Pemenang Lelang Blok Migas Tunggu Harga Minyak Rebound

Laporkan iklan tak layak ⤴
Laporkan iklan tak layak ⤴
Sebanyak tiga perusahaan pemenang lelang wilayah kerja minyak dan gas bumi (migas) yang diumumkan Direktorat Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengaku tidak khawatir dengan rendahnya harga minyak dunia saat ini. Mereka akan meneruskan komitmen investasi dan membayarkan bonus tandatangan untuk pemerintah Indonesia atas setiap wilayah kerja yang dimenangkan tersebut.

General Manager PT Petronas Carigali Indonesia Hazli Sham Kassim mewakili Petronas Carigali International E&P BV sebagai pemenang dua wilayah kerja, yaitu Kualakurun di Kalimantan Tengah dan North Madura II di lepas pantai Jawa Timur, menegaskan perusahaannya tidak akan mundur dari rencana pengembangan dua wilayah kerja yang proses lelangnya sudah diikuti sejak pertengahan tahun lalu tersebut.

“Petronas ini perusahaan besar. Rendahnya harga minyak tentu berpengaruh terhadap bisnis kami, namun bisnis minyak ini merupakan investasi jangka panjang. Kami akan kontrol investasi tahun ini, tapi akan meningkatkannya kembali ketika harga minyak sudah rebound,” ujar Hazli usai mengikuti pengumuman lelang wilayah kerja migas di kantor Direktorat Jenderal Migas, Jakarta, Rabu (18/3).

Untuk dua wilayah kerja yang dimenangkannya, Hazli menyebut Petronas telah menyanggupi komitmen investasi sebesar US$ 70 juta terdiri dari US$ 2 juta untuk pengembangan blok Kualakurun bersama PT Petcon Resources, serta US$ 68 juta yang akan dikerjakannya sendiri. 

Pria berkebangsaan Malaysia itu menambahkan, Petronas juga tidak mempermasalahkan persyaratan yang diminta pemerintah Indonesia bahwa seluruh pemenang lelang mulai kali ini diwajibkan untuk membayar bonus tandatangan sebelum melanjutkan ke proses inisiasi dan kontrak tandatangan. 

Hal tersebut menurut Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM I Gusti Nyoman Wiratmadja, merupakan ketentuan baru yang diminta oleh pemerintah untuk menunjukkan keseriusan para pemenang lelang dalam menggarap wilayah kerja yang diserahkan kepada mereka.

“Tidak ada masalah bagi Petronas. Kami akan secepat mungkin membayarnya. Tetapi seperti saya katakan tadi, belum tentu tahun ini kami akan langsung melakukan kegiatan eksplorasi. Kami masih menunggu waktu yang tepat ketika harga minyak naik lagi,” kata Hazli.

Sebagai informasi, pemerintah memberikan waktu selama tiga tahun lamanya bagi para pemenang lelang wilayah kerja untuk melakukan tahap eksplorasi berupa studi G&G, survei seismik 2D, dan pengeboran sumur eksplorasi. Jika sampai batas waktu tersebut tidak juga dilakukan, maka pemerintah berhak menarik kembali wilayah kerja tersebut untuk kemudian dilelang ulang.

Kembangkan Shale Oil


Senada dengan Hazli, President & General Manager Bukit Energy Indonesia Pte Ltd Chandra Daud Tiranda mengaku dua wilayah kerja migas yang dimenangkan perusahaannya di awal tahun ini dinilainya sebagai bentuk investasi jangka panjang. Namun Chandra memastikan tahun depan perusahaannya bersama anggota konsorsium lain sudah bersepakat untuk langsung melakukan studi G&G, seismik, dan melakukan pengeboran eksplorasi untuk mengetahui kandungan shale oil dan shale gas di MNK Palmerang dan MNK Sakakemang yang dimenangkan.

“Dua wilayah kerja yang kami menangkan akan dikembangkan shale gas dan shale oil-nya. Mudah-mudahan kami bisa menyusul Pertamina yang sudah lebih dulu memulai pengembangan shale gas dan oil di Indonesia. Kalau cadangan terbukti ada, kami berharap bisa memperoleh kontrak pengelolaan sampai 30 tahun,” ujar Chandra.

Bukit Energy ditetapkan pemerintah sebagai pemenang lelang penawaran langsung wilayah kerja migas non konvensional 2014 untuk MNK Palmerah dan MNK Sakakemang. 

Di MNK Palmerah, Bukit Energy membentuk konsorsium bersama New Zealand Oil and Gas Ltd, PT SNP Indonesia, Bumi Perdana Energy, dan Glory Wealth Pacific Ltd. Mereka berkomitmen menanamkan investasi sebesar US$ 13,72 juta dengan bonus tandatangan yang diberikan ke pemerintah sebesar US$ 1 juta.

Sementara untuk MNK Sakakemang, Bukit Energy akan mengelolanya bersama PT Pertamina (Persero). Kedua perusahaan sudah mengungkapkan komitmen investasi US$ 11,5 juta dan bersedia memberikan bonus tandatangan ke pemerintah sebesar US$ 1 juta. (ded/ded) [www.visimuslim.com]

Sumber : CNN Indonesia, 18/03/2015
Laporkan iklan tak layak ⤴

BACA JUGA :

Daftarkan Email Anda dan Dapatkan Update Terbaru Kami:

0 Response to "Pemenang Lelang Blok Migas Tunggu Harga Minyak Rebound"