Analisis Runtuhnya Hegemoni AS, dan Seputar Tampilnya China Sebagai Kekuatan Baru

Laporkan iklan tak layak ⤴
Laporkan iklan tak layak ⤴

Oleh : Ahmad Fatihudin 
(Anggota Lajnah Siyasiyah Kota Kediri)

Pendahuluan

Istilah hegomoni berasal dari bahasa Yunani yaitu hegeishtai. Istilah tersebut berarti kepemimpinan atau kekuasaan yang melebihi yang lain. Menurut Gramsci menegaskan bahwa hegemoni merupakan sebuah proses penguasaan kelas dominan kepada kelas bahwa dan kelas bawah ikut mendukung ide-ide kelas doniman. Penguasaan dilakukan dengan tidak menggunakan kekerasan tetapi dalam bentuk-bentuk persetujuan masyarakat yang dikuasai.

Bentuk-bentuk persetujuan masyarakat atas nilai masyarakat dominan dilakukan dengan penguasaan basis basis pikiran, kemampuan kritis dan kemampuan-kemampuan efektif masyarakat melalui konsensus yang menggiring kesadaran masyarakat masalah-masalah sosial ke dalam pola kerangka yang ditentukan lewat birokrasi (masyakat dominan).

Kelas dominan dalam hal ini melakukan penguasaan kepada kelas bawah dengan ediologi dengan merekayasa kesadaran masyarakat kelas bawah tanpa disadari, mereka rela dan mendukung kelas dominan sebagai contoh dalam situasi kenegaraan merekayasa agar masyarakat kelas bawah dikuasahi bisa mengikutinya.

Fakta Seperti  sekarang hegemoni Amerika sudah diambang kritis, orang masih meyakini bahwa militer US masih tangguh, ekonomi dan perdagangan US masih Kuat, Intelegen US masih ada dan dominan padahal tidak. Sesungguhnya semua yang kita sebut diatas tadi sangat berpengaruh opini Amerika serikat saat ini.

Hegemoni Amerika di Indonesia

Sejarah memang bergantung pada siapa pemimpinnya, Saat Rezim SBY berkuasa kekuatan Amerika semakin menunjukkan kedigjayaannya, berbagai perusahaan besar milik Amerika PT.Newmon, Freeport semakian kuat dan garang di Indonesia. Banyak perusahaan2 Kapitalisme barat bisa tumbuh berkembang di Indonesia. Bahkan presiden Amerika beberapa kali melakukan lawatan di Indonesia, ini dalam rangka mendikte kebijakan mulai dari ekonomi, sosial masyarakat, politik kenegaraan harus mengacu kepada Amerika.

Ketika Rezim Jokowi berkuasa dan memihak ke China. Kondisipun berbalik. Perusahaan milik Amerika pun mulai digoyang. Perpanjangan Kontrak sepihak freeport mulai diperkarakan. Perusahaan dan perbankan Amerika yang dulu tumbuh di indonesia mulai diamputasi bahkan gulung tikar.  Sekalipun terus digoyang berbagai issue freeport tetap ada dan kuat karena induknya US masih ada. Karena Negeri biang kapitalisme masih belum Tumbang. Tetapi kekuasaan didunia ini ada batas waktunya. Saat ini Amerika justru mengalami resesi ekonomi di dalam negeri. Karena penerapan kebijakan ekonomi sendiri.

Bagaimana Dengan Cina, Analisis Futuristik yang dikeluarkan CIA bahwa di tahun 2020 China diprediksi akan menjadi kekuatan utama dimasa depan (new Mayor Global Prayer) yang mampu menandingi kekuatan AS (data dari National Intellegence Council, Mapping the Global Future, CIA, Desember 2004).

Pengaruh China

Negeri China yang memiliki penduduk lebih dari 1 Milyar, tentu penguasanya akan sangat disibukkan dengan urusan kebijakan negaranya soal kependudukan. Kelebihan bangsa ini memiliki kekerabatan yang sangat kuat dan sangat piwai dan pandai berdagang. Chinapun memiliki semangat hegemoni seperti halnya yang dimiliki Amerika. Tidak sekedar pasar Cina pun ingin menguasahi dunia. Coba kita lihat masuknya Investasi besar-besaran di Indonesia ini tidak lepas dari sejarah masa lalu Silk Road (jalur Sutra). Pada saat masa emperium kekaisaran Cina itulah, imperium cina pada puncak kejayaannya. Saat ini jalur ekonomi itu akan dibangkitkan kembali. Saat ini dikenal dengan Silk Road Ekonomic Belt (SREB). Dan  MSRP (Maritim Silk Road Point) in Asia. Negara Tirai bambu ini akan membangkitkan jalur perdagangan lama yang begitu melegenda.

Begitu pentingnya jalur sutra ini, china melakukan semua daya Upaya. Begitu pentingnya laut cina selatan bagi china untuk perdagangan Dunia. Dengan dibantu Rezim Jokowi yang konon juga masih keturunan china, semakin memuluskan berbagai proyek perdagangan strategis di pulau-pulau besar di Indonesia. Mulai dari Jalan Tol,  proyek kereta Cepat MRT kawasan Jakarta Bandung, Proyet Tol Laut ternyata senada dengan program pemerintah khusunya SREB dan MSRP. Untuk Proyek seperti itu pemerintah pun harus siap-siap menanggung segala konsekwensinya menjadi bemper jika proyek tersebut gagal. Semua diperuntukan dan memuluskan jalan perekonomian yang katanya berbasis pertumbuhan ala kapitalis timur. Tentu semua kemudahan yang diberikan china kepada Indonesia ini tidak gratis. Nothing Lunch for free (tidak ada makan siang Gratis) menurut orang barat.  Semua harus bayar karena investasi itu adalah Pinjaman Lunak. Pinjaman jangka panjang yang siap mencengkeram Indonesia. Negeri ini ibarat lepas dari mulut singa masuk mulut Buaya.  Dalam sejarah penjajahan Lama penjajahan China sangat mematikan,karena mereka menggunakan segala daya upaya sekalipun dengan membunuh lawan politik mereka. Ingat sejarah PKI di Indonesia dst.

Saat Kampanye dulu Jokowi begitu dieluk2kan pendukungnya. Keanehan terjadi saat dia Jadi Walikota, Gubernur, Presiden RI, berlangsung begitu cepat dan masyarakat biasapun tidak akan terasa kalau ini sudah by setting internasional. Menurut Kwik Kian Gie pernah menyebut bahwa ada sembilan Taipan dibalik pencalonan Jokowi. Bisa jadi para taipan inilahlah yang memiliki kepentingan besar terhadap berbagai proyek besar di Indonesia.

Menghadapi Pengaruh China

Saat ini jerat Utang yang memang diberikan kepada negeri ini adalah bentuk penjajahan gaya baru. Jerat Riba yang menjadi urat nadi Kapitalisme baik Barat maupun Kapitalisme Timur semakin ganas dan terus menjalari  tubuh penguasa negeri ini. Yang fatal lagi menjalari umat Islam.

Penjajahan Kapitalisme Timur (China) mendapat jalan lebar karena strategi pembangunan yang ditempuh oleh rezim saat ini tidak berbeda dengan rezim-rezim sebelumnya. Berkedok investasi, Pemerintah terus dan terus menumpuk utang sehingga semakin hari akan menenggelamkan negeri ini. Kemandirian negeri semakin tergadai, karena persyaratan pemberi hutang dengan riba ini yang mustahil bisa terbayar lunas, justru akan merugikan umat indonesia. Riba jelas diharomkan Allah SWT.

Coba kalo kita amati bersama bahwa Penjajahan yang dilakukan oleh Kapitalisme Timur selama ini tidak dilakukan oleh Kapitalisme Barat, Walhasil lengkaplah sudah penderitaan bangsa. Hampir semua infra struktur dinegri ini yang selayaknya dan wajib dikuasahi oleh negara. Sekarang telah dikuasahi oleh swasta. Baik dari kapitalisme barat dan timur.Tentu semua ini harus diakhiri karena semua itu bagian upaya hegemoni terhadap seluruh kekayaan Alam Indonesia yang sejak dulu begitu menggiurkan bangsa lain. Allah berfirman

Allah Sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk menguasahi kaum mukmin (TQS An Nisa’ : 141)

Tidak ada cara yang bisa ditempuh untuk membebaskan negeri ini dari penjajahan Kapitalisme Barat dan Timur kecuali dengan kembali menerapkan syariah Islam secara total dan menyeluruh dibawah sistem Khilafah Rosyidah ala minhaj an-nubuwwah. Khilafah nantinya akan menjalankan sistem ekonomi Islam dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya alam dan manusia di negeri ini. Seluruh kemampuan dan kekuatan bangsa ini sudah waktunya hanya diperuntukan untuk membangkitan ediologi Islam. Hanya dengan menanamkan ediologi Islam kepada masyarakat Islam, dan mencampakkan ediologi demokrasi kapitalis segera ke tong sampah. Inshaallah Islam akan segera bangkit menjadi Hegemoni Dunia. Hanya Ediologi Islam sajalah yang pantas tumbuh di pemikiran Umat Islam. Rise Rise Khilafah down down Capitalism. Mari songsong abad Khilafah dan segera campakkan kapitalisme.[VM]
Laporkan iklan tak layak ⤴

BACA JUGA :

Daftarkan Email Anda dan Dapatkan Update Terbaru Kami:

0 Response to "Analisis Runtuhnya Hegemoni AS, dan Seputar Tampilnya China Sebagai Kekuatan Baru"