Na'udzubillah, Menpora Bolehkan Judi dalam Sepak Bola

Laporkan iklan tak layak ⤴
Laporkan iklan tak layak ⤴

Dunia sepakbola tanah air dihebohkan dengan kasus pengaturan skor pertandingan yang ditengarai menjadi penyebab jebloknya prestasi sepakbola Indonesia.

Bahkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi membolehkan perjudian dalam sepak bola, asalkan bukan untuk pengaturan skor pertandingan.

“Tidak melarang judi dalam sepak bola. Tapi jangan dijadikan judi itu untuk mengatur skor,” kata Imam dalam seminar dan diskusi nasional Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia (UI), di Balairung UI, dikutip dari tempo.co, Jumat (14/8/15).

Ia mengatakan pengaturan skor memang hal yang sudah terjadi dalam pertandingan sepak bola dan harus dihentikan. Yang terpenting dalam suatu pertandingan adalah membawa semangat sportivitas, baik bagi pemain, sponsor, maupun operator.

Adanya pengaturan skor pertandingan ini, menurut dia, membikin kancah sepak bola Indonesia kian tidak terarah.

Terkait pernyataan Menteri Imam Nahrawi diatas, perlu diingat bahwa perjudian dalam sepakbola dilarang oleh ulama.

Seperti dikutip dari republika.co.id, Dalam kitab Bughyatul Musytaq fi Hukmil lahwi wal la’bi was sibaq disebutkan, “Para ulama Syafiiyah telah mengisyaratkan diperbolehkannya bermain sepak bola, jika dilakukan tanpa taruhan (judi). Dan, mereka mengharamkannya jika pertandingan sepak bola dilakukan dengan taruhan. Dengan demikian, hukum bermain sepak bola dan yang serupa dengannya adalah boleh, jika dilakukan tanpa taruhan (judi).”

As-Sayyid Ali Al-Maliki dalam kitabnya Bulughul Umniyah halaman 224 menjelaskan, “Dalam pandangan syariat, hukum bermain sepak bola secara umum adalah boleh dengan dua syarat. Pertama, sepak bola harus bersih dari unsur judi. Kedua, permainan sepak bola diniatkan sebagai latihan ketahanan fisik dan daya tahan tubuh sehingga si pemain dapat melaksanakan perintah sang Khalik (ibadah) dengan baik dan sempurna.

Syekh Abu Bakar Al-Jazairi dalam karyanya Minhajul Muslim halaman 315 berkata, “Bermain sepak bola boleh dilakukan, dengan syarat meniatkannya untuk kekuatan daya tahan tubuh, tidak membuka aurat (bagian paha dan lainnya), serta si pemain tidak menjadikan permainan tersebut dengan alasan untuk menunda shalat. Selain itu, permainan tersebut harus bersih dari gaya hidup glamor yang berlebihan, perkataan buruk dan ucapan sia-sia, seperti celaan, cacian, dan sebagainya.”

Bahkan Alquran mengingatkan bahwa judi itu termasuk perbuatan syetan.

“Hai orang–orang yang beriman sesungguhnya arak, judi, berhala dan mengundi nasib adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. sesungguhnya syaitan itu bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran arak dan berjudi itu, menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat; maka berhentilah kamu,” (Q.S; Al –Maidah: 90-91).

Jadi membolehkan perjudian dalam pertandingan sepakbola untuk alasan apapun jelas bertentangan dengan Ajaran Islam. 

Berikut pernyataan Menpora dalam video berdurasi 2 menit 22 detik yang diunggah di situs Youtube.

''Silahkan berjudi! Tapi mohon maaf, ini bukan fatwa,'' 
''Orang berjudi itu kadang pilihan, kadang juga keyakinan. Karena sebagian orang berjudi itu karena hobi, karena ingin buang sial,'' 

''Ketika kemudian tahun 91 Porkas, SDSB itu dihentikan oleh negara, saya melihat secara langsung betapa banyak orang Indonesia yang berbondong- bondong pergi berjudi ke malaysia dan singapura. karena salah satu sumber pembiayaan olahraga itu dari itu,'' 

''Saya ingin menyatakan bahwa, silahkan mereka berjudi bola, itu hak mereka. Tapi jangan pernah hasil judi atau cara judi itu masuk kepada pengaturan skor dan masuk ke lapangan. Cukup di tribun aja mereka berjudi main remi. Tapi kalau sudah masuk ke lapangan, mengatur wasit, mengatur pemain, maka dimana sesungguhnya pondasi revolusi mental terjadi,'' [sbb/dakwatuna/visimuslim.com]
Laporkan iklan tak layak ⤴

BACA JUGA :

Daftarkan Email Anda dan Dapatkan Update Terbaru Kami:

0 Response to "Na'udzubillah, Menpora Bolehkan Judi dalam Sepak Bola"