Ulama Diminta Bereaksi Atas Upaya-upaya Menyudutkan Umat Islam

Laporkan iklan tak layak ⤴
Laporkan iklan tak layak ⤴
Anton Tabah
Ketua Komisi Hukum MUI Anton Tabah menilai ada pihak-pihak yang ingin menyudutkan umat Islam serta menuding umat Islam sebagai pihak yang intoleran dan ketinggalan zaman. Padahal, menurutnya, umat Islam di Indonesia merupakan umat yang paling toleran di muka bumi.

“Apa yang kita rasa dan lihat di Ramadhan ini menunjukkan ada usaha terencana untuk menyudutkan umat Islam, seolah tanpa perlindungan dan dibiarkan begitu saja di-bully di media massa di mana-mana” katanya pada Kiblat.net, Senin (13/06).

Purnawirawan Polri itu meminta seluruh ulama sadar dan segera bertindak atas upaya-upaya yang menyudutkan Islam beberapa waktu terakhir. Ulama diminta melek terhadap kondisi umat Islam saat ini.

Anton yang juga menjabat Ketua Badan Penanggulangan Penistaan Agama ini menilai bahwa pemerintah yang berkuasa hari ini tak bisa diharapkan. Pemerintah, lanjut Anton, sepertinya punya agenda sendiri dan tidak menganggap penting menjaga perasaan umat Islam.

“Lihatlah apa yang dilakukan pemerintah, yakni presiden saat ini. Tidak ada, bukan? Mereka membiarkan ketidakadilan terjadi,” tegasnya.

Terakhir ia menyarankan kepada umat muslim bersiap-siap sebelum keadaan semakin memburuk dan menyeret ke arah konflik sosial dan SARA.

“Umat islam jangan takut bila dituduh tidak toleran, tidak demokratis, atau tuduhan negatif lainnya. Umat butuh perlindungan dari pihak-pihak yang memang ingin mengecilkan peran Islam di Indonesia” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, beberapa hari terakhir marak upaya-upaya penggiringan opini publik yang menyudutkan umat Islam. Mulai dari wacana penghapusan perda Syariat oleh pemerintah hingga umat Islam diminta menghormati orang yang tidak puasa. Parahnya, hal itu didukung oleh media-media nasional. [VM]

Sumber : KIBLAT
Laporkan iklan tak layak ⤴

BACA JUGA :

Daftarkan Email Anda dan Dapatkan Update Terbaru Kami:

0 Response to "Ulama Diminta Bereaksi Atas Upaya-upaya Menyudutkan Umat Islam"