Hidden Agenda: Amerika dan Sekutu-sekutunya, Berencana dan Bekerjasama Menghadang Tegaknya Khilafah

Laporkan iklan tak layak ⤴
Laporkan iklan tak layak ⤴
Di bawah judul “Assad mengatakan: Semua tahu bahwa Suriah melakukan serangan udara terhadap ISIS,” BBC (10/2/2015) menulis:

Obama-Assad
“Menurut pernyataan Presiden Assad bahwa pemerintahnya menerima pesan dari koalisi yang dipimpin oleh Amerika Serikat agar melawan kelompok jihadis dan organisasi negara Islam (ISIS).

Assad mengatakan kepada BBC, bahwa tidak ada kerjasama langsung sejak awal serangan udara di Suriah pada bulan September, namun pihak ketiga—termasuk Irak—telah memasok informasi kepada mereka.”

*** *** ***
Meskipun Amerika Serikat tidak berurusan secara langsung dengan rezim Suriah,namun tidak seorang pun bisa menyangkal bahwa Amerika Serikat memperlakukan dengan hormat rezim brutal yang telah membunuh dan membantai ribuan orang ini;Amerika Serikat juga bekerja sama dengan negara-negara anggota koalisi sehubungan dengan sejumlah serangan udara di Suriah.

Ini bukan pertama kalinya, dimana Assad memberitahu sebelum serangan. Mengingat, hal yang sama telah terjadi pada bulan September 2014. “Beirut – Amerika Serikat memberitahu Suriah segera sebelum serangan udara terhadap sejumlah sasaran, termasuk benteng-benteng ISIS, namun tidak ada koordinasi strategis apapun dengan pemerintah Suriah, seperti yang dikatakan oleh juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pada Selasa, 23September 2014.” (Sumber: The Washington Post).

Apa yang istimewa pada rezim Suriah sehingga dihormati kedaulatannya dibandingkan dengan organisasi negara Islam (ISIS). Padahal, semua orang menyaksikan kekejaman tirani Bashar al-Assad, dimana penjahat ini telah menggunakan senjata kimia untuk membunuh dan meneror anak-anak, perempuan dan laki-laki yang tidak bersalah. Sementara Amerika Serikat sendiri telah mengakui kekejaman rezim Suriah ini, dan menyerukan dukungan terhadap oposisi untuk menggantikannya. Apakah masuk akal bahwa negara musuh teroris dalam melakukan serangan memberitahukan terlebih dahulu sebelum terjadinya?!

Tampaknya bahwa Amerika Serikat memanfaatkan serangkaian tindakan mengerikan yang dilakukan oleh organisasi negara Islam (ISIS) untuk mendapatkan dukungan penuh dari koalisi, yang meliputi Yordania, Irak, Jepang, Perancis, Australia dan sejumlah negara-negara lainnya. Pembunuhan terhadap pilot Yordania baru-baru ini, tidak lain merupakan alasan baru yang ingin mereka gunakan untuk memulai perang terbuka yang tak berujung terhadap ISIS.

Sebenarnya yang diinginkan oleh Amerika Serikat adalah menciptakan keadaan permusuhan terhadap ISIS, dimana tujuan sesungguhnya di balik semua itu adalah membentuk aliansi untuk melawan seluruh kekuatan Islam, khususnya yang mengarah pada tegaknya negara Khilafah. Sehingga yang terpenting sekarang bagi Amerika adalah membantu “musuhnya” Bashar al-Assad,namun tetap menjaga rezimnya.

Sekarang, kewajiban kita sebagai Muslim adalah menyadari akan rencana Barat, makar dan upayanya untuk menjatuhkan kita, yaitu dengan menggunakan ide Islam dan tentara kaum Muslim melalui label negara Islam untuk menciptakan musuh bersama yang disepakati oleh seluruh dunia. Inilahcara yang akan membantu Amerika dan kaum kafir, serta para bonekanya yang tengah memerintah rezim-rezim kriminal agar mereka tetap bertengger di dada umat, yang akan mengendalikan negara dan rakyatnya, serta mencegah berdirinya kembali Khilafah.

Al-Qur’anul Karim telah memberitahu kami bahwa orang-orang kafir satu sama lain saling mendukung. Allah SWT berfirman:

﴿وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بَعۡضُهُمْ أَوۡلِيَآءُ بَعۡضٍ‌ۚ إِلَّا تَفۡعَلُوهُ تَكُن فِتۡنَةٌ فِى ٱلۡأَرۡضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ﴾

“Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai kaum Muslim) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (QS. Al-Anfal [8] : 73).

Jadi, yang kita perlukan adalah tetap teguh dan serius dalam perjuangan kita untuk menegakkan Khilafah Rasyidah ala minhajin nubuwah (berdasarkan metode kenabian), dan menerapkan hukum-hukum Allah di muka bumi. Untuk itu, hendaklah kita tidak menelantarkan dan berdiam diri saja melihat saudara-saudara kita kaum Muslim yang berjuang siang dan malam melawan para penjahat musuh-musuh Allah SWT.

﴿يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِن تَنصُرُواْ ٱللَّهَ يَنصُرۡكُمۡ وَيُثَبِّتۡ أَقۡدَامَكُمۡ﴾

“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad [47] : 7). [www.visimuslim.com]

Sumber: hizb-ut-tahrir.info, 14/2/2015
Laporkan iklan tak layak ⤴

BACA JUGA :

Daftarkan Email Anda dan Dapatkan Update Terbaru Kami:

0 Response to "Hidden Agenda: Amerika dan Sekutu-sekutunya, Berencana dan Bekerjasama Menghadang Tegaknya Khilafah"