Save Palestine!

Laporkan iklan tak layak ⤴
Laporkan iklan tak layak ⤴

Oleh : Umar Syarifudin 
(Direktur Pusat Kajian Data dan Analisis)

Isu Palestina telah menjadi masalah selama beberapa dekade. Serangan terhadap Gaza terus terjadi setiap tahun. Isu Palestina adalah tanggung jawab semua umat Islam. Namun umat Islam belum memiliki otoritas negara yang mampu mengirimkan pasukan tentara yang bisa membantu dan membebaskan kaum Muslim di Palestina.

Warga Tepi Barat telah menghadapi kekurangan air selama beberapa dekade karena  kontrol Israel atas sumber daya air di wilayah Palestina. Utilitas Air Kota Pesisir Palestina (Coastal Municipalities Water Utility/CMWU) mengatakan bahwa sekitar 120.000 orang di Jalur Gaza yang diblokade kekurangan air minum akibat rusaknya infrastruktur. Para pejabat Israel menyatakan, sumber daya air dibagi antara warga Palestina dan warga Israel yang menduduki wilayah Palestina. Coordinator of Government Activities in the Territories, unit militer Israel, menyatakan Israel memberikan 64 juta meter kubik air untuk Palestina setiap tahunnya.

Perbedaan jelas terlihat antara pemukiman ilegal Israel dengan rumah-rumah warga Palestina. Israel memiliki kebun dan taman yang rimbun dengan kolam renang, sedangkan Palestina gersang karena tidak terhubung ke jaringan air nasional dan mengandalkan persediaan air tanah. Sejak tahun 2007, daerah kantong Palestina telah menderita di bawah blokade bersama Israel dan Mesir yang telah merampas kebutuhan sekitar 1,9 juta penduduk yang paling dasar, termasuk makanan, obat-obatan dan bahan bangunan.

Butuh Pembebasan Nyata

Statistik resmi dari Kementerian Informasi di Ramallah mengungkapkan bahwa 1.518 anak-anak Palestina tewas oleh pasukan pendudukan Israel sejak pecahnya Intifada kedua pada bulan September 2000 sampai dengan bulan April 2013, menurut lembaga pemantau Timur Tengah. Angka itu berarti bahwa satu anak Palestina tewas dibunuh oleh Israel setiap 3 hari selama hampir 13 tahun.

Saat David Ben Gurion ditetapkan sebagai perdana menteri Israel pertama. Dan mencanangkan sasaran untuk merampas tanah Palestina yang ditetapkan oleh Konferensi Perdamaian Versailles 1919. Menurut perjanjian Versailles, batas-batas wilayah Israel yang akan dibentuk antara lain Di Utara, meliputi Shaida (Lebanon) dan Damsyik (Suriah), di Timur mencakup Amman (Yordania), dan Aqaba, sedangkan di Barat sampai El-Arish di Mesir. Sejak awal, watak negara Israel sejak awak pembentukannya memang imperialistik-ekspansionis. Sebagaimana yang dicanangkan oleh Ben Gurion: “Kita harus menyerang di semua lini. Tidak hanya sebatas wilayah Palestina, atau wilayah Israel semata."

Negara Yahudi, anak haram Amerika, konsisten melakukan kejahatan terhadap kaum muslim dan penduduk Palestina karena mengetahui bahwa kaum muslim terpecah belah, masing-masing punya penguasa khianat. Karena itu, meski kaum muslim memiliki kemampuan dan jumlah mereka lebih dari satu setengah milyar namun mereka tidak bisa melenyapkan negara Yahudi dan membebaskan kiblat pertama dari cengkeraman kedua tangan Yahudi.

Kekuatan imperialis AS menjamin tidak ada sanksi bagi Israel dari PBB meski pembunuhan terus dilakukan. OKI sendiri gagal, hanya mengecam, menggiring Israel ke meja perundingan, atau mengirim bantuan medis, obat-obatan, makanan dan uang ‘takziyah’ kepada warga Palestina. cukup.

Ratusan resolusi PBB yang telah ditandatangani selama bertahun-tahun telah gagal untuk melindungi darah, tanah, harta, dan hak-hak kaum Muslim Palestina. Anehnya, sebagian kaum Muslim masih menganjurkan untuk menyerahkan masalah ini kepada PBB untuk dicarikan solusi. Para pemimpin Muslim khususnya tidak merasa bersalah dengan mengandalkan organisasi dunia itu yang dibentuk oleh kaum kafir untuk mengatasi masalah-masalah yang dihadapi oleh umat Islam.

Semua anggota tetap Dewan Keamanan PBB memiliki sejarah panjang dalam menyerang umat Islam. Mereka termasuk Rusia dan Cina terlibat dalam serangan terhadap kaum Muslim, seperti tindak pidana yang dilakukan oleh Cina di Timur Turkestan (Xinjiang), juga tindak pidana Rusia di Chechnya serta invasinya di Afghanistan serta penganiayaan terhadap kaum Muslim di negeri sendiri.

Para penguasa Arab secara umum, khususnya para penguasa Mesir dan otoritas Palestina itu sama-sama terlibat dalam tindakan kriminal suksesi imperialisme Israel terhadap Palestina, pembunuhan dan pengusiran penduduk Palestina, serta membuat mereka kelaparan.

Sesungguhnya bumi yang suci ini bukanlah sebuah tawaran komersial! Ia merupakan bumi yang paling sering dikomersialkan oleh para penguasa demi tujuan murahan. Lihat! Masing-masing mereka mengklaim telah mengunjunginya. Namun mereka bisu dari membicarakan upaya pembebasan Palestina.

Perlu diperhatikan sikap-sikap penting membutuhkan seruan-seruan yang jelas dan kuat, bukan sekedar petualangan-petualangan politik. Masalah Palestina sesungguhnya adalah masalah bumi yang diberkati, yang tengah diduduki oleh para penjahat musuh. Sehingga umat wajib memikul tanggung jawab untuk membebaskannya dengan mengerahkan semua tentara dan potensi yang dimilikinya, bukan dengan menggiringnya ke lorong sempit negosiasi yang melampaui batas, seperti yang dilakukan oleh PLO dan otoritas Ramallah.

Satu-satunya jalan untuk menghentikan serangan Yahudi dan menyelamatkan kaum muslim di Gaza tidak dengan jalan bermain di ruang pertemuan PBB, bukan pula melalui Liga Arab, OKI atau PBB. Akan tetapi satu-satunya jalan itu adalah melalui tangan para tentara Islam. Sesungguhnya tugas para jenderal di militer Islami adalah menggerakkan artileri dan rudal menyerang negara Yahudi dan memobilisasi tentara untuk bergerak membebaskan Palestina dan melenyapkan negara Yahudi dari muka bumi ini. Jika para penguasa khianat itu menghadang di depan tentara-tentara itu maka para jenderal wajib menjungkalkan para penguasa khianat itu. Kami menyeru para tentara Pakistan untuk menunaikan kewajibannya dengan menyiapkan persenjataan nuklir dan persenjataan lainnya untuk mengumumkan jihad dari pada hanya menyimpan semua persenjataan itu dan hanya dijadikan pajangan.

Perang melawan entitas Yahudi sebagai sebuah negara bukanlah tanggung jawab suatu kelompok seperti Hamas. Semua Muslim harus bersatu di bawah satu bendera Ar-Rayah, yang dipimpin oleh Amirul Jihad, Khalifah yang menyatakan Jihad melawan musuh Allah ini. Pembunuhan dan penghinaan kepada kaum Muslim, wanita dan anak-anak hanya dapat dihentikan dengan kehadiran seorang Khalifah. Apa yang penting bagi saudara-saudara kita di Palestina adalah hidup mereka. Uang tidak dapat menjamin tetapi keberadaan Khilafah akan melindungi keselamatan dan kehidupan umat. [VM]
Laporkan iklan tak layak ⤴

BACA JUGA :

Daftarkan Email Anda dan Dapatkan Update Terbaru Kami:

0 Response to "Save Palestine!"