Ulama ASWAJA dan HTI Jabar Ingatkan Bahaya Disintegrasi dan Separatisme dalam Kasus Tolikara

Laporkan iklan tak layak ⤴
Laporkan iklan tak layak ⤴

“Kita harus hati-hati, di balik pembakaran Tolikara ada tendensi disintegrasi” demikian yang dinyatakan Luthfi Afandi, Humas HTI Jawa Barat mewakili puluhan Ulama yang hadir dalam Konfrensi Pers  Multaqa Ulama Ahlu Sunnah wal Jamaah bersama HTI Jawa Barat di Kantor DPD I HTI Jawa Barat, Kota Bandung, pada Kamis (23/7)

Hal tersebut beralasan. Menurutnya, tokoh Gereja Injili di Indonesia (GIDI), Dorman Wandikbo adalah tokoh yang mendukung Papua lepas dari Indonesia. “Islam tidak menghendaki disintegrasi. Bahkan jika syariat Islam diwujudkan dalam Daulah Khilafah, Islam akan menyatukan umat Islam sedunia”, katanya.

Namun ironisnya, GIDI dan gerakan yang menginginkan Papua lepas dari Indonesia, meski jelas-jelas gerakan separatis, namun tidak dianggap teroris oleh Pemerintah dan Media manakala melakukan tindak kekerasan.

“Pasti beda kasusnya bila ada oknum umat Islam yang melakukan kekerasan. Pasti di anggap teroris, radikal, dan semisalnya”, tambahnya.

Ia mengingatkan kasus pecahnya Timur Leste yang saat itu dikompori oleh misionaris yang bernama Uskup Bello. Karenanya, ia menuntut pemerintah bersikap tegas dan adil dalam menanggapi kasus Tolikara. [fa/MI Jabar] [www.visimuslim.com]

Sumber : hizbut-tahrir.or.id, 24 Juli 2015
Laporkan iklan tak layak ⤴

BACA JUGA :

Daftarkan Email Anda dan Dapatkan Update Terbaru Kami:

0 Response to "Ulama ASWAJA dan HTI Jabar Ingatkan Bahaya Disintegrasi dan Separatisme dalam Kasus Tolikara"