Subhanallah, Pastor dan 480 Orang Pengikutnya Masuk Islam

Laporkan iklan tak layak ⤴
Laporkan iklan tak layak ⤴

Seorang Pastor Rwanda Bersama 480 Orang Jamaahnya Masuk Islam dan Mengubah Gereja Menjadi Masjid

Website Afrika Metro mengungkapkan seorang Pastor, yang sekarang bernama Salim Mikdad, muncul di hadapan 480 orang jamaahnya di gerejanya di Rwanda pada hari Selasa lalu.  Mantan pendeta ini mengumumkan gereja itu sekarang menjadi masjid. Akhirnya semua jamaahnya memeluk Islam.

Mantan Pastor itu yang kemudian bernama Mikdad hanya menggunakan wewenangya kepada jamaahnya untuk berganti agama, dan tidak menggunakan kekuatan untuk memaksa mereka untuk melakukan hal yang sama. Menurut laporan, seorang ulama Islam mendakwahi sang  mantan pastor dan berhasil meyakinkannya bahwa Islam adalah agama yang benar. Inilah yang membuatnya memutuskan untuk menjadi mualaf.

Menurut Afrika Metro, maksuk Islamnya penganut Kristen lebih mudah karena masih ada perasaan keras di Rwanda tentang agama Katolik dan gereja Protestan setempat dengan “memberikan sanksi moral” atas genosida yang mengerikan tahun 1990an, dan” bermain dengan politik etnis” antara suku Tutsi dan suku Hutu yang berperang selama bertahun- tahun.

Populasi Muslim di Rwanda yang didominasi Katolik dan Protestan  dikatakan” naik,”  dimana Africa Metro mengatakan saat hanya ada 4,6 persen muslim, yang sebagian besar adalah Sunni.

Namun berbeda jauh,  seperti yang diberitakan oleh artikel di Washington Post tahun 2002 tentang kebangkitan Islam di Rwanda diperkirakan jumlah muslim disana adalah 14 persen.

Banyak penduduk Rwanda yang masuk Islam” karena peran yang dimainkan oleh beberapa pemimpin Katolik dan pemimpin Protestan dalam genosida itu,”. Sementara pemimpin Muslim lokal dan para keluarga setempat “dihormati karena melindungi dan menyembunyikan mereka yang melarikan diri.” [www.visimuslim.com]

Laporkan iklan tak layak ⤴

BACA JUGA :

Daftarkan Email Anda dan Dapatkan Update Terbaru Kami:

0 Response to "Subhanallah, Pastor dan 480 Orang Pengikutnya Masuk Islam"