Di Bawah Selimut Ketentraman Palsu

Laporkan iklan tak layak ⤴
Laporkan iklan tak layak ⤴

Oleh : Umar Syarifudin – Syabab Hizbut Tahrir Indonesia 

Dari Ramadhan ke Ramadhan berikutnya, kondisi kaum Muslim masih dalam kegelapan. Kegelapan ini bukan hanya melalui dominasi dan operasi pembantaian kaum Kafir penjajah, tetapi di dalamnya melibatkan kaum Muslim. Mereka menistakan Islam sambil mengibarkan slogan pesta demokrasi dan HAM, atau menistakan Islam sembari mengibarkan slogan dusta atas nama Islam.

Indonesia dalam dekapan neo-liberalisme. Amerika dan Inggris telah menumpahkan darah, merobek-robek negeri Irak, Suriah dan Afganistan, serta melakukan makar kepada kita di semua tempat. Amerika telah membagi Sudan, melepaskan Timor Timur dari Indonesia, mendukung Yunani menguasai Cyprus. Rusia dan pembantaiannya di Cremia, Kaukasus, Chechnya, Tataristan. Pembantaian Cina di Turkmenistan, dan permusuhannya yang dilakukannya terhadap Islam. Lalu pembantaian India di Kashmir. Burma telah berani membantai kaum Muslim, menodai kehormatan mereka, kaum Budha pun berani menguasai kaum Muslim. Pembantaian muslim di Poso dengan segala rekayasa. Pembantaian muslim di Pattani Thailand. 

Tidak cukup sampai disitu, Islam Karimov di Uzbekistan melakukan kampanye pelecehan, penculikan, ancaman, penganiayaan dan penyiksaan terhadap para politisi mukhlis dan yang memiliki kesadaran yang berasal dari Hizbut Tahrir. Atas Restu AS dan Rusia, Rejim Uzbekistan melakukan aksi-aksi brutal terhadap narapidana yang dipenjara karena sebab keagamaan sesuai pasal 159, khususnya terhadap para tahanan dari anggota Hizbut Tahrir. Mereka menempakan para tahanan di sel isolasi dan menyiksa mereka dengan berbagai jenis penyiksaan dan pelecehan, tangan dan kaki mereka dipatahkan. di berbagai penjara Uzbekistan ada lebih dari 6.000 orang anggota Hizbut Tahrir.

Sementara huru hara di Timur Tengah, bukan hanya darah-darah kaum Muslim yang menderas, tetapi juga penumpahan darah dan penyesatan yang membutakan pikiran dan perasaan. Kaum Kafir penjajah itu telah bekerja keras sekeras-kerasnya melalui berbagai media penyesatan, makar dan pesta konspirasi dan segala ragam kejahatan untuk melawan dakwah Khilafah dan para pejuangnya.

Mereka melakukan berbagai pembantaian, dan tindak kriminal dengan simbol Khilafah. Mereka telah membajak Khilafah melalui propaganda ISIS. Mereka melakukan, atas nama Khilafah, berbagai kerusakan yang tidak pernah terlintas dalam benak manusia. Mereka telah melapangkan jalan bagi kaum Kafir penjajah dan musuh-musuh Islam. Mereka telah membuka jalan agar berbagai tindak kriminal tersebut bisa dieksploitasi, sehingga wajah Khilafah berhasil ditampilkan kepada publik, bahwa Khilafah itu merupakan tindak kriminal, melebihi yang lain.

Lebih dari itu, penguasa negeri-negeri muslim rajin menambah lembaran hitam pengkhianatan dengan sengaja membersihkan angkatan bersenjata dari membebaskan negeri-negeri muslim yang tertindas dari cengkraman Negara-negara imperialis Amerika dan Eropa.

Ingat, kejahatan-kejahatan Negara-negara Agresor Kapitalis telah melampaui batas. Hal ini tidak akan menghentikan seluruh ulama dan aktivis Islam dari terus melangkahkan kaki di dalam dakwahnya untuk mengembalikan Islam ke kancah kehidupan dengan membawa kesabaran, teguh, tidak membungkuk kepada diktator, dan yakin akan dekatnya pertolongan Allah dan dimuliakannya agama-Nya.

Di titik setelah diam, mari songsong gelombang besar kebangkitan Islam, kita pasti bisa mengungkap harta simpanan dan keagungan yang tersimpan di dalam agama ini, serta berbagai potensi, orang-orang cerdas dan orang-orang takwa yang ada di tengah-tengah umat. Dan kita pasti bisa menyingkap kekayaan melimpah dan harta simpanan yang seolah tiada habisnya yang ada di negeri-negeri Islam.

Maka tolonglah umat niscaya kita akan meraih kesuksesan dengan meraih kemuliaan di dunia dan pahala agung di akhirat. Janganlah Anda takut kepada Amerika dan Barat seluruhnya. Allah adalah wali kita dan penolong kita dan tidak ada wali dan penolong bagi mereka. [VM]
Laporkan iklan tak layak ⤴

BACA JUGA :

Daftarkan Email Anda dan Dapatkan Update Terbaru Kami:

0 Response to "Di Bawah Selimut Ketentraman Palsu"