Ahok akan Legalkan Daging Anjing, NU: Melukai Umat Islam

Laporkan iklan tak layak ⤴
Laporkan iklan tak layak ⤴

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berupaya melegalkan peredaran daging anjing di Jakarta. Itu dilakukan dengan upaya penerbitan Peraturan Gubernur (Pergub) yang khusus mengatur tentang peredaran daging anjing di Jakarta.

Ketua Presidium Kaukus Perempuan Muda NU Susianah Affandy mengatakan, dalam Islam pedoman untuk mengonsumsi makanan prinsipnya halalan toyiban. Artinya, makanan yang dikonsumsi harus halal dan baik. "Jadi halal saja tidak cukup. Selain halal harus baik," katanya, Rabu (30/9).

Dia mencontohkan, ayam tiren itu ayamnya halal. Namun, karena mati kemarin ayamnya tidak baik, ayam tiren tak boleh dikonsumsi. "Apalagi daging anjing yang jelas haram, kalau peredaran daging anjing dilegalkan, kebijakan itu akan melukai umat Islam," ujar Susianah.

Logikanya, terang Susianah, tidak dilegalkan saja banyak beredar makanan haram dan tak laik konsumsi. Apalagi, kalau peredaran daging anjing dilegalkan dengan regulasi, akan makin banyak beredar. 

Legalisasi Daging Anjing Berpotensi Buat Pedagang Curang

Legalisasi peredaran daging anjing melalui Peraturan Gubernur DKI disinyalir bakal membuat distribusi daging yang diharamkan umat Muslim itu tak terkendali.

"Ini membuka celah orang untuk melakukan kecurangan. Misalnya, daging anjing dicampur dengan daging sapi lalu dijual ke konsumen," kata Ketua Presidium Kaukus Perempuan Muda Nahdlatul Ulama Susianah Affandy, Rabu (30/9).

Adanya regulasi soal peredaran daging anjing, dinilainya malah memudahkan daging tersebut dijual bebas. Serta berpotensi melukai perasaan umat Islam yang menjadi kelompok mayoritas.

"Sangat mudah membohongi konsumen di pasar. Padahal salah satu hak konsumen itu memperoleh informasi yang  benar." [www.visimuslim.com]

Sumber : ROL, 30 September 2015
Laporkan iklan tak layak ⤴

BACA JUGA :

Daftarkan Email Anda dan Dapatkan Update Terbaru Kami:

0 Response to "Ahok akan Legalkan Daging Anjing, NU: Melukai Umat Islam"