dan masyarakat Internasional cemas. Terkait dengan Islam dan muslim, sikap Trump sama dengan sikap Theresa May di Inggris dan Francois Hollande di Prancis, menyerang Islam karena dia menyadari bahwa di dunia sekarang ini, di mana kapitalisme sekuler telah gagal, masyarakat sedang mencari alternatif. Kaum Muslim, pasti akan melihat kepada Islam sebagai sebuah alternatif. Jadi, mereka menekan umat Islam untuk berperilaku kebarat-baratan, berpikiran sekuler, meninggalkan nilai-nilai Islam dan meninggalkan seruan untuk penerapan hukum Islam di dunia Muslim. Rezim Barat melarang jilbab dan niqab, sambil mengatakan bahwa pemerintahan Islam bukanlah menjadi pilihan untuk menggantikan pemerintahan diktator sekuler dalam revolusi di Negara-negara Arab.

Dan umat Islam sangat menyadari bahwa Islamofobia yang lebih jahat adalah bahwa para politisi dan media berhaluan ideologis telah memicu iklim kebencian di masyarakat Barat terhadap Islam dan kaum Muslim sebagai bagian dari ‘The Global War on Terrorism’ yang mereka lakukan. Ketika para politisi ini, dan sekutu mereka di media mengutuk Islam, hal ini telah menciptakan iklim dimana rakyat di Barat menjadi ketakutan dan membenci kaum Muslim, sehingga menambah tekanan pada komunitas Muslim. Hal yang menggembirakan, umat Islam telah melakukan perlawanan atas siapa saja yang menekannya dan merampas kekuasaannya. Sehingga tidak diragukan bahwa umat tidak akan pernah tertipu lagi oleh siapa saja yang berusaha menyesatkannya.

Mengingat kuantitas ketakutan yang luar biasa, tentang ketakutan terhadap Khilafah dan kemungkinan hilangnya kendali atas negeri-negeri muslim, serta terjadinya bencana bagi mereka –selanjutnya- berbagai media berupaya menyembunyikan agar umat Islam tidak mengerti tentang perubahan yang sesungguhnya, yaitu tren perubahan ke arah sistem Islam. Berbagai media berupaya untuk memalsukan revolusi negara-negara Arab dan hanya memperlihatkan karakter sekulerisme, yang semuanya menuntut sebuah negara sipil atau demokrasi. 

Opini media-media sekuler Barat dan di negeri-negeri muslim berupaya memadamkan sisi terang dari kebangkitan umat Islam, yang tercermin dalam langkah praktis untuk mengakhiri kekuasaan tiran dan keinginan untuk mendirikan Khilafah, namun demikian suara Khilafah dan seruannya makin deras menjebol tanggul opini media sekuler yang dibangun bertahun-tahun ke dalam kaum Muslim. Khilafah mulai menjadi buah bibir masyarakat umum dan para politisi, sekalipun itu tidak dilakukan secara terbuka, sebab semangat pemadaman dan penyembunyian terhadap cahaya terang Khilafah ini merupakan sikap utama bagi berbagai media.

Para diktator bekerja keras melalui antek-anteknya, medianya dan eksekutornya, serta kaum oportunis di antara para penulis dan ulama ‘yang telah dibeli’ untuk memasukkan slogan-slogan yang merusak kebangkitan umat dan membuat tuntutan perubahan-perubahan berubah dari tujuannya, sehingga tidak terjadi perubahan yang sesungguhnya, melainkan razim-rezim kapitalis busuk itu yang tetap berkuasa, serta politik, konstitusi dan hukum-hukum positif yang bersumber dari sistem demokrasi kapitalis yang tetap mengontrol kehidupan rakyat. Dengan demikian, hegemoni Barat tetap dominan melalui para boneka yang rela dirinya dikendalikan oleh Barat, dan mengokohkan kediktatoran yang telah berkuasa selama beberapa dekade.

Kelompok liberal dan penguasa boneka yang  seringkali berkoar-koar  bekerja untuk kepentingan rakyat, untuk kepentingan negara, sebenarnya merupakan penipu rakyat.  Merekalah yang menghancurkan negara dengan korupsi mereka, kerjasama mereka dengan negara penjajah menjual kekayaan alam  yang sesungguhnya milik rakyat, mereka juga adalah penguasa yang membuat kebijakan yang membuat rakyat menderita. 

Sesungguhnya usaha pemboikotan dan penyembunyian yang dilakukan oleh berbagai media ini adalah dalam rangka untuk melayani agenda asing, yaitu membajak dan memaksa media untuk mencuri kerja keras umat dan pengorbanannya. Hal yang sangat mungkin dilakukan oleh kelompok liberal-sekuler dan media-media massa mainstream yang mereka kuasai, ketika perjuangan untuk menegakkan Khilafah  semakin menguat. Mereka akan berupaya keras melakukan stigmatisasi negatif, label-label buruk, terhadap ide khilafah dan kelompok atau pejuang yang ingin menegakkan Khilafah. Secara sistematis media masa mereka akan menggunakan julukan teroris, ancaman nasional, antek asing, pemecahbelah, penghasut, dan lain-lain untuk memalingkan masyarakat dari jalan kebenaran. 

Sekalipun media telah berusaha keras untuk menyembunyikan kebangkitan, namun gelombang dukungan terhadap Hizbut Tahrir di tengah-tengah kaum Muslim meningkat pesat terkait seruannya untuk menegakkan Khilafah, dan telah banyak pihak yang berusaha mewujudkannya, serta mereka yang telah mendedikasikan semua tenaganya selama puluhan tahun untuk menegakkan kembali Khilafah.

Meski media-media berusaha keras untuk menyembunyikan dan menutupinya, namun seruan perubahan atas dasar Islam tetap merupakan aspirasi umat yang sesunguhnya, yang mendorongnya untuk bergerak, dan meraih harapan masa depan yang cerah. Sekalipun jalan untuk mengetahui semua berita itu masih merupakan ruang sempit, melalui jaringan internet, serta kontak-kontak yang dinamis dan terencana.

Pada titik inilah, sangat penting bagi umat Islam untuk segera mengetahui bagaimana Khilafah Rasyidah itu – yang mencontoh pada metode kenabian – akan dapat memecahkan masalah masyarakat, membawa keadilan, keamanan dan perlindungan dan menjaga umat Islam dari seluruh mazhab dan kelompok, serta warga negara non-Muslim. Sektarianisme dan konflik di antara kaum minoritas adalah hasil dari kebijakan kolonial selama beberapa dekade, bukan dari Islam. Kaum Muslim harus tahu apa solusi yang ditawarkan oleh Khilafah kepada dunia sebagai alternatif dari bencana Kapitalisme yang mendominasi dan menindas dunia. Pertanyaan menariknya adalah jika Barat begitu gemetar ketakutan dengan keberadaan Hizbut Tahrir yang gigih mewujudkan tegaknya kembali Khilafah, maka bagaimana reaksi mereka ketika menerima kabar bahwa berdirinya Khilafah Islam sudah tidak lama lagi?

Maka, sangat penting bagi umat Islam pada umumnya, dan terutama bagi mereka yang telah mengambil atas dirinya untuk melanjutkan cara hidup Islam, agar memahami hubungan ini, mekanisme dan peran kita. Kita perlu mengungkapkan motivasi yang nyata dan akibat-akibat yang menghancurkan dari perang melawan Islam dan juga akibatnya di negeri-negeri Muslim. Kenyataan sebenarnya bahwa dunia ini telah dibakar oleh ketidakadilan sistem demokrasi-kapitalisme. Dan manusia tidak akan terselamatkan kecuali oleh sistem keadilan Islam. dan inilah yang selama ini terus diperjuangkan oleh Hizbut Tahrir. [VM]
Laporkan iklan tak layak ⤴

BACA JUGA :

Daftarkan Email Anda dan Dapatkan Update Terbaru Kami:

0 Response to "Bersatu Menjebol Tanggul Penyesatan Opini yang Dirancang Musuh!"