Ini Kenapa Indonesia Tertinggal dengan Negara Lain, Menurut JK

Laporkan iklan tak layak ⤴
Laporkan iklan tak layak ⤴

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, ketertinggalan pertumbuhan ekonomi Indonesia dari negara lain bukan disebabkan karena kurangnya potensi dan ketidakmampuan, melainkan ada kebijakan keliru yang harus dievaluasi.

"Kalau kita tidak boros subsidi BBM (bahan bakar minyak) untuk 10 tahun, jika dihitung bunganya bisa mencapai Rp 2.000 triliun. Kalau ada dana segitu, sudah bisa membangun segala infrastruktur 10 tahun dari sekarang. Kebijakan kita perlu dievaluasi, ada kesalahan besar yang dibuat," kata Wapres Jusuf Kalla (JK) pada peluncuran buku "Widjojo Nitisastro: Panditaning Para Raja" di Jakarta, Sabtu.

JK mengatakan, kemampuan Indonesia tidak sejalan dengan pertumbuhan ekonomi akibatnya negara-negara seperti Malaysia, Korea Selatan dan Tiongkok yang dahulu memiliki pertumbuhan ekonomi di bawah Indonesia, perlahan sudah mengungguli.

Ia menjelaskan aset orang Indonesia lebih banyak disimpan di luar negeri dan jika diakumulasi jumlahnya melebihi jumlah Produk Domestik Bruto (PDB) Negara.

Jika kekayaan itu pun memang benar terbukti, JK menegaskan Indonesia sebenarnya jauh lebih kaya daripada Malaysia. "Aset Indonesia lebih banyak di luar negeri daripada di dalam. Apa yang keliru? Bisa saja keliru dalam undang-undang ekspor-impor, kita bisa keliru menerapkan UU Devisa, kita bisa keliru dalam UU Pajak. Kebijakan kita memang perlu dievaluasi," ujar JK.

Selain itu, untuk mendongkrak pendapatan negara dan membiayai pembangunan nasional, khususnya melalui pajak, pemerintah pun merancang Undang-Undang Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) sebagai instrumen untuk repatriasi modal ke dalam negeri. [VM]

Sumber : Antara

KOMENTAR :



PENGUASA MENTAL KAPITALIS, KEBIJAKANNYA MAKIN MENCEKIK RAKYAT. KEMBALI KEPADA SISTEM ISLAM UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK.
Laporkan iklan tak layak ⤴

BACA JUGA :

Daftarkan Email Anda dan Dapatkan Update Terbaru Kami:

0 Response to "Ini Kenapa Indonesia Tertinggal dengan Negara Lain, Menurut JK"