NASIB ALUTSISTA INDONESIA

Laporkan iklan tak layak ⤴
Laporkan iklan tak layak ⤴

Oleh : Agung Sumartono 
(Pecinta Militer di Surabaya)

Seorang pria yang bekerja di Pangkalan Udara Hill, Utah, didakwa atas tuduhan menjual suku cadang ilegal komponen F-16 Fighting Falcon ke Indonesia. Lelaki bernama Scott A. Williams (51 tahun) itu didakwa Pengadilan Distrik Amerika Serikat dengan dua dakwaan, yakni mengekspor secara ilegal barang keluar Amerika Serikat dan memalsukan pernyataan pada dokumen sekaligus mengubah status benda pertahanan hak milik negara AS.

Williams adalah warga sipil bekas pegawai kontrak di Pangkalan Udara Hill. Dia pernah bekerja untuk proyek-proyek pertahanan AS dalam skema Program Penjualan Militer Asing (FMA/Foreign Military Sales), dengan tanggung jawab khusus suku cadang F-16. Menurut jaksa penuntut setempat, Williams diketahui menjual dan mengapalkan secara ilegal kepada Indonesia sukucadang rem F-16 yang jelas melawan hukum federal. Dia didakwa menyiapkan dokumen palsu yang menyatakan bahwa “ekspor” suku cadang pesawat tempur itu ke Indonesia sudah diotorisasi.(http://www.antaranews.com/berita/548028/pria-as-didakwa-jual-secara-ilegal-suku-cadang-f-16-ke-indonesia).

Menanggapi berita tersebut Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama TNI Dwi Badarmanto, menegaskan, TNI AU tengah menyelidiki dan mengejar penerima dan pelaku transaksi jual-beli secara ilegal komponen pesawat tempur F-16 Fighting Falcon di pihak Indonesia.

“Kalau kami jelas tidak menerima proses pengadaan sukucadang dengan cara ilegal semacam itu. Makanya kami tengah menyelidiki dan mengejar pihak penerima,” katanya, di Jakarta.

TNI AU, katanya, selalu menempuh cara-cara legal dan prosedural dalam pengadaan dan pembelian arsenal, sistem persenjataan, dan sukucadang. “Termasuk proses pendidikan personel dengan pihak luar,” katanya. (http://www.antaranews.com/berita/548243/tni-au-kejar-penerima-komponen-ilegal-f-16?)

Analisis Singkat

Hal ini diduga Suku cadang rem yang dimaksud adalah drag chute, atau parasut yang fungsinya untuk mengantisipasi kecelakaan akibat gangguan pada sistem pengereman, ingat kejadian terbakarnya F 16 karena gagal terbang pada pada tanggal 16 April 2015 yang lalu. Hal itu dikatakan Kepala Staf TNI AU Marsekal Agus Supriatna, dalam konferensi pers terkait terbakarnya pesawat F-16 di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (16/4/2015) .

"Dengan adanya kejadian tadi pagi, kita sudah mulai melakukan evaluasi. Bulan Juni nanti semua F-16 sudah akan dilengkapi dengan drag chute," ujar Agus dalam konferensi pers di Gedung Pimpinan Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur. Agus mengatakan, kecelakaan pesawat F-16 yang terjadi pada Kamis pagi, diduga disebabkan oleh gangguan pada sistem hidrolik pesawat. Sistem hidrolik digunakan sebagai sistem pengereman pada pesawat F-16. Menurut Agus, penggunaan parasut pada F-16 dinilai dapat membantu sistem pengereman pesawat. Terutama, pada saat terjadi gangguan sistem hidrolik dan kondisi darurat, di mana pesawat membutuhkan pengereman penuh. (http://megapolitan.kompas.com/read/2015/04/16/16205891/Antisipasi.Kecelakaan.Pesawat.F16.Bakal.Dipasangi.Parasut).

Ada hal aneh, jika TNI AU masih menyelidiki dan mengejar pihak penerima dari Indonesia. Siapa yang mengoperasikan pesawat F 16? Apakah memang ada oknum yang bermain? Selain itu sungguh ironis bahwa perlengkapan keamanan sebuah alutsista harus didatangkan secara ilegal karena terganjal oleh ijin dari negara pembuat yaitu Amerika. Jika demikian kenapa harus beli alutsista dari Amerika ? Disamping itu karena prosesnya ilegal maka dana yang di keluarkan pun akan lebih besar lagi. Sedangkan anggaran TNI sendiri juga terbatas. 

Memang sesungguhnya negara imperialis kapitalis Amerika tidak menginginkan negeri dengan sumber daya alam melimpah seperti Indonesia ini memiliki militer yang kuat. Tujuannya pemerintahan Indonesia bisa didikte untuk menuruti kemauan Amerika, bukankah kekuatan militer adalah juga sebagai kekuatan diplomasi? Selain kekuatan ekonomi dan politik.

Inilah resiko apabila alutsista selalu mengandalkan pembelian dari negara lain. Hal ini tidak hanya pada pesawat F 16, tapi hampir semua alutsista milik TNI adalah hasil membeli dari negara lain, Padahal banyak putra putri negeri ini yang mampu untuk membuat alutsista sendiri contohnya adalah bapak Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, perekayasa radar dan pesawat nirawak asal Indonesia yang kini berkarya di Jepang. Para ahli tersebut berkarya di luar negeri karena di negeri sendiri kurang di perhatikan oleh pemerintah. Apalagi sekarang ini akan diberlakukan MEA. Direktur Eksektif IPMI International Bussiness School Jimmy Rifai Gani mengungkapkan, ancaman terbesar dari berlakunya MEA adalah perpindahan tenaga-tenaga profesional di dalam negeri untuk bekerja di negara-negara lainnya. sehingga industri - industri pertahan akan tidak berkembang.

Islam Mendorong Kemajuan dan Kemandirian

Kemandirian dan kemajuan kemiliteran Indonesia dapat diwujudkan dengan sistem Islam. Karena Islam mendorong negara untuk kuat tanpa bergantung pada musuh. Sebagaimana Allah berfirman dalam surat al-anfal ayat 60 : 

“Siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kalian sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambatkan unuk berperang (yang dengan persiapan itu) kalian menggentarkan musuh Allah, musuh kalian, dan orang-orang selain mereka yg tidak kalian ketahui sedangkan Allah mengetahuinya.” [Q.S. Al-Anfal: 60] 

Dalam ayat tersebut Allah memerintahkan untuk membangun kekuatan agar musuh yang dihadapi merasa gentar. (memiliki deterrent effect). Sedangkan Salah satu komponen agar alutsista itu memiliki deterren effect/efek gentar adalah kerahasian tentang alutsista itu sendiri. Hal ini akan bisa dicapai apabila 100 persen pembuatannya murni hasil dari industri pertahanan dalam negeri, maka negara mau tidak mau harus mendukung kemajuan industri pertahanan. Sebagaimana sultan Muhammad alfatih ketika memerintahkan pembuatan meriam raksasa untuk menggempur konstantinopel. 

Memiliki persenjataan yang hebat akan meningkatkan kepercayaan diri setiap prajurit yang berimbas kepada meningkatnya daya tempur, maka dari itu sudah saatnya para prajurit di negeri ini menyadari dan mendukung sistem yang akan membuat mereka semakin kuat dan disegani negara lain yaitu sistem islam yang di terapkan dalam bingkai khilafah. Wallahu A'lam Bishawab. [VM] 
Laporkan iklan tak layak ⤴

BACA JUGA :

Daftarkan Email Anda dan Dapatkan Update Terbaru Kami:

0 Response to "NASIB ALUTSISTA INDONESIA"