LDS HTI Sulsel Gelar Temu Tokoh Pelajar Se-Sulsel

Laporkan iklan tak layak ⤴
Laporkan iklan tak layak ⤴

Dalam rangka refleksi hari AIDS sedunia, Lembaga Dakwah Sekolah (LDS) DPD I HTI Sulsel menyelenggarakan kegiatan Temu Tokoh Pelajar SMP-SMA se-Sulsel di Aula Mini Tribun Timur dengan tema “Selamatkan Pelajar dari Cengkraman HIV/AIDS, Narkoba dan Pergaulan Bebas” yang dihadiri puluhan ketua OSIS dan ROHIS se-SulSel. Makassar, Sabtu 28/11/2015.

Dalam kegiatan tersebut hadir Muh. Fahrul Alam selaku ketua LDS HTI SulSel yang sekaligus memberikan sambutannya kepada para peserta. Dalam sambutannya beliau menyampaikan tujuan dari kegiatan yaitu untuk mengajak para tokoh pelajar di SulSel untuk sadar terhadap kondisi generasi muda yang sudah diambang kehancuran akbiat dari budaya Liberalisme yang semakin membelenggu pelajar, sehingga virus pergaulan bebas senantiasa merajalela ditengah-tengah pelajar, yang kemudian beliau mengatakan ada 3 serangan arus budaya yang dilakukan barat yaitu Song, Sport, dan Sex.

Fahrul yang sekaligus menjadi pemateri menyampaikan kritikannya atas kampanye safe sex with kondom yang gencar disuarakan berbagai pihak demi memutus rantai penyebaran virus HIV. Hal senada juga diangkat lagi oleh Menkes Nafsiah Mboi dengan program kondomisasi remaja, seolah ‘karet pengaman’ itu tidak bisa ditembus oleh HIV. Padahal kenyataannya menunjukkan sebaliknya. Pakar AIDS, R. Smith (1995), setelah bertahun-tahun mengikuti ancaman AIDS dan penggunaan kondom, mengecam mereka yang telah menyebarkan safe sex dengan cara menggunakan kondom sebagai “sama saja dengan mengundang kematian”. Selanjutnya beliau mengetengahkan pendapat agar resiko penularan/penyebaran HIV/AIDS diberantas dengan cara menghindari hubungan seksual di luar nikah, sebagaimana yang diberitakan di republika 12/11/1995. Kemudian beliau mengakhiri pemaparannya dengan mengatakan bahwa potret buram remaja saat ini dapat dituntaskan dengan memperbaiki sistem hidup yang mempengaruhi pemahaman dan perilaku remaja. Untuk itu dibutuhkan peran dari berbagai unsur: sekolah, keluarga, masyarakat dan negara. Keseluruhannya bertanggungjawab dalam membentuk kepribadian yang baik pada remaja, kepribadian yang dibangun di atas iman dan takwa. Semuanya harus bersinegrgis untuk mewujudkan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan remaja.

Dalam kesempatannya ketua OSIS SMA N 17 Makassar, Indra Abdullah mengatakan bahwa pergaulan bebas dikalangan remaja itu terjadi disebabkan karena lemahnya pengawasan orang tua terhadap anaknya, serta adanya tontonan yang tidak islami/mendidik sehingga membuat pelajar semakin terjerumus kedalam budaya barat yang mengarah kepada pergaulan bebas. M.As’ad Ramadhan (Ketua OSIS SMPN 8 Makassar) juga memaparkan bahwa masa remaja memang menjadi masa pencarian jati diri sehingga mesti diadakan pengawasan. [Rep. IRWAN] [www.visimuslim.com]
Laporkan iklan tak layak ⤴

BACA JUGA :

Daftarkan Email Anda dan Dapatkan Update Terbaru Kami:

0 Response to "LDS HTI Sulsel Gelar Temu Tokoh Pelajar Se-Sulsel"