'Pekerjaan' Pemerintah

Laporkan iklan tak layak ⤴
Laporkan iklan tak layak ⤴

Oleh : H. Luthfi H.

Pekerjaan pemerintah adalah aktivitas politik. Realitas pekerjaan pihak yang memangku jabatan politik setidaknya ada dua. Pertama, melakukan pengurusan rakyat, mensejahterakan rakyat dengan mekanisme sistem politik tertentu. Dan pekerjaan politik yang Kedua adalah mengeliminasi kekuatan lawan politik. Dua-duanya adalah aktivitas politik.

Siapa pun yang miliki mata hati politik, tugas politik yang pertama, yakni mensejahterakan rakyat, sulit sekali kita lihat dari pemerintah saat ini. Prof Yusril Ihza Mahendra pernah mengatakan bahwa negara saat ini dikelola oleh orang-orang amatiran. 

Ekonomi hampir jebol, orientasi pembangunan dengan haluan proyeksisasi. Sektor pendapatan pemerintah melulu yang diurusi soal pajak. Padahal sikap seperti itu adalah ciri negara malas dan kurang kreatif. Hanya di Pemerintahan sekarang yang mematok sektor pendapatan dari pajak mencapai angka 80 %.

Secara ekonomi justru nyatanya negara negara pendonor utang yang sangat menikmati cipratan "pembangunan Ekonomi NKRI". Beberapa Ekonom penilai bahwa "kerja, kerja, dan kerja" yang dilakukan pemerintah justru jadi "tumbal" dan "saluran" pembangunan dari Negara lain. Ada yang dengan vulgar menyinggung dan mengatakan bahwa NKRI ini bagian dari Provinsi Tiongkok. Terbukti tenaga asing --khususnya dari China-- berduyun-duyun ke Indonesia. Sementara PHK dalam negeri terjadi di mana-mana. 

Kerja politik pemerintahan justru lebih pada sisi yang kedua. Yakni terus berupaya secara sistematis terus melemahkan lawan-lawan politik. Membungkam suara-suara kritis, meski hakikatnya hal tesebut diperlukan dalam pembangunan yang jujur. 

Kita mencatat, pertama yang dimandulkan adalah Partai Politik. PPP diobok-obok, kemudian Golkar, terus Hanura, PKS juga sedikit kebagian. Mungkin hanya Gerindra saja Partai Politik yang dirasa sedikit menyengat pemerintah. Kasus do'a politik yang disampaikan kader Gerindra di sidang tahunan MPR beberapa waktu lalu dianggap sengatan oposisi atas kinerja pemerintah. 

Kelompok budayawan dan Intelektual juga tidak luput dari sasaran pemerintah untuk dilumpuhkan. Iwan Fals yang dulu sangat tajam kritikannya pada pemerintah menjadi sumbang. Fals nya mungkin terpengaruh oleh fulus. Slank yang dulu begitu bersemangat mengkritisi korupsi sekarang seolah tutup mulut, serak tidak bisa nyanyi.

Fadjroel Rahman yang dulu sangat berapi-api, seolah paling kritis, setelah dikasih kursi tidak jauh berbeda seperti mahasiswa yang tadinya nyaring, sunyi senyap ditelan makan malam di Istana.

Demikian pula dengan organisasi keagamaan besar negeri ini. Yang pro pemerintah, meski banyak melukai akidah umat, dibesarkan. Sementara organisasi massa keagamaan yang kritis dikejar-kejar dituduh teroris. 

Kaum muslimin...

Partai politik sudah mulai lumpuh, intelektual dan budayawan sudah banyak terbeli, mahasiswa kerjaan nya banyak ketawa dengan "stand up" komedi.

Kunci atas semua ini adalah ideologi. Ideologi lah yang akan mampu melawan pertarungan ini. Partai Politik, budayawan, intelektual, ormas, dan lain sebagainya, akan mudah digemnosi penguasa jika tidak memiliki ideologi sejati. Dan ideologi sejati yang mampu maelawan itu adalah Islam.[VM]
Laporkan iklan tak layak ⤴

BACA JUGA :

Daftarkan Email Anda dan Dapatkan Update Terbaru Kami:

0 Response to "'Pekerjaan' Pemerintah"